Sidak Gudang Bulog Bersama Mentan, Ansor Jatim Tegaskan Swasembada Pangan Bukan Opini

0
7 views
Bagikan :

SIDOARJO, TELUSUR.ID – Rumor mengenai ketidakakuratan data swasembada pangan di tanah air langsung direspons cepat oleh pemerintah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Komplek Pergudangan Bulog di Buduran, Sidoarjo, guna memastikan ketersediaan stok beras nasional.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, nampak hadir mendampingi Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril. Kehadiran tokoh pemuda ini bertujuan untuk menyaksikan langsung kondisi riil ketersediaan pangan di gudang penyangga utama Jawa Timur.

Usai meninjau tumpukan karung beras di dalam gudang, Musaffa’ Safril menegaskan bahwa apa yang dilihatnya merupakan bukti otentik keberhasilan swasembada pangan. Ia membantah keras anggapan yang menyebut stok pangan saat ini hanya sebatas klaim di atas kertas.

“Kami menyaksikan langsung bagaimana gudang Bulog terisi penuh dengan beras-beras hasil panen petani lokal. Ini adalah fakta nyata di lapangan, bukan sekadar opini atau narasi tanpa dasar,” tegas Safril di Sidoarjo, Minggu (19/4/2026) dikutip Telusur.id

Keterlibatan GP Ansor dalam mengawal isu ini bukan tanpa alasan. Safril mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, GP Ansor Jatim memiliki program khusus bernama “Patriot Ketahanan Pangan” yang bergerak aktif di lini bawah.

Melalui program tersebut, para kader Ansor turut terjun langsung membantu petani dalam mewujudkan kemandirian pangan. Oleh karena itu, Ansor merasa berkepentingan untuk ikut memastikan bahwa hasil peluh petani benar-benar terserap dengan baik di gudang-gudang pemerintah.

Safril menilai, potret swasembada pangan saat ini sangat jelas terlihat jika merujuk pada pengamatan objektif di lapangan serta data yang disajikan oleh pihak Kabulog. Hal ini sekaligus mematahkan keraguan pihak-pihak yang sanksi terhadap kemampuan produksi nasional.

“Sejak awal, GP Ansor yakin swasembada pangan di Jawa Timur itu riil. Keyakinan kami didasarkan pada laporan berkala kader-kader Patriot Ketahanan Pangan yang tersebar di seluruh pelosok Jatim,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Ia pun mengimbau masyarakat luas agar lebih selektif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, penyebaran data yang tidak akurat dapat memicu keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

Berdasarkan pembaruan data terbaru, Safril memaparkan bahwa posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional kian kokoh. Stok beras di wilayah ini dilaporkan telah menyentuh angka yang sangat aman untuk memenuhi kebutuhan warga.

Hingga saat ini, total stok beras di Jawa Timur telah mencapai 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 615.000 ton sudah tersimpan rapi di berbagai gudang Bulog, dengan dukungan fasilitas sewa gudang sebanyak 205 unit yang tersebar se-Jawa Timur.

“Dengan data yang sudah ‘fix’ ini, Jawa Timur jelas telah swasembada pangan. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, yang memastikan stok tetap terkendali,” tandas Safril.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap berada di pihak petani. Mentan menyatakan bahwa swasembada adalah harga diri bangsa yang harus dijaga bersama.

Amran menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan seharusnya menjadi sinyal untuk menutup rapat keran impor beras. Baginya, ketergantungan pada produk luar negeri harus dikurangi seiring dengan meningkatnya produktivitas petani dalam negeri.

Mentan juga memberikan sindiran halus kepada pihak-pihak yang masih meragukan pencapaian ini. Ia menilai, pihak yang menyebarkan isu negatif terkait swasembada pangan adalah mereka yang tidak memiliki keberpihakan pada nasib petani lokal.

“Jika ada yang menyebut kita belum swasembada, mereka itu adalah pihak yang tidak pro-petani. Teman-teman mahasiswa yang hadir di sini bisa menyimpulkan sendiri siapa mereka dan apa kepentingannya,” pungkas Menteri Amran menutup sidak.

Kolaborasi antara kementerian dan organisasi pemuda seperti GP Ansor ini diharapkan menjadi benteng kuat dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Ke depannya, pengawasan terhadap distribusi dan stok akan terus diperketat demi menjamin stabilitas harga di tingkat konsumen.

Tinggalkan Balasan