JOMBANG, TELUSUR.ID – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur baru saja menorehkan prestasi gemilang melalui gelaran panen raya padi di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian mampu memberikan hasil yang signifikan bagi ketahanan pangan lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KTNA Jatim dengan PT Saprotan Utama Nusantara. Kehadiran berbagai tokoh penting dalam acara tersebut menegaskan betapa krusialnya sektor agraris bagi stabilitas ekonomi nasional saat ini.
Fokus utama dalam panen raya kali ini tertuju pada sosok M. Irfan Rosidi, seorang petani muda berusia 25 tahun sekaligus kader PDI Perjuangan. Di tengah isu minimnya regenerasi petani, Irfan justru muncul dengan pencapaian yang mencengangkan di lahan garapannya sendiri.
Bayangkan saja, lahan yang dikelola pemuda tersebut mampu menghasilkan gabah hingga 13,6 ton per hektar. Angka ini tercatat jauh melampaui rata-rata produktivitas padi nasional, yang biasanya berada di kisaran 5 hingga 6 ton per hektar.
Ketua KTNA Jawa Timur, Sumrambah, memberikan apresiasi setinggi-langit atas capaian tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang ini menilai prestasi Irfan sebagai wujud nyata kemandirian pangan yang dimulai dari tingkat desa.
Menurut Sumrambah, sektor pertanian adalah pilar utama kedaulatan bangsa yang tidak boleh ditinggalkan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor ini sangat bergantung pada tangan-tangan kreatif dari generasi muda yang mau beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Kami sangat bangga melihat anak muda seperti Mas Irfan yang mau turun ke sawah. Ia membuktikan bahwa pertanian, jika dikelola dengan ilmu dan kesungguhan, akan memberikan hasil melimpah,” ujar Sumrambah saat ditemui di lokasi panen dikutip Telusur.id, Rabu (8/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono turut hadir memberikan dukungannya. Kapasitasnya sebagai Dewan Pakar KTNA Jawa Timur membuatnya sangat konsen terhadap isu modernisasi alat dan metode tanam di wilayah Jawa Timur.
Ony menekankan bahwa sinergi antara teknologi pertanian dan semangat regenerasi petani adalah kunci utama menuju kesejahteraan. Baginya, cara-cara tradisional harus mulai dipadukan dengan pendekatan sains agar hasilnya lebih optimal dan presisi.
“Petani harus terus berinovasi dan adaptif terhadap teknologi. Apa yang kita saksikan di Desa Pacarpeluk ini adalah bukti bahwa inovasi mampu meningkatkan harkat dan martabat petani kita,” terang Ony dengan penuh optimisme.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menambahkan bahwa produktivitas yang tinggi secara otomatis akan mengangkat derajat ekonomi para petani. Kemakmuran petani bukan lagi sekadar impian atau slogan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan dengan kerja keras bersama.
Di sisi lain, Wakabid Pertanian dan Peternakan DPC PDI Perjuangan Jombang, Bambang Suirman, melihat prestasi ini sebagai sebuah antitesis. Baginya, ini adalah jawaban telak bagi anggapan miring bahwa sektor pertanian tidak lagi menjanjikan bagi masa depan pemuda.
Kehadiran figur muda yang sukses di sektor agraris diharapkan mampu memicu semangat gotong royong di kalangan pemuda lainnya. Hal ini dianggap vital untuk memperkuat struktur ketahanan pangan daerah agar tidak goyah diterpa tantangan global di masa depan.
Sebagai penutup, melalui kegiatan panen raya ini, PDI Perjuangan Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pro-petani. Pihaknya berjanji akan memastikan ketersediaan pendampingan teknis agar produktivitas tinggi ini bisa dirasakan merata oleh seluruh petani di wilayah Jombang.



