Cerita dari Pematang Sawah: Kehadiran Babinsa Tumbuhkan Optimisme Petani di Sragen

0
5 views
Bagikan :

SRAGEN,TelusuR.ID – Di tengah hamparan sawah yang menghijau di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, kehadiran Babinsa menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani yang tengah berjuang menjaga produktivitas tanaman padi mereka.

Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional itu ditunjukkan Babinsa Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, Sertu Rohmadi, melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama para petani di area persawahan Dukuh Bibis, RT 17, Desa Doyong, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan yang terus dilakukan TNI untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari persoalan pupuk, irigasi, hingga ancaman serangan hama yang dapat memengaruhi hasil panen.

Di sela-sela kunjungannya, Rohmadi berdialog langsung dengan para petani guna menyerap berbagai aspirasi dan kendala yang mereka hadapi selama musim tanam berlangsung.

“Turun langsung ke sawah merupakan cara paling efektif untuk mengetahui kondisi nyata yang dihadapi petani. Dengan begitu, kami bisa membantu mencarikan solusi atas berbagai permasalahan yang muncul, baik terkait pupuk, hama, maupun kebutuhan air untuk tanaman padi,” ujar Rohmadi.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya bertujuan mendukung peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memastikan para petani tetap semangat dalam mengelola lahan mereka sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Selain berdiskusi, Rohmadi juga memberikan edukasi singkat mengenai langkah-langkah pencegahan serangan hama wereng serta pentingnya penggunaan pupuk organik secara tepat guna guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian mendapat respons positif dari para petani. Mereka menilai pendampingan yang dilakukan selama ini mampu memberikan rasa tenang sekaligus menjadi solusi ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Dengan adanya Babinsa, kami merasa lebih terbantu. Beliau tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga sering membantu mencarikan jalan keluar ketika kami menghadapi kesulitan terkait pupuk maupun pasokan air. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut hingga masa panen nanti,” kata Paino (46), petani setempat.

Rohmadi menegaskan, sinergi antara TNI dan petani merupakan salah satu kunci dalam menjaga produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Melalui kebersamaan dan komunikasi yang baik di lapangan, kami berharap hasil panen petani terus meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dan program ketahanan pangan nasional berjalan optimal,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa di tengah petani menjadi gambaran nyata bahwa upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui pendampingan langsung di lapangan. Dari pematang sawah Desa Doyong, optimisme para petani untuk meraih panen yang lebih baik terus tumbuh.

Tinggalkan Balasan