TNI Hadir di Perbatasan Lewat Pendidikan Karakter, Satgas Yonarmed 13/Nanggala Tanamkan Semangat Kebangsaan kepada Siswa SD di Kapuas Hulu

Bagikan :

KAPUAS HULU,Telusur.ID – Suasana belajar di SD Tunas Sejahtera Sungai Biru, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tampak berbeda pada Jumat (7/8/2026). Bukan hanya guru yang berdiri di depan kelas, tetapi juga prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad yang hadir untuk berbagi pengetahuan tentang kebangsaan dan menanamkan semangat cinta Tanah Air kepada para siswa.

Melalui personel Pos Kantuk Asam, Satgas Yonarmed 13/Nanggala menggelar pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai bagian dari pembinaan teritorial TNI di wilayah perbatasan. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat karakter generasi muda sekaligus membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat.

Materi yang diberikan tidak hanya berupa penjelasan di dalam kelas mengenai nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa. Para siswa juga diajak mengikuti latihan baris-berbaris di halaman sekolah sebagai sarana melatih disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para prajurit mengemas materi dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan sehingga mudah dipahami anak-anak. Antusiasme para siswa terlihat ketika mereka mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga praktik di lapangan.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengatakan pembinaan wawasan kebangsaan di wilayah perbatasan memiliki arti penting karena menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

“Menanamkan wawasan kebangsaan sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membentuk generasi yang memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, dan semangat persatuan. Anak-anak di wilayah perbatasan adalah bagian penting dari masa depan Indonesia yang perlu terus didampingi dan diberi motivasi,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial melalui kegiatan pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, TNI berharap nilai-nilai nasionalisme tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi sikap yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong, disiplin, saling menghormati, serta kecintaan terhadap Indonesia diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk menghadapi masa depan.

Kegiatan pembekalan Wawasan Kebangsaan tersebut berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan hangat dari para guru maupun siswa. Kehadiran Satgas Yonarmed 13/Nanggala pun menjadi bukti bahwa pengabdian TNI di perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat karakter generasi muda sebagai penerus Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *