Jayawijaya, TelusuR.ID — Satgas Yonif 521/DY turut mendukung pelaksanaan Program Badan Gizi Nasional (BGN) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam penyediaan kebutuhan pangan, Minggu (18/5).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah penugasan.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Yonif 521/DY mendampingi masyarakat mulai dari distribusi bahan makanan, pengolahan hasil kebun lokal, hingga keterlibatan warga dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program BGN.
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat disebut tidak hanya membantu kelancaran program pemerintah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial serta bentuk dukungan terhadap program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga,” kata Rahadyan dalam keterangannya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendorong warga menjadi lebih mandiri dan produktif.

“Harapannya perekonomian masyarakat terus meningkat dan hubungan kekeluargaan antara Satgas dan warga semakin erat,” ujarnya.
Warga Distrik Walesi menyambut positif keterlibatan Satgas Yonif 521/DY yang dinilai aktif membantu berbagai kebutuhan masyarakat selama bertugas di wilayah tersebut.
Melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal seperti sayuran, umbi-umbian, dan hasil kebun lainnya, masyarakat disebut mulai memperoleh tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Satgas Yonif 521/DY menegaskan akan terus berkomitmen mendukung terciptanya keamanan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di Papua Pegunungan melalui berbagai program pendampingan sosial dan ekonomi di wilayah penugasan.



