SURABAYA, TelusuR.id – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Jawa Timur menggelar kunjungan silaturahmi politik ke Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur pada Rabu (22/7/2026).
Pertemuan strategis antar-partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini ditujukan untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta memperluas ruang kolaborasi demi keberlanjutan pembangunan daerah.
Rombongan PKS Jatim disambut hangat oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jatim yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, beserta jajaran pengurus harian Demokrat Jatim.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, diwarnai diskusi hangat mengenai isu-isu strategis pembangunan Jawa Timur hingga dinamika politik nasional.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan terbuka dan penuh kehangatan dari jajaran pengurus Partai Demokrat Jatim.
Bagus menegaskan bahwa agenda silaturahmi ini merupakan langkah konkret PKS untuk menyatukan visi dengan sesama partai koalisi pengusung pemerintah daerah.
“Kami sengaja mengagendakan silaturahmi ini karena ingin memperkuat kolaborasi dengan sesama partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapannya, komunikasi yang baik akan melahirkan sinergi yang semakin kuat dalam membangun Jawa Timur,” ujar Bagus dikutip Telusur.id, Jumat (24/7/2026).
Lebih lanjut, Bagus memaparkan filosofi “3T” yang menjadi kompas landasan PKS dalam membangun kemitraan politik, yakni Ta’aruf, Tafahum, dan Ta’awun.

“T yang pertama adalah Ta’aruf (saling mengenal), kedua Tafahum (saling memahami), dan ketiga Ta’awun (saling menolong dan menguatkan). Kami berharap hubungan PKS dan Demokrat berkembang melalui tahapan itu,” jelasnya.
Menurutnya, kebersamaan kedua partai politik harus berlanjut dalam aksi nyata di lapangan melalui dukungan pada program-program pro-rakyat serta pemberian solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Selain isu pembangunan lokal, kedua pihak juga bertukar pikiran mengenai perkembangan politik nasional, khususnya terkait penataan sistem kepemiluan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak menyambut baik konsistensi PKS dalam merawat komunikasi politik yang telah terbangun sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Emil mengungkapkan bahwa tantangan pengelolaan fiskal dan dinamika pembangunan Jawa Timur ke depan membutuhkan dialog yang intensif serta ruang diskusi yang terbuka di seluruh jenjang tingkatan partai.
“Dengan kondisi fiskal yang terus berubah, diperlukan ruang dialog terbuka agar muncul solusi komprehensif. Saya berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut hingga tingkat kabupaten dan kota,” kata Emil.
Pertemuan tersebut juga melahirkan gagasan untuk merancang program pengabdian masyarakat secara bersama guna memperkuat persatuan serta menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jawa Timur.
Silaturahmi politik tersebut ditutup dengan pantun kebersamaan dari Bagus Prasetia Lelana, di mana rombongan PKS turut didampingi Sekretaris Muhamad Syadid, Bendahara Nonot Suhartono, serta jajaran pengurus dan anggota DPRD Jatim.