KDKMP Mojongapit Jombang Beroperasi: Warga Apresiasi Rekrutmen Terbuka dan Solusi Kredit Produktif

0
1 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu (16/5/2026) menjadi tonggak sejarah baru bagi penguatan ekonomi arus bawah. Di Kabupaten Jombang, pusat peluncuran ditempatkan di gerai KDKMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang terhubung langsung secara daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Agenda strategis berskala nasional tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala OPD terkait. Tak ketinggalan, para pengurus koperasi serta ratusan warga Desa Mojongapit turut memadati area peluncuran untuk menyaksikan momen bersejarah ini.

Sesaat setelah prosesi peluncuran nasional selesai, Bupati Warsubi beserta rombongan langsung meninjau fasilitas operasional gerai. KDKMP Mojongapit dipastikan telah siap beroperasi penuh untuk menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok serta layanan keuangan mikro bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Mojongapit, Muhammad Iskandar Arif, menyatakan bahwa masyarakat menyambut program ini dengan antusiasme yang sangat tinggi. Ia menilai, kehadiran koperasi besutan pemerintah pusat ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan penguatan ekonomi di tingkat desa.

“Launching Koperasi Merah Putih ini merupakan program Bapak Presiden kami di Desa Mojongapit. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas hadirnya instrumen keadilan ekonomi yang menyentuh langsung ke tingkat desa,” ujar Iskandar dalam keterangannya.

Iskandar memaparkan bahwa seluruh tahapan persiapan, terutama dalam proses pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pengelola, berjalan dengan sangat kondusif. Pemerintah desa bersama pengurus koperasi telah melakukan sosialisasi masif sejak awal melalui penyebaran brosur ke rumah-rumah warga.

Dalam program nasional ini, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mendapat penugasan khusus dari pemerintah pusat untuk mengawal ketat tata kelola program. Badan usaha ini bertanggung jawab penuh dalam pembangunan infrastruktur fisik, pengelolaan fasilitas, hingga proses rekrutmen SDM koperasi.

Berdasarkan pedoman teknis rekrutmen nasional, para pelamar yang dinyatakan lolos seleksi akan diusulkan menjadi tenaga ahli atau staf KDKMP. Kontrak kerja mereka berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

SDM yang direkrut melalui skema profesional tersebut nantinya akan diarahkan untuk membantu efektivitas operasional koperasi sehari-hari. Tugas utama mereka berfokus pada penguatan tata kelola administrasi, manajemen logistik, pelayanan kasir, pembukuan, hingga pengembangan unit usaha.

Iskandar menjelaskan, formasi pengelolaan yang diterapkan sudah sangat ideal dan relevan dengan kebutuhan inti sistem administrasi program nasional. Formasi tersebut mencakup penempatan dua staf SPPI, dua petugas kasir, serta dua petugas unit simpan pinjam di setiap gerai.

“Mandat dari pusat tetap melibatkan peran aktif masyarakat lokal dalam rekrutmen. Karena itu, sebagian besar pengurus inti dan pengelola koperasi ini adalah warga asli desa kami sendiri,” urai Kepala Desa Mojongapit tersebut menambahkan.

Dukungan serupa juga disuarakan oleh perwakilan tokoh masyarakat Mojongapit, Muizun Hakam. Ia memandang kehadiran KDKMP membawa secercah harapan baru, khususnya bagi para pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan mengakses permodalan dan bahan pangan murah.

Muizun mengapresiasi proses rekrutmen pengelola koperasi yang dilakukan secara transparan dan diumumkan terbuka di balai desa maupun ruang publik. Menurut penilaian warga, sistem seleksi wawancara yang telah berjalan dinilai sangat adil (fair) dan bebas dari intervensi.

“Harapan kami, seluruh SDM yang telah direkrut, baik melalui jalur PT Agrinas maupun usulan pemerintah desa, mampu mengemban amanah dengan baik. Mereka harus bekerja profesional sesuai arahan baku dari Bapak Presiden,” tegas Muizun dengan penuh harap.

Lebih jauh, Muizun optimis KDKMP ke depan mampu menyediakan kebutuhan pertanian dan domestik secara berkelanjutan, mulai dari pupuk hingga sembako. Skema simpan pinjam yang ditawarkan koperasi ini juga dinilai menjadi solusi jitu untuk membebaskan warga dari jerat rentenir atau syarat jaminan bank yang rumit.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mengawal keberlanjutan operasional KDKMP di seluruh wilayahnya. Ia meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas ini secara bijak demi memperkuat perputaran modal di dalam desa dan mewujudkan kemandirian pangan lokal.

Tinggalkan Balasan