SURABAYA, TELUSUR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kolaborasi pembangunan infrastruktur melalui Program Pembinaan Jalan Kabupaten. Langkah strategis ini diwujudkan dalam bentuk bantuan aspal drum kepada pemerintah kabupaten/kota guna mempercepat pemeliharaan akses jalan di tingkat lokal.
Program ini dirancang sebagai solusi taktis untuk mempercepat perbaikan jalan kabupaten dan jalan desa di seluruh wilayah Jawa Timur. Fokus utamanya adalah meningkatkan standar kenyamanan serta menjamin keselamatan bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur-jalur penyangga ekonomi daerah.
Sejak diluncurkan pada tahun 2024, ribuan drum aspal telah disalurkan untuk mendukung perbaikan jalan di berbagai titik. Sebagai tahap awal implementasi dua tahun lalu, Pemprov Jawa Timur tercatat telah mendistribusikan lebih dari 1.500 drum aspal yang menyasar empat kabupaten prioritas.
Memasuki tahun 2025, volume bantuan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, sebanyak 5.300 drum aspal telah dialokasikan dan disalurkan kepada 20 kabupaten di Jawa Timur untuk memperluas jangkauan perbaikan infrastruktur jalan.

Tren positif ini berlanjut pada tahun 2026, di mana pemerintah telah merencanakan total bantuan mencapai 7.000 drum aspal. Hingga saat ini, sebanyak 2.500 drum di antaranya telah didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan berdasarkan skala prioritas kerusakan jalan masing-masing.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa skema bantuan aspal drum ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antar-pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi ini penting agar penyelenggaraan infrastruktur jalan tidak hanya bertumpu pada satu lapis pemerintahan saja.
Dalam mekanisme program ini, Pemprov Jawa Timur berperan menyediakan material utama berupa aspal. Sementara itu, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa bertugas menyiapkan pelaksana lapangan serta tenaga kerja untuk melakukan pengerjaan perbaikan di lokasi.

“Dengan dukungan aspal dari Pemprov dan agregat dari kabupaten maupun desa, pemeliharaan jalan seperti penambalan lubang bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Khofifah saat ditemui di Surabaya, Senin (16/3/2026). Ia menekankan bahwa kecepatan penanganan adalah kunci keselamatan warga.
Khofifah menambahkan, peningkatan alokasi bantuan dari tahun ke tahun menjadi bukti komitmen kuat Pemprov Jatim dalam memperkuat konektivitas wilayah. Perbaikan jalan di tingkat desa dan kabupaten dinilai sebagai fondasi utama dalam memperlancar mobilitas masyarakat luas.
“Perbaikan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan aksesibilitas semakin baik sehingga mobilitas warga dan aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa kendala,” kata Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut.

Berdasarkan perhitungan teknis, total bantuan aspal sejak 2024 hingga akhir 2026 diprediksi mampu memperbaiki jalan seluas 485.000 meter persegi. Jika diasumsikan lebar jalan rata-rata lima meter, maka program ini setara dengan perbaikan hampir 100 kilometer ruas jalan.
Peningkatan infrastruktur ini diyakini akan memberikan dampak rembesan (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Jalan yang mulus akan memangkas biaya logistik dan mempercepat distribusi barang dari desa ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di perkotaan.
Khofifah berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar pemerataan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur dapat segera tercapai. “Kerja bersama antara provinsi, kabupaten, dan desa adalah kunci untuk menghadirkan layanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga,” pungkasnya.



