Boyolali,TelusuR.ID – Musim kemarau mulai meningkatkan kerentanan kawasan hutan terhadap kebakaran. Menyadari ancaman itu, aparat TNI, Polri, dan pengelola kawasan konservasi memilih bergerak lebih awal dengan memperketat patroli di lereng Gunung Merapi guna mencegah munculnya titik api yang dapat merusak ekosistem.
Patroli terpadu digelar di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali Serka Aris Mahmud, Bhabinkamtibmas Polsek Cepogo, petugas TNGM, serta Polisi Kehutanan (Polhut).
Tim gabungan menyisir jalur pendakian, kawasan wisata alam, hingga sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli tidak hanya difokuskan pada pemantauan kondisi kawasan, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat dan para pengunjung.

Mereka mengingatkan agar tidak membakar sampah di kawasan hutan, menyalakan api unggun tanpa pengawasan, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Aktivitas yang kerap dianggap sepele itu berpotensi memicu kebakaran ketika vegetasi mulai mengering selama musim kemarau.
Serka Aris Mahmud mengatakan, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk melindungi kawasan konservasi. Menurutnya, menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau. Kesadaran bersama menjadi kunci utama mencegah karhutla,” katanya.
Hasil patroli menunjukkan kondisi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi masih aman dan belum ditemukan indikasi adanya kebakaran. Kendati demikian, kewaspadaan tidak akan dikendurkan.
Tim gabungan memastikan patroli akan terus dilakukan secara berkala sepanjang musim kemarau. Langkah ini diharapkan mampu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan, keseimbangan lingkungan, serta keselamatan kawasan lereng Merapi dari ancaman bencana yang dapat terjadi akibat kelalaian manusia.(agus kemplu)



