Pendekatan Humanis Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Berbuah Hasil, Tokoh Adat Serahkan Senjata Api Rakitan Secara Sukarela

Bagikan :

SINTANG,TelusuR.ID – Pendekatan persuasif yang terus dibangun Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala kembali membuahkan hasil. Melalui komunikasi sosial (komsos) yang intensif dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat, seorang tokoh adat berinisial AS secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan aktif jenis Bowman kepada personel Satgas.

Penyerahan senjata berlangsung di Desa Bekuan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Senin (20/7/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Kapten Arm Yudhanto Agung Setyawan, mengatakan penyerahan senjata secara sukarela merupakan buah dari pendekatan yang mengedepankan dialog, edukasi, dan kepercayaan masyarakat kepada TNI.

Menurutnya, personel Satgas memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko kepemilikan senjata api tanpa izin, baik dari sisi hukum maupun keselamatan.

“Kami menyampaikan secara humanis bahwa kepemilikan senjata api tanpa izin resmi bertentangan dengan ketentuan hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan. Alhamdulillah, penjelasan tersebut diterima dengan baik sehingga yang bersangkutan dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata api rakitan itu demi menjaga keamanan wilayah,” ujar Yudhanto.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, mengapresiasi sikap kooperatif tokoh adat yang telah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari terjalinnya hubungan yang harmonis antara personel Satgas dengan masyarakat melalui kegiatan pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. Penyerahan senjata secara sukarela ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik mampu membangun kesadaran hukum tanpa harus mengedepankan tindakan represif,” kata Rokib.

Ia menambahkan, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala akan terus memperkuat komunikasi sosial di seluruh desa binaan sebagai bagian dari upaya membangun kemanunggalan TNI dan rakyat.

Selain menjaga keamanan wilayah, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari kepemilikan senjata api ilegal.

Bagi Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala, keamanan di kawasan tapal batas tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui pendekatan humanis yang mengedepankan dialog, edukasi, dan kolaborasi dengan masyarakat. Pendekatan itu diharapkan mampu memperkuat rasa saling percaya sekaligus menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayah perbatasan RI–Malaysia.

(Pen Armed 1 Kostrad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *