Bakti TNI Pacu Pembangunan Jembatan Sungai Yo’o di Nias, Harapan Baru Warga untuk Akses yang Lebih Aman

Bagikan :

NIAS,TelusuR.ID — Di balik deru alat kerja dan semangat gotong royong, harapan baru mulai tumbuh di tepian Sungai Yo’o, Desa Sihare’o III Bawosalo’o Berua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias. Selama bertahun-tahun, sungai itu menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi warga yang harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberang untuk bersekolah, membawa hasil panen, maupun mencari layanan kesehatan.

Kini, harapan itu perlahan menjadi kenyataan. Melalui program Bakti TNI, pembangunan Jembatan Modular sepanjang 30 meter terus dikebut. Memasuki Rabu (29/7/2026), pekerjaan difokuskan pada pembangunan abutmen sebagai fondasi utama jembatan. Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 9 persen.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka keterisolasian wilayah-wilayah terpencil dan meningkatkan konektivitas masyarakat.

Bagi warga, kehadiran jembatan bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur itu menjadi simbol hadirnya akses yang selama ini mereka dambakan. Saat musim hujan tiba dan debit Sungai Yo’o meningkat, aktivitas masyarakat kerap lumpuh. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, petani terlambat membawa hasil panen ke pasar, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus menghadapi risiko besar saat menyeberangi sungai.

Melihat kondisi tersebut, personel Satgas Bakti TNI turun langsung ke lapangan bersama masyarakat. Prajurit dari Yon TP 905/TS, Yon TP 903/Baluseda, Yonzipur I/Dharma Dhirga, serta personel Koramil 02/Gido Kodim 0213/Nias bergotong royong bersama para pekerja dan warga setempat untuk mempercepat proses pembangunan.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian TNI dalam membantu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan sarana transportasi yang lebih layak, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih mudah menuju pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.

“Kami berharap jembatan ini nantinya mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah ini,” ujar Sandy.

Di tengah tantangan medan yang tidak mudah, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama. Prajurit TNI dan masyarakat bekerja berdampingan, menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diselesaikan dengan alat berat, tetapi juga dengan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi TNI, pembangunan Jembatan Modular Sungai Yo’o merupakan bagian dari komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menjaga kedaulatan negara, prajurit juga hadir membantu membuka akses kehidupan yang lebih aman dan layak bagi warga di wilayah terpencil.

Dengan progres yang terus bergerak maju, Satgas Bakti TNI optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Saat jembatan itu nantinya berdiri kokoh melintasi Sungai Yo’o, yang terhubung bukan hanya dua sisi sungai, tetapi juga harapan masyarakat Nias menuju kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *