Abah Bupati Warsubi: Jangan Pernah Minder, Sekolah Rakyat Hadir untuk Mengubah Nasib Anak Jombang

Bagikan :

JOMBANG — Bupati Jombang Warsubi mengirimkan pesan yang sederhana, tetapi kuat, kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang. Kemiskinan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk mengecilkan mimpi.

Pesan itu disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di kampus permanen SRT 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kamis (30/7).

Di hadapan para siswa, guru, serta orang tua, Warsubi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial itu, menurutnya, menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, teruslah berprestasi, dan jangan pernah minder. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan,” ujar Warsubi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kemauan belajar, kerja keras, disiplin, serta ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan.

Warsubi mengajak para peserta didik untuk berani memasang cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Jangan takut bermimpi besar. Terus belajar, berusaha, dan berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang mau berjuang,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu juga mengingatkan bahwa para siswa adalah calon generasi penerus yang suatu saat akan mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun bangsa. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik.

Ia berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tak hanya berbicara kepada siswa, Warsubi juga meminta para orang tua tetap menjadi pendamping utama selama anak menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Dukungan keluarga, menurutnya, akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya rasa percaya diri dan semangat belajar.

“Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu membanggakan keluarga, daerah, maupun bangsa,” ucapnya.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Warsubi menyampaikan apresiasi atas komitmen mereka mengawal program pendidikan tersebut. Ia berharap seluruh pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendorong setiap siswa mengembangkan potensi terbaiknya.

Menurut Warsubi, berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Jombang, Dinas Sosial, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar 6,3 hektare itu diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan siap bersaing di masa depan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Andi Winarto, mengatakan kegiatan belajar mengajar di kampus permanen resmi dimulai bersamaan dengan pembukaan MPLS.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 270 peserta didik baru yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Dengan tambahan tersebut, total peserta didik kini mencapai 370 orang, termasuk 100 siswa angkatan sebelumnya.

Andi menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan MPLS serta program matrikulasi sebagai bekal awal sebelum memasuki proses pembelajaran reguler.

Untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan, SRT 1 Jombang didukung 111 guru dan tenaga kependidikan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurut Andi, mulai beroperasinya kampus permanen di Desa Tunggorono menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *