Banjir Putuskan Jembatan, TNI Turun Tangan Bangun Akses Baru bagi Tiga Desa di Nias Utara

0
7 views
Bagikan :

NIAS UTARA,TelusuR.ID — Harapan warga di tiga desa di Kabupaten Nias Utara untuk kembali memiliki akses transportasi yang layak mulai menemui titik terang. Setelah jembatan penghubung rusak diterjang banjir bandang, TNI melalui Program Bakti TNI mulai membangun jembatan gantung di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kamis (9/7/2026).

Jembatan sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai selebar sekitar 22 meter itu akan menghubungkan Desa Mazingo dengan Desa Ombolata Alasa dan Desa Orahili di Kecamatan Namohalu Esiwa. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi jalur penghubung utama bagi ribuan warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan mobilitas akibat putusnya akses.

Bagi masyarakat, kehadiran jembatan baru bukan sekadar pengganti bangunan yang rusak. Akses itu menjadi penopang aktivitas sehari-hari, mulai dari membawa hasil pertanian ke pasar, anak-anak menuju sekolah, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

Pembangunan jembatan merupakan bagian dari Program Bakti TNI yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat konektivitas antardaerah agar pelayanan publik dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Di lapangan, personel TNI saat ini tengah menyelesaikan penggalian pondasi abutmen tiang pilon di sisi dekat serta penggalian angkur belakang. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,2 persen.

Pengerjaan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan warga.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

“Program Bakti TNI tidak hanya membangun jembatan sebagai sarana fisik, tetapi juga membuka kembali akses yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Kami berharap kehadiran jembatan ini dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Sandy.

Menurutnya, keterlibatan prajurit bersama masyarakat dalam proses pembangunan juga mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain mempercepat penyelesaian pekerjaan, gotong royong tersebut memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah.

Apabila rampung sesuai rencana, jembatan gantung itu diharapkan mampu memulihkan konektivitas antara Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili, sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal dengan akses yang lebih aman dan andal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini