SEMARANG, TELUSUR.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada momentum Ramadan 2026 berjalan efektif dan tepat sasaran. Komitmen ini ditegaskan guna menjamin kualitas asupan gizi bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Nurul Islam di bawah Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Khoirot, Kabupaten Semarang, Selasa (3/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan koordinasi dan pemantauan langsung di lapangan.
Khairul Hidayati, yang akrab disapa Hida, menegaskan bahwa kehadiran BGN di lingkungan pesantren merupakan strategi besar pemerintah. Tujuannya adalah memastikan layanan gizi nasional dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata dan berkeadilan tanpa terkecuali.
“Pesantren seperti Nurul Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual sekaligus sehat secara fisik. Karena itu, kami ingin memastikan Program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para santri,” ujar Hida dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hida memberikan apresiasi khusus terhadap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Tengaran Klero. Fasilitas ini dinilai berhasil menjalankan fungsi pelayanan gizi dengan standar yang tinggi dan berdampak positif bagi warga sekitar.
Hida mencatat bahwa selama bulan suci Ramadan, penyaluran MBG mengalami penyesuaian yang sangat bermanfaat. Program ini turut disalurkan sebagai hidangan berbuka puasa bagi para santri dan warga, sehingga cakupan manfaatnya menjadi jauh lebih luas dan menyentuh sisi sosial.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik pada saat menjalankan ibadah puasa adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan program ini di lapangan.

“Program MBG bukan sekadar pemberian makanan biasa, melainkan investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Kami mengharapkan dukungan penuh dari seluruh unsur yayasan agar pelaksanaannya terus terjaga,” tegas Hida.
Lebih lanjut, BGN menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dalam setiap penyaluran. Hida meminta agar seluruh proses distribusi dilakukan secara tertib dan transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah ini tetap terjaga dengan baik.
Kunjungan strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Muh. Haris dan Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan politis dan eksekutif yang solid terhadap program ketahanan gizi nasional.
Turut hadir pula unsur Forkopimcam, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Semarang, serta perangkat desa setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan agar program Makan Bergizi Gratis terus memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi bangsa di masa depan.



