NAPUA, PAPUA PEGUNUNGAN,TelusuR.ID — Seragam loreng tidak selalu identik dengan patroli dan pengamanan. Di Distrik Napua, personel Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) memilih hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang digelar pada Senin (17/8/2026) itu dipimpin Sertu Deby bersama 10 personel lainnya. Mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekaligus membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat di sekitar Pos Napua.
Bagi Satgas Yonif 645/GTY, pelayanan kesehatan bukan sekadar kegiatan sosial. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat di wilayah penugasan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan dan kepedulian pos terhadap kesehatan masyarakat di Distrik Napua,” kata Kapten Inf Haris.

Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama ketika menghadapi kendala untuk memperoleh pelayanan medis.
Respons warga pun positif. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu karena pelayanan kesehatan tersebut membuat mereka lebih mudah mendapatkan pertolongan, sekaligus bisa berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan yang mereka alami.

Pendekatan semacam ini menjadi penting di wilayah penugasan. Sebab, membangun hubungan dengan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Kehadiran, kepedulian, dan kesediaan membantu ketika warga membutuhkan justru sering kali menjadi cara paling sederhana untuk membangun kepercayaan.
Satgas Yonif 645/GTY memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan selama memungkinkan. Personel di Pos Napua juga menyatakan siap membantu masyarakat semaksimal mungkin apabila ditemukan persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan awal maupun pendampingan.

“Kami berkomitmen agar kegiatan positif ini terus berlanjut. Apabila masyarakat mengalami kendala terkait kesehatan, kami siap membantu secara maksimal,” ujarnya.
Bagi masyarakat Napua, kehadiran prajurit di tengah mereka bukan hanya soal menjaga wilayah perbatasan. Ada sisi lain yang dirasakan langsung: ketika warga membutuhkan bantuan, ada prajurit yang datang dan berusaha membantu.
Gardatama Yudha Sayang Papua.