JOMBANG, TelusuR.id – Pagi itu, riuh rendah suara anak-anak memecahkan keheningan di kawasan Rejoso, Peterongan. Suasana penuh kebahagiaan, kebanggaan, sekaligus rasa haru yang mendalam seketika menyelimuti panggung pementasan yang megah namun terasa sangat hangat.
Momentum emosional tersebut terjadi dalam acara penyerahan kembali amanah siswa-siswi serta Pentas Seni As Salamah Full Day School, Jombang, pada Senin (15/6/2026). Agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni kelulusan biasa, melainkan panggung pembuktian tumbuh kembang karakter sang buah hati.
Acara yang dikonsep dengan apik ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Tampak hadir Anggota DPRD Kabupaten Jombang, KH Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), dan Ketua Yayasan Al Khodijah Pondok Pesantren Darul Ulum, Bu Nyai Hj. Muflihah Tamim.
Kehadiran para tokoh ini bersanding erat dengan jajaran kepala sekolah, asatidz, serta wali murid yang duduk rapi. Sepanjang prosesi acara berlangsung, jalinan rasa haru dan bahagia begitu kuat merasuk ke dalam sanubari setiap hadirin yang datang.

Sorot mata bangga berkaca-kaca dari para orang tua tidak lepas dari panggung utama. Di atas pentas, anak-anak mereka menampilkan kepolosan serta kelincahan gerak tanpa ada rasa canggung sedikit pun di hadapan publik.
Bagaimana tidak, berbagai penampilan kreatif dari para siswa Baby Class, Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-kanak (TK) disajikan dengan sangat apik. Mulai dari pembacaan doa harian yang fasih hingga hafalan hadits-hadits pendek.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan gema selawat yang menyejukkan hati juga turut mengalun syahdu. Riuh tepuk tangan penonton kembali pecah saat anak-anak mulai membawakan tarian tradisional dengan kostum yang penuh warna.
Pembacaan puisi yang polos hingga persembahan lagu bersama berhasil memukau para tamu undangan. Penampilan yang menggemaskan tersebut sukses membuat beberapa orang tua meneteskan air mata haru karena tidak menyangka anaknya kini tumbuh mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al Khodijah Darul Ulum, Bu Nyai Hj. Muflihah Tamim, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para santri kecil. Beliau memuji ketekunan anak-anak yang telah belajar dan bertumbuh dengan baik di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, ini merupakan kegiatan penyerahan amanah kembali kepada wali murid. Semoga apa yang kami berikan sesuai dengan harapan yang telah dipercayakan kepada kami dalam mendidik anak-anak,” tutur Bu Nyai Muflihah dengan lembut.

Beliau menambahkan bahwa kepercayaan besar dari para wali murid kini mendapat atensi positif dari pemerintah daerah. Dukungan nyata itu disalurkan melalui Gus Sentot, legislator daerah yang juga merupakan salah satu wali murid setia di sekolah tersebut.
Melalui jalur aspirasi kedewanan, Gus Sentot berkomitmen mengupayakan pemberian bantuan fasilitas penunjang pendidikan bagi sekolah ini. “Semoga ini menjadi amal jariyah kita semua, terima kasih kepada Gus Sentot yang memercayakan lima putra-putrinya di sini,” tambah Bu Nyai Muflihah.
Sebagai perwakilan wali murid, Gus Sentot memberikan kesaksian emosional mengenai alasannya menyekolahkan anak-anaknya di lembaga ini. Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Sentot itu, sekolah ini memiliki nilai spiritual keagamaan yang kuat serta sarat akan berkah.
“Anak-anak kami percayakan di As Salamah ini karena kami yakin akan berkahnya. Lembaga ini diasuh langsung oleh Ibu Nyai dan Kiai yang tidak pernah putus mendoakan para siswanya,” tutur Gus Sentot dengan nada takzim.
Politisi senior ini menegaskan bahwa kesuksesan seorang anak di masa depan tidak hanya bertumpu pada pola asuh orang tua di rumah. Doa tulus yang dipanjatkan oleh para guru di sekolah memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk garis takdir anak.
Gus Sentot kemudian memberikan contoh nyata bahwa anak-anaknya yang merupakan alumni As Salamah kini sukses menembus Pendidikan Tinggi Negeri (PTN). “Saya percaya pendidikan anak usia dini di sini sudah sangat lengkap, mulai dari Day Care, KB, hingga TK,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Jombang tersebut.
Di sisi lain, Kepala Sekolah TK As Salamah Full Day School, Sulistin, menegaskan bahwa lembaganya memang berfokus pada pembangunan karakter sejak dini. Sekolah berkomitmen memberikan lingkungan terbaik agar anak-anak tumbuh dengan rasa kasih sayang yang penuh.
“Di As Salamah ada day care, KB, dan TK yang diasuh oleh guru-guru berpengalaman, menyayangi anak-anak, dan mencintai untuk memberikan bimbingan. Kami mengajak mereka bermain, belajar membaca, menghitung, sekaligus mengaji,” pungkas Sulistin hangat.
Acara pun ditutup dengan aksi spontan Gus Sentot yang meminta izin membagikan uang saku sebesar Rp10 ribu kepada setiap siswa sebagai motivasi belajar. Pementasan berakhir, namun senyum ceria anak-anak dan rasa khidmat orang tua menjadi memori indah yang membekas di Rejoso hari itu.



