Merah Putih Berkibar di Boyolali, Kehadiran Dandim dan Pesan Bupati Jadi Perhatian

Bagikan :

HUT Ke-81 RI di Boyolali, Semangat Kemerdekaan Diterjemahkan dalam Kerja Bersama

BOYOLALI,TelusuR.ID — Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Boyolali tidak berhenti pada seremoni pengibaran Sang Merah Putih. Upacara yang digelar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Senin (17/8/2026), menjadi momentum untuk kembali mengingat makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan komitmen membangun daerah yang berdaulat, adil, dan makmur.

Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin hadir dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut. Bupati Boyolali Agus Irawan bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan komandan upacara dipercayakan kepada Pasiops Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Anang Hartanto.

Upacara berlangsung dengan tertib dan diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, serta masyarakat.

Dalam amanatnya, Agus mengajak masyarakat tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga meneruskan cita-cita yang diperjuangkan sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Menurut dia, 81 tahun kemerdekaan telah memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk menentukan arah masa depannya sendiri. Namun, kemerdekaan juga membawa tanggung jawab untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kata Agus, memiliki makna yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kedaulatan berarti kemampuan bangsa dan daerah untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Keadilan berarti memastikan setiap warga memiliki hak dan kesempatan yang setara. Adapun kemakmuran bukan semata-mata tentang pertumbuhan ekonomi, melainkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Seluruh tantangan akan mampu kita hadapi melalui kerja keras, inovasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, saya yakin Boyolali akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” kata Agus.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Boyolali. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian, membuka lapangan kerja, meningkatkan pelayanan publik, serta memperluas pemerataan pembangunan.

Bagi Boyolali, tantangan pembangunan tidak hanya berada pada angka pertumbuhan ekonomi atau capaian infrastruktur. Ukuran keberhasilan juga terlihat dari sejauh mana masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih baik.

Karena itu, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam kerja yang nyata dan berkelanjutan. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan bersama.

Peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Kemerdekaan justru membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengisi ruang-ruang kehidupan dengan kerja, kepedulian, dan gotong royong.

Dari Boyolali, semangat itu kembali diteguhkan: merawat persatuan, memperkuat kemandirian, dan memastikan pembangunan membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih adil dan sejahtera.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *