Babinsa Turun ke Sawah, Pastikan Musim Tanam Ketiga Tetap Berjalan Meski Kemarau Mengintai

0
9 views
Bagikan :

Boyolali,TelusuR.ID – Ancaman musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah tidak menyurutkan semangat petani di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, untuk melanjutkan musim tanam ketiga (MT III). Di tengah tantangan ketersediaan air, Babinsa Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali, Serka Budi Utomo, turun langsung ke area persawahan Dukuh Krikilan, Desa Blagung, Jumat (5/6/2026), guna memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan optimal.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Serka Budi Utomo berdialog dengan para petani untuk memantau kondisi lahan sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi menjelang puncak musim kemarau.

Di tengah kekhawatiran banyak daerah terhadap potensi kekeringan, para petani di Dukuh Krikilan mengaku masih dapat bernapas lega. Pasalnya, kebutuhan air irigasi hingga saat ini masih tercukupi berkat keberadaan sumur bor yang menjadi andalan untuk mengairi areal persawahan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan musim tanam serta mempertahankan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

“Keberadaan sumur bor sangat membantu petani dalam menghadapi musim kemarau. Dengan ketersediaan air yang cukup, proses tanam dan perawatan tanaman dapat terus berjalan sehingga hasil panen diharapkan tetap optimal,” kata Serka Budi Utomo.

Ia menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, sinergi antara petani, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan perlu terus diperkuat agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi.

Selain memberikan motivasi kepada petani, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan mengelola sumber air secara bijak agar kebutuhan irigasi dapat terpenuhi hingga masa panen tiba.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara intens antara Babinsa dan petani menjadi salah satu kunci untuk mendeteksi lebih awal berbagai persoalan pertanian, mulai dari ketersediaan air, serangan hama, hingga potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem.

“Melalui komunikasi yang baik, setiap permasalahan yang muncul dapat segera dicarikan solusi bersama. Harapannya, produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di wilayah dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.

Tinggalkan Balasan