Bukan Sekadar Main Voli, Satgas Yonif 645/GTY Bangun Keakraban dengan Warga Napua

Bagikan :

JAYAWIJAYA,TelusuR.ID — Lapangan voli di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (28/8/2026), menjadi ruang perjumpaan yang berbeda.

Seragam loreng dan pakaian warga bercampur dalam satu permainan. Tawa dan sorak terdengar ketika pemuda-pemudi setempat bermain voli bersama personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) Pos Napua.

Tak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Bola yang bergulir dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan.

Kegiatan olahraga bersama itu dipimpin Danpos Napua Letda Inf I Kadek Adi Muliawan, S.Tr.(Han), bersama 10 personel Satgas.

Selain berolahraga, personel Satgas juga membagikan bantuan sosial berupa makanan ringan dan mi instan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Bagi Satgas, kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang.

Olahraga bersama menjadi bagian dari pendekatan kepada masyarakat di wilayah penugasan sekaligus upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga Distrik Napua.

“Kegiatan olahraga ini kami laksanakan guna menjalin rasa persaudaraan dan kekeluargaan dengan warga di seputaran Distrik Napua,” ujar I Kadek Adi Muliawan.

Voli Jadi Jembatan Pertemuan

Di wilayah perbatasan, kedekatan antara aparat dan masyarakat tidak selalu dibangun melalui pertemuan formal.

Lapangan olahraga justru bisa menjadi tempat yang lebih cair.

Melalui permainan voli, personel Satgas dapat berinteraksi langsung dengan pemuda-pemudi setempat. Percakapan pun berlangsung dalam suasana santai, tanpa jarak yang biasanya muncul dalam hubungan antara aparat dan masyarakat.

Dankipur 1 Satgas Yonif 645/GTY, Kapten Inf Haris Verbiyan Saputra, S.Tr.(Han), mengatakan olahraga bersama merupakan salah satu cara personel Pos Napua mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar.

Menurut dia, warga juga diajak menjadikan olahraga sebagai aktivitas bersama yang dapat dilakukan secara rutin.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi sarana pendekatan dengan masyarakat sekitar. Kami mengajak warga Napua untuk bersama-sama berolahraga dengan personel Pos Napua, terutama bermain voli,” ujarnya.

Harapannya, interaksi semacam itu tidak berhenti pada satu kegiatan.

Semakin sering bertemu, semakin terbuka pula ruang komunikasi antara personel Satgas dan masyarakat.

Warga Sambut Antusias

Kegiatan olahraga bersama tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Distrik Napua.

Warga mengikuti permainan dengan antusias. Suasana menjadi semakin akrab ketika personel Satgas dan masyarakat saling berhadapan di lapangan.

Bagi masyarakat, kehadiran aparat dalam aktivitas sehari-hari memberikan ruang untuk berinteraksi secara lebih dekat.

Sementara bagi personel Satgas, perjumpaan semacam itu menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat di wilayah penugasan secara lebih langsung.

Pembagian makanan ringan dan mi instan juga menjadi bagian dari kegiatan.

Meski sederhana, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Satgas kepada masyarakat yang selama ini berada di sekitar Pos Napua.

Menjaga Perbatasan dengan Membangun Kedekatan

Keberadaan Pos Napua merupakan bagian dari penugasan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/GTY di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Dalam menjalankan tugas, personel Satgas tidak hanya berhadapan dengan aspek keamanan wilayah.

Ada masyarakat yang hidup berdampingan dengan keberadaan pos. Karena itu, komunikasi dan hubungan baik menjadi bagian penting dalam membangun suasana yang aman dan kondusif.

Olahraga bersama menjadi salah satu cara yang sederhana untuk mewujudkannya.

Tidak membutuhkan forum resmi atau agenda yang rumit. Cukup sebuah lapangan, sebuah bola, dan kemauan untuk berinteraksi.

Dari sana, hubungan antara personel Satgas dan warga perlahan dibangun.

Bagi Satgas Yonif 645/GTY, pendekatan kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya menciptakan hubungan yang saling menghormati selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan.

Dan di Napua, kedekatan itu hari itu tumbuh dari sesuatu yang sederhana: bermain voli bersama, berbagi makanan, dan saling menyapa tanpa sekat.

Sebab menjaga perbatasan bukan hanya tentang berdiri di garis terdepan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dengan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Sumber: Pen Satgas Yonif 645/GTY — Gardatama Yudha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *