Bukan Sekadar Pasang Bendera, Prajurit Satgas di Perbatasan Tanamkan Nasionalisme kepada Siswa SDN 25 Perimpah

Bagikan :

SANGGAU, TelusuR.ID — Sejumlah siswa SDN 25 Perimpah, Dusun Perimpah, Desa Sungai Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tampak bersemangat ketika sejumlah prajurit TNI datang ke sekolah mereka.

Bukan untuk menggelar upacara. Para prajurit dari Pos Sei Tekam Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad justru mengajak para siswa bergotong royong memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di lingkungan sekolah serta jalan akses menuju sekolah.

Kegiatan yang digelar Minggu (30/8/2026) itu menjadi bagian dari upaya menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan.

Sebelum memasang bendera, prajurit memberikan pemahaman singkat kepada para siswa mengenai arti Merah Putih, pentingnya menghargai jasa para pahlawan, serta makna kemerdekaan bagi generasi muda.

Setelah itu, suasana sekolah berubah menjadi ruang gotong royong. Prajurit, guru, dan siswa bekerja bersama memasang bendera dan umbul-umbul. Ada yang membawa perlengkapan, ada yang memasang tali, sementara siswa lainnya ikut membantu sebisanya.

Bagi para prajurit, kegiatan sederhana tersebut memiliki pesan yang jauh lebih besar: nasionalisme tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi perlu dikenalkan melalui pengalaman dan keterlibatan langsung.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pembinaan Teritorial (Binter) bidang kebangsaan.

Menurut dia, keterlibatan siswa dalam pemasangan bendera diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap Merah Putih sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Melalui kegiatan bersama ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Merah Putih sejak dini, khususnya kepada generasi muda yang berada di wilayah perbatasan,” ujar Rokib.

Kehadiran prajurit di sekolah itu pun mendapat sambutan hangat dari guru dan siswa SDN 25 Perimpah. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Di tengah keterbatasan kawasan perbatasan, pertemuan sederhana antara prajurit dan anak-anak sekolah tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia bukan hanya soal garis batas negara.

Ada pula pekerjaan yang lebih panjang: memastikan anak-anak di perbatasan tumbuh dengan rasa memiliki terhadap negeri tempat mereka hidup.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dalam suasana penuh keakraban serta kebersamaan.

(Armed 1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *