IWOI Tulungagung Resmi Dilantik, Ichang Rahardian Dorong Pers Jadi Penjaga Ruang Publik

Bagikan :

TULUNGAGUNG,TelusuR.ID — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) memperkuat konsolidasi organisasi di daerah. Dewan Pengurus Daerah (DPD) IWOI Kabupaten Tulungagung resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP IWOI Dr. NR. Ichang Rahardian, S.H., M.H., Kamis (20/8/2026).

Pelantikan sekaligus deklarasi kepengurusan tersebut digelar di Garden Cafe and Resto Lotus, Jalan Pahlawan Gang 2 Nomor 23, Tulungagung. Momentum ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Sekretaris Jenderal DPP IWOI Epieh Fauzi, Ketua DPW IWOI Jawa Timur, serta puluhan insan pers dan tamu undangan.

Bagi IWOI, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi wartawan sekaligus memperkuat peran pers dalam menghadirkan informasi yang akurat di tengah derasnya arus informasi digital.

Ichang Rahardian meminta pengurus DPD IWOI Tulungagung membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Menurut dia, kerja sama tersebut penting untuk menangkal hoaks tanpa mengurangi independensi pers.

“Selamat kepada DPD IWOI Kabupaten Tulungagung yang telah menerima mandat dan pelantikan hari ini. Saya berharap DPD IWOI Tulungagung bisa berkarya dan turut serta menjaga kesatuan NKRI,” kata Ichang.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Kecepatan menyampaikan informasi harus berjalan beriringan dengan akurasi, verifikasi, serta tanggung jawab terhadap publik.

Bupati: Pers Punya Peran Strategis

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi kerja para jurnalis yang selama ini ikut mengawal kehidupan masyarakat melalui pemberitaan.

Ia menilai pers memiliki posisi strategis di tengah masyarakat karena menjadi salah satu sumber informasi sekaligus ruang bagi publik untuk memahami berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

“Di sinilah peran penting IWOI. Tidak hanya sebagai wadah jurnalis, tetapi juga benteng melawan hoaks dan disinformasi,” tegas Ahmad.

Ahmad mendorong IWOI menjadi mitra strategis pemerintah. Namun, kemitraan tersebut, menurut dia, tidak berarti pers kehilangan fungsi kontrolnya.

Ada tiga hal yang ditekankan, yakni bersama-sama melawan hoaks, mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, serta menyampaikan kritik konstruktif yang berbasis data dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga berpesan agar pengurus yang baru dilantik menjaga integritas, memahami dan menjalankan Undang-Undang Pers, serta menjadikan kode etik sebagai pijakan dalam menjalankan profesi.

Agus Pamuji Hadir, Dorong Konsolidasi Wartawan Antardaerah

Pelantikan DPD IWOI Tulungagung turut dihadiri Ketua DPD IWOI Jombang Agus Pamuji bersama rombongan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan dan solidaritas antar-DPD IWOI di Jawa Timur.

Agus tidak sekadar hadir sebagai tamu organisasi. Kehadirannya mencerminkan pentingnya membangun jejaring antardaerah di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat.

Bagi Agus, organisasi wartawan tidak cukup hanya menjadi tempat berhimpun. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas wartawan, memperkuat profesionalitas, sekaligus menjaga marwah pers di tengah tantangan era digital.

Menurutnya, wartawan menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Persaingan kecepatan informasi, maraknya konten yang belum terverifikasi, hingga munculnya disinformasi membuat wartawan dituntut bekerja lebih hati-hati.

Karena itu, hubungan antarpengurus IWOI di berbagai daerah dinilai penting untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran pengalaman.

“Kehadiran kami di Tulungagung merupakan bentuk dukungan dan silaturahmi antar-anggota IWOI. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik dan semakin memperkuat profesionalitas wartawan,” ujar Agus.

Agus juga menekankan bahwa wartawan harus tetap berada di tengah masyarakat. Pers, kata dia, tidak boleh kehilangan kepekaan terhadap persoalan warga hanya karena mengejar kecepatan pemberitaan.

Bagi DPD IWOI Jombang, kata Agus, semangat membangun organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas jurnalistik. Wartawan dituntut mampu menyajikan berita yang lugas, berimbang, terverifikasi, sekaligus tetap memiliki sentuhan kemanusiaan.

“Kita ingin IWOI menjadi rumah bersama bagi wartawan untuk belajar, berjejaring dan meningkatkan kualitas karya jurnalistik. Kritik tetap penting, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta,” katanya.

 

Rahardian Andri Siap Jalankan Mandat

Sementara itu, Ketua DPD IWOI Kabupaten Tulungagung Rahardian Andri, S.E., Ak., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus.

Ia menegaskan siap menjalankan tugas organisasi sekaligus menjaga profesionalitas dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

“Kami siap menjalankan tugas dan fungsi jurnalis sesuai arahan Ketum DPP IWOI dan Plt Bupati. Ini akan menjadi motivasi kami untuk berkarya dan menjaga marwah jurnalistik di Tulungagung,” ujarnya.

Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya kerja kepengurusan DPD IWOI Tulungagung. Tantangannya kini bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi membuktikan bahwa kehadiran organisasi wartawan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah banjir informasi, pers dituntut bukan hanya menjadi yang paling cepat, tetapi juga menjadi salah satu pihak yang paling dapat dipercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *