Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, PDUF MUI Jatim Boyong Lembaga Keuangan Safari ke Tambakberas Jombang

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Provinsi Jawa Timur menggandeng industri jasa keuangan untuk mendorong penguatan tata kelola dana abadi pesantren. Langkah strategis ini diwujudkan melalui safari silaturahmi ke tiga pondok pesantren di kawasan Tambakberas, Jombang.

Sinergi tersebut melibatkan dua mitra strategis dari sektor pasar modal dan pengelola investasi, yakni Trimegah Sekuritas Indonesia dan Danapathi Asset Management. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjembatani peran ulama, pesantren, dan industri keuangan demi keberlanjutan ekonomi umat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi PDUF MUI Jatim, KH. Miftah Jauhari, S.E., bersama Wakil Ketua M. Syafi’i dan Sekretaris Moch Rizzqi Aladib. Dari pihak mitra, hadir Head of Mutual Fund and Partnerships Strategy Trimegah Sekuritas Indonesia, Hasbie Sukaton, serta Direktur Danapathi Asset Management, Dedy Hendrawan.

Kunjungan diawali di Pondok Pesantren An-Najiyah 1 Tambakberas dengan bersilaturahmi kepada sang pengasuh, Gus Wafi Amanulloh. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan berfokus pada pentingnya ekosistem pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, serta berkelanjutan.

Agenda kemudian berlanjut ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al-Lathifiyah 2 Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas, Nyai Hj. Mundjidah Wahab dan Gus Edo. Di lokasi ini, diskusi menajam pada peluang pengembangan dana abadi pesantren serta penguatan instrumen wakaf produktif.

Rangkaian safari diakhiri dengan menemui Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Dr. KH. M. Hasib Wahab Chasbullah. Pertemuan ini membedah potensi kerja sama literasi keuangan, investasi aman, dan tata kelola aset umat sebagai fondasi masa depan lembaga pendidikan Islam.

Ketua Komisi PDUF MUI Jatim, KH. Miftah Jauhari, menegaskan bahwa silaturahmi ini menjadi pijakan awal untuk membangun jembatan kolaborasi yang kokoh. Menurutnya, industri keuangan syariah harus hadir mendampingi potensi besar yang dimiliki dunia pesantren.

Pria yang akrab disapa Gus Miftah ini menilai pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pilar ekonomi yang potensial. Pengelolaan dana abadi yang tepat dinilai bakal memperkuat independensi pesantren secara jangka panjang.

“Pesantren memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian ekonomi. Dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang tepat, dana umat dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat berkelanjutan,” ujar Gus Miftah kepada Telusur.id, Selasa (28/7/2026).

Di sela sapaan hangatnya, Gus Miftah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada keluarga besar Pesantren Tambakberas yang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Pihaknya mendoakan agar helatan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dapat terselenggara dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh umat.

Dukungan nyata turut disampaikan oleh jajaran perwakilan Trimegah Sekuritas Indonesia dan Danapathi Asset Management. Kedua lembaga keuangan tersebut menyatakan kesiapannya dalam memfasilitasi program edukasi serta pendampingan investasi bagi pengelola pesantren.

Pihak industri keuangan menilai pemahaman literasi keuangan yang komprehensif sangat krusial bagi para pengelola lembaga keagamaan. Hal ini penting agar penempatan dana abadi maupun wakaf produktif dapat berkembang secara terukur dan aman.

Langkah PDUF MUI Jatim ini diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya inovasi baru dalam instrumen pembiayaan dan investasi syariah berbasis pesantren di Jawa Timur.

Sinergi multipihak ini digadang-gadang dapat mengubah pola pengelolaan dana umat yang selama ini cenderung konvensional menjadi lebih modern dan akuntabel.

Melalui Safari Tambakberas ini, Komisi PDUF MUI Jatim optimistis kolaborasi antara ulama dan praktisi keuangan akan melahirkan model pemberdayaan ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *