Bukan Sekadar Menjaga Keamanan, TNI Turun Tangan Bangun Gereja di Pedalaman Papua

Bagikan :

MEMBERAMO RAYA,TelusuR.ID — Di tengah keterbatasan dan jauhnya akses, pembangunan sebuah tempat ibadah menjadi pekerjaan besar bagi warga Distrik Airu. Namun, Minggu (9/8/2026), pekerjaan itu terasa sedikit lebih ringan ketika sejumlah prajurit TNI ikut mengangkat peralatan dan turun langsung membantu.

Personel Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) dari Pos Muara Nawa yang dipimpin Danpos Letda Alpansuri Siregar melaksanakan karya bakti bersama masyarakat. Kali ini, sasaran mereka bukan pembangunan fasilitas militer, melainkan pondasi gereja yang akan digunakan warga Distrik Airu untuk beribadah.

Panas dan lelah seolah bukan persoalan. Prajurit dan warga bekerja bersama menyelesaikan pekerjaan pondasi. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga. Yang terlihat justru gotong royong.

Bagi masyarakat Airu, bantuan tersebut bukan semata soal tenaga. Kehadiran prajurit menjadi bentuk dukungan nyata di tengah keterbatasan yang dihadapi warga dalam membangun fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Danpos Muara Nawa Letda Alpansuri Siregar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan personel Satgas dengan masyarakat. Menurut dia, keberadaan TNI di wilayah penugasan tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat di sekitar distrik dan kampung-kampung yang ada,” kata Alpansuri.

Bagi warga, kehadiran prajurit di lokasi pembangunan gereja juga meninggalkan kesan tersendiri. Mereka melihat langsung bagaimana personel TNI ikut bekerja bersama masyarakat, bukan sekadar datang untuk memberikan bantuan.

Seorang warga menyampaikan apresiasi kepada Danpos Muara Nawa beserta seluruh anggota Satgas yang telah meluangkan waktu membantu pembangunan pondasi tempat ibadah.

“Kami beserta seluruh masyarakat Distrik Airu mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Danpos dan seluruh anggota yang sudah meluangkan waktu untuk membantu kami membuat pondasi tempat ibadah. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan bapak-bapak TNI sekalian.”

Karya bakti tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kedekatan TNI dan masyarakat dibangun dari hal-hal konkret: bekerja bersama, membantu pekerjaan warga, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan tenaga.

Di pedalaman Papua, membangun kepercayaan tidak selalu membutuhkan kata-kata besar. Kadang, cukup dengan turun ke tanah, mengangkat material, dan bekerja bersama warga.

Kegiatan pembangunan pondasi gereja berlangsung aman dan lancar.

(Pen Yonif 645/GTY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *