BOGOR, TELUSUR.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya bahwa Indonesia akan segera mengakhiri ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Keyakinan ini didasarkan pada potensi besar kekayaan alam dalam negeri yang mampu diolah secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
Dalam pandangannya, Indonesia memiliki modal besar berupa komoditas pertanian yang melimpah, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu. Seluruh komoditas tersebut diproyeksikan menjadi bahan baku utama dalam memproduksi bahan bakar nabati yang dapat diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara hibrida. Agenda peresmian tersebut dilakukan melalui konferensi video langsung dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026).
Prabowo menegaskan bahwa visi menuju kemandirian energi bukanlah rencana baru, melainkan perjuangan panjang yang telah ia suarakan selama bertahun-tahun. Menurutnya, sumber daya alam Indonesia adalah karunia besar yang harus dikelola maksimal untuk kepentingan rakyat.
“Masalah bahan bakar minyak juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Kita memiliki karunia besar bahwa nanti kita mampu memenuhi kebutuhan BBM bukan dari impor, melainkan dari tanaman-tanaman kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo dikutip Telusur.id, Selasa (10/3/2026).
Presiden juga mengungkapkan bahwa dirinya secara rutin mempelajari data terkait kekayaan sumber daya Indonesia. Berdasarkan temuan harian tersebut, ia semakin yakin bahwa potensi baru untuk memperkuat ketahanan nasional selalu tersedia jika dikelola dengan fokus dan inovasi.
Meski diliputi rasa optimisme, Prabowo tetap bersikap realistis terhadap dinamika politik internasional. Ia tidak menampik bahwa situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di Timur Tengah, dapat memberikan tekanan dan tantangan tersendiri bagi ekonomi Indonesia.
Ia menyadari bahwa jalan menuju kemandirian tidak akan selalu mulus dan kemungkinan akan ada masa-masa sulit yang harus dihadapi. Namun, Presiden meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia memiliki kekuatan fundamental untuk melewati berbagai krisis global tersebut.
“Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan. Perkiraan saya, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat, lebih makmur, dan lebih produktif,” tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.
Selain sektor energi, Prabowo turut menyinggung capaian swasembada pangan sebagai pilar kekuatan bangsa. Keberhasilan swasembada beras dinilai menjadi benteng pertahanan penting saat harga energi dunia melonjak yang biasanya berdampak langsung pada stabilitas harga pangan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mensinergikan sektor energi dan pangan agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Langkah ini diharapkan tidak hanya menciptakan kedaulatan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan produksi komoditas energi hijau.



