HPN 2026: Bupati Jombang Ajak Insan Pers Perangi Hoaks di Era Digital

0
30 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang, Warsubi, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang yang secara konsisten mengawal marwah jurnalistik. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Resepsi dan Malam Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Hotel Yusro Jombang, Rabu (8/4/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan, Warsubi mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya acara yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tersebut. Mengingat kegiatan berlangsung di bulan Syawal, ia juga memanfaatkan momentum ini untuk mempererat tali silaturahmi dengan para insan media.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga pertemuan malam ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar mempererat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Warsubi dengan tulus dikutip Telusur.id, Kamis (9/4/2026).

Bagi Warsubi, agenda tahunan yang digelar PWI Jombang memiliki makna yang mendalam bagi keberlangsungan demokrasi di daerah. Ia menegaskan bahwa pers bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi strategis dalam mengawal roda pemerintahan.

Ia menilai pers memegang peran krusial sebagai pengawas kebijakan, penyedia informasi akurat, sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini adalah pengingat pentingnya peran pers dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas di pemerintahan,” tambahnya.

Menyoroti tema HPN 2026, “Pers Sehat dan Berdaya: Strategi Adaptif, Kreatif, serta Inovatif untuk Tetap Konsisten di Era Digitalisasi,” Warsubi menyebut poin-poin tersebut sangat relevan. Menurutnya, dunia jurnalistik saat ini sedang menghadapi tantangan besar akibat pergeseran teknologi yang begitu masif.

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang beralih ke platform digital diakui Warsubi telah mengubah segalanya. Informasi kini mengalir tanpa henti secara real-time, namun sayangnya sering kali muncul tanpa melalui proses verifikasi atau check and re-check yang ketat.

“Fenomena hari ini menunjukkan setiap individu bisa menjadi produsen berita. Kondisi ini seperti pedang bermata dua, karena berpotensi besar memunculkan hoaks, disinformasi, hingga polarisasi yang merugikan ruang publik kita,” tegas orang nomor satu di Jombang tersebut.

Guna menjawab tantangan itu, Warsubi menekankan bahwa kehadiran jurnalis yang profesional dan berintegritas menjadi harga mati. Pers dituntut untuk terus adaptif terhadap teknologi namun tetap teguh memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai panglima dalam berkarya.

Ia berharap para jurnalis tidak larut dalam arus kecepatan tanpa mengindahkan akurasi. Menurutnya, publik sangat membutuhkan sosok insan pers yang mampu menjaga kualitas informasi tanpa harus kehilangan nilai-nilai dasar jurnalistik yang edukatif dan mencerahkan.

Lebih jauh, Bupati Jombang ini mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para wartawan, untuk berdiri di garda terdepan dalam memerangi penyebaran berita bohong. Baginya, hoaks adalah ancaman nyata yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memerangi hoaks. Mari kita hindari pemberitaan yang tidak bertanggung jawab karena dampak negatifnya bisa sangat destruktif bagi kondusivitas wilayah kita,” imbuhnya dengan nada serius.

Selain masalah integritas, Warsubi juga mendorong PWI Jombang untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Sinergitas ini dianggap penting untuk menciptakan iklim informasi yang sehat demi mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Jombang.

Sebagai penutup yang manis, Warsubi melantunkan sebuah pantun sebagai bentuk penghormatan bagi profesi wartawan: “Mendaki gunung jalannya terjal, sampai puncak terasa bahagia. Selamat Hari Pers Nasional, pilar keempat yang harus dijaga.”

Tinggalkan Balasan