JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Jombang tahun 2026. Perhelatan yang diikuti oleh para siswa kelas 4 ini dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jombang dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi alpha. Selain mengasah kemampuan komunikasi, lomba ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kekayaan cerita rakyat dan warisan budaya lokal yang ada di wilayah nusantara.
Sebanyak 50 peserta didik terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah siap menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Panitia membagi jalannya lomba dalam dua sesi, di mana 25 peserta tampil pada hari pertama, disusul 25 peserta lainnya pada hari berikutnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono, menegaskan bahwa ajang ini merupakan wadah seleksi untuk mencari bibit unggul. Nantinya, pemenang utama akan didaulat menjadi wakil Kabupaten Jombang dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan bertutur dan keberanian tampil di depan umum. Semoga lomba ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan indeks literasi generasi muda di Jombang,” ujar Thonsom dalam laporan pembukaannya, Selasa (12/5/2026).
Mewakili Penjabat Bupati Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, hadir untuk membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, Agus menekankan bahwa peningkatan minat baca memerlukan inovasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan religius.
Sekdakab mendorong Dinas Perpustakaan agar proaktif melakukan survei ke pondok-pondok pesantren untuk menyediakan buku atau kitab yang relevan dengan kebutuhan santri. Langkah ini dinilai strategis agar gairah membaca terus tumbuh secara merata di seluruh wilayah “Kota Santri”.
Agus juga memberikan pesan penyemangat bagi para peserta agar fokus pada pengembangan kepercayaan diri. Menurutnya, proses menyusun kata dan berani tampil di depan publik jauh lebih berharga daripada sekadar urusan menang atau kalah dalam sebuah kompetisi.

Dukungan nyata juga datang dari Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, yang hadir mendampingi para peserta. Kehadirannya memberikan energi positif bagi para siswa yang tengah berjuang membawakan narasi-narasi lokal di hadapan dewan juri.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua I TP PKK Kabupaten Jombang Ning Ema Erfina Salmanudin, jajaran Staf Ahli Bupati, hingga para pegiat literasi dan praktisi pendidikan. Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan penampilan monolog spesial dari siswi SMA Negeri 3 Jombang, Hibah Mahbubiyahtun Nabilah.
Dari sisi teknis, para peserta dinilai oleh dewan juri kompeten dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pendidikan, komunikasi, hingga budayawan. Kriteria penilaian mencakup performa penguasaan panggung, teknik bertutur, intonasi, hingga kreativitas dalam membawakan materi cerita.
Ada aturan unik dalam lomba ini, yakni peserta dilarang menggunakan instrumen musik pengiring dari perangkat elektronik. Segala bentuk bunyi-bunyian pendukung cerita hanya diperbolehkan berasal dari anggota tubuh peserta guna menguji kreativitas dan kemurnian teknik bertutur.
Pemerintah Kabupaten Jombang telah menyiapkan apresiasi berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan dengan total jutaan rupiah bagi para juara. Penyerahan penghargaan tersebut rencananya akan dilakukan secara simbolis pada Festival Literasi yang digelar Oktober 2026 mendatang.
Melalui sinergi antara sekolah, guru, dan pemerintah, ajang ini diharapkan mampu melahirkan orator-orator muda berbakat. Juara pertama dipastikan memegang tiket emas untuk membawa nama harum Kabupaten Jombang ke jenjang yang lebih tinggi di tingkat Provinsi Jawa Timur.



