JOMBANG,TelusuR.ID — Suasana berbeda terasa di Posko Ramah Muktamirin dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Bukan hanya menjadi tempat singgah bagi para muktamirin, posko ini juga menjadi ruang bertemunya semangat kemanusiaan, gotong royong, dan toleransi lintas organisasi serta agama.
Hari berbagi itu mempertemukan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan badan otonom NU Kecamatan Tembelang bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Jombang, Muhammadiyah, Bank Jatim Cabang Jombang, serta Gerakan Indonesia Asri.
Mereka bersama-sama membagikan makanan dan minuman gratis kepada para muktamirin yang datang dan beristirahat di posko.
Sekretaris Posko Ramah Muktamirin, Gus Fais, menjadi salah satu sosok yang aktif menggerakkan semangat kebersamaan tersebut. Bagi dia, keberadaan posko tidak semata-mata soal menyediakan fasilitas bagi tamu Muktamar. Lebih dari itu, posko diharapkan menjadi ruang untuk memperlihatkan wajah Jombang yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Berbagi tidak mengenal sekat organisasi, agama maupun latar belakang. Ketika kita bertemu dalam semangat kemanusiaan, yang muncul adalah persaudaraan,” ujar Gus Fais Kamis 27/08/26.
Menurut dia, momentum Muktamar ke-35 NU menjadi kesempatan penting untuk memperkuat pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dirawat melalui kepedulian dan kerja bersama.
Di Posko Ramah Muktamirin, semangat tersebut diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Sebungkus makanan, sebotol minuman, hingga kepedulian menjaga kebersihan menjadi bentuk nyata perhatian kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.
“Berbagi makanan, berbagi minuman, sekaligus berbagi kebahagiaan. Ini sederhana, tetapi mudah-mudahan menjadi pesan besar tentang persaudaraan Indonesia,” kata Gus Fais.
Kegiatan berbagi itu juga dirangkai dengan gerakan menjaga kebersihan bersama Gerakan Indonesia Asri. Para penggerak posko mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk tidak hanya menyambut muktamirin dengan keramahan, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman.
Bagi Gus Fais, keramahan tidak berhenti pada senyum dan sambutan. Menurutnya, menjaga kebersihan, membantu sesama, dan menciptakan lingkungan yang nyaman merupakan bagian dari pelayanan kepada para muktamirin.
“Posko ini ingin menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan kita. NU, Muhammadiyah, gereja, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bisa duduk bersama untuk satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik kepada sesama,” ujarnya.
Semangat lintas organisasi dan lintas iman yang hadir di posko tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghadirkan agenda organisasi. Di luar forum-forum resmi, terdapat banyak ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Bagi para muktamirin, makanan dan minuman yang dibagikan mungkin hanya cukup untuk mengganjal perut dalam perjalanan. Namun bagi mereka yang terlibat, aksi sederhana itu membawa pesan yang lebih panjang: bahwa perbedaan dapat dirawat melalui tindakan nyata.
Dari Posko Ramah Muktamirin, pesan itu terus digaungkan: berbeda organisasi, berbeda keyakinan, dan berbeda latar belakang bukan penghalang untuk berbuat baik.
Sebab, ketika kepedulian ditempatkan di atas sekat-sekat perbedaan, yang tumbuh bukan hanya keramahan, tetapi juga persaudaraan.