Sinergi Polri dan Petani: Bhabinkamtibmas Polsek Ngoro Pantau Lahan Jagung di Mancilan Jombang

0
8 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jombang terus memperkuat komitmennya dalam mengawal program strategis nasional. Melalui pendekatan humanis di tingkat desa, korps baju cokelat ini turun langsung ke sawah guna memastikan roda produktivitas sektor pertanian warga tetap berjalan stabil.

Langkah nyata tersebut ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Ngoro, Aiptu Rohni Teguh, yang melaksanakan pemantauan intensif terhadap perkembangan tanaman jagung pada Kamis (18/06/2026). Peninjauan lapangan ini dipusatkan di area lahan ketahanan pangan yang berada di Dusun Mancilan, Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Profil Lahan Ketahanan Pangan Mancilan

Komoditas Utama: Tanaman Jagung

Luas Lahan: 0,49 Hektare

Pengelola Lahan: Karnawi (bersama masyarakat/kelompok tani setempat)

Tujuan Kegiatan: Monitoring pertumbuhan, estimasi panen, dan antisipasi kendala lapangan

Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara Polri dan elemen masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Di lokasi, personel Polsek Ngoro melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi fisik batang tanaman jagung sekaligus mengestimasi potensi hasil panen yang akan diperoleh.

Monitoring berkala ini dinilai sangat krusial untuk memastikan seluruh fase pertumbuhan tanaman berlangsung secara optimal. Selain itu, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor eksternal, seperti serangan hama atau kendala irigasi, yang berpotensi menurunkan hasil produksi.

Melalui skema pemantauan yang terjadwal, setiap dinamika perkembangan tanaman di lapangan dapat dideteksi secara dini. Pola ini memungkinkan para petani dan petugas untuk segera mengambil langkah-langkah antisipatif atau mitigasi apabila ditemukan kendala teknis sebelum memasuki masa panen raya.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., melalui Kapolsek Ngoro IPTU Susila, menegaskan bahwa kegiatan asistensi dan pendampingan ini adalah wujud konkret dukungan institusi kepolisian terhadap kebijakan pemerintah pusat. Polri berkomitmen menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat daerah.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Polri melalui Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi serta memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik,” ujar IPTU Susila.

Ia mengimbuhkan bahwa pemantauan rutin ini mempermudah petugas dalam memetakan produktivitas pertanian di wilayah hukumnya. Dengan pengawasan yang konsisten dari hulu hingga hilir, potensi kegagalan panen akibat minimnya pengawasan dapat ditekan sekecil mungkin.

Pihak kepolisian berharap, intervensi positif berupa pendampingan ini mampu mendongkrak tonase hasil panen jagung milik warga secara signifikan. Output jangka panjang yang dibidik adalah penguatan kesejahteraan finansial para petani lokal serta terjaganya stabilitas pasokan karbohidrat di Kabupaten Jombang.

Menurut IPTU Susila, jalinan kolaborasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan kelompok tani merupakan variabel penentu dalam menjaga keberlanjutan program ini. Pendampingan yang sifatnya tidak sekadar seremonial diharapkan mampu memberikan stimulan psikologis bagi petani untuk terus menanam.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, produktivitas lahan di wilayah Ngoro diproyeksikan dapat menjadi salah satu lumbung pangan percontohan. Manfaat nyata dari program ini diharapkan dapat langsung dirasakan oleh struktur ekonomi terkecil di tingkat perdesaan.

Secara makro, kegiatan ini merefleksikan keseriusan Polres Jombang dalam memperkuat kemitraan dengan para petani yang bertindak sebagai ujung tombak kedaulatan pangan. Sinergi yang kuat antara penegak hukum dan sektor agraria menjadi modal penting bagi daerah dalam menghadapi tantangan pemenuhan pangan masa depan.

Melalui keberadaan program sinergis yang terintegrasi dengan baik ini, upaya bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Jombang diharapkan dapat terus bergulir secara optimal dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan