JOMBANG, TELUSUR.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi muda yang cakap dan bijak bermedia. Komitmen ini diwujudkan melalui program berkelanjutan bertajuk “PWI Jombang Goes To School and Campus”.
Melalui inisiatif tersebut, organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia ini menggelar Safari Jurnalistik yang menyasar berbagai lapisan institusi pendidikan, mulai dari tingkat pelajar menengah hingga mahasiswa di perguruan tinggi.
Kegiatan perdana sebagai pembuka rangkaian program ini dilangsungkan di SMAN 3 Jombang pada Rabu (15/4/2026). Suasana sekolah tampak berbeda dengan kehadiran para kuli disket yang berbagi pengalaman langsung di lapangan.
Puluhan siswa dari berbagai kelas tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Acara yang dikemas secara interaktif dan aplikatif ini membuat para peserta tidak bosan dalam menyerap ilmu kewartawanan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali berbagai materi fundamental yang relevan dengan tren komunikasi masa kini. Materi tersebut mencakup dasar-dasar jurnalistik, teknik videografi, hingga seni fotografi jurnalistik.
Tak hanya soal teknis produksi, para siswa juga mendapatkan materi krusial mengenai pengelolaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Hal ini bertujuan agar mereka tidak terjebak dalam sisi negatif dunia digital.
Materi-materi tersebut disampaikan langsung oleh para jurnalis aktif yang tergabung dalam PWI Jombang. Selain teori, para siswa juga diajak melakukan praktik langsung untuk mengasah insting kreatif mereka.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya organisasi dalam meningkatkan indeks literasi media di kalangan generasi muda, terutama di tengah derasnya arus informasi.
“Safari jurnalistik ini menjadi ikhtiar kami untuk memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen informasi semata,” ujar Mufid di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, target utamanya adalah agar anak muda mampu memproduksi konten yang positif, edukatif, dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sesuai kaidah informasi.

Pria yang juga jurnalis MDTV (dahulu NETTV) ini menilai, kemampuan jurnalistik dan literasi digital adalah bekal wajib di era modern. Generasi muda dituntut harus mampu memilah informasi yang kredibel.
“Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, peran generasi muda sangat strategis untuk menjadi agen perubahan. Kami ingin mereka tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala SMAN 3 Jombang, Saidun. Ia menilai langkah PWI Jombang menghadirkan edukasi langsung ke sekolah adalah terobosan yang sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan saat ini.
Menurut Saidun, kegiatan ini sangat relevan dengan keseharian pelajar yang hampir tidak pernah lepas dari perangkat digital dan internet dalam setiap aktivitas mereka, baik belajar maupun bermain.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan siswa kami tentang dunia jurnalistik yang sebenarnya, serta pentingnya etika dalam bermedia sosial,” ungkap Saidun dengan nada bangga.
Saidun berharap sinergi ini terus berlanjut guna membentuk karakter pelajar yang kritis dan kreatif. Setelah SMAN 3, Safari Jurnalistik ini dijadwalkan menyambangi SMKN 1 Jombang hingga Universitas KH. A. Wahab Hasbullah pada Mei mendatang.



