Renovasi Ruang Kelas, Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha Bantu Ciptakan Ruang Belajar Lebih Nyaman di Walesi

Bagikan :

WALESI,TelusuR.ID — Suasana gotong royong mewarnai renovasi ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Merasugun Asso, Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (19/8/2026).

Sejumlah personel Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha TNI Pos Kotis Walesi turun langsung membantu memperbaiki ruang belajar yang digunakan para siswa. Kegiatan tersebut dipimpin Letnan Dua Infanteri Andi Permana bersama enam personel lainnya.

Renovasi tidak dilakukan sendiri oleh prajurit. Para guru dan masyarakat sekitar ikut turun tangan, mengerjakan sejumlah bagian ruang kelas secara bersama-sama. Pekerjaan sederhana itu pun berubah menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan prajurit, guru, dan warga dalam semangat kebersamaan.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka bergotong royong membantu personel TNI, sementara para guru turut mendampingi proses renovasi. Interaksi tersebut menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Bagi Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha, membantu memperbaiki ruang kelas bukan semata soal membenahi bangunan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

“Ruang belajar yang nyaman diharapkan dapat membuat anak-anak lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Kami ingin kehadiran Satgas bisa memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

 

Pihak sekolah dan masyarakat menyambut baik kepedulian personel TNI. Mereka berharap ruang kelas yang telah direnovasi dapat memberikan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Di tengah keterbatasan yang ada, gotong royong menjadi kekuatan tersendiri. TNI, guru, dan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal sederhana: memperbaiki ruang tempat anak-anak belajar dan tumbuh.

Kegiatan tersebut sekaligus mempererat komunikasi antara personel Satgas dengan masyarakat Walesi. Bagi warga, kehadiran prajurit tidak hanya terlihat dalam tugas pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Sumber: Pen Yonif 645/Gardatama Yudha, Berani Pantang Mundur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *