Terima Delegasi Rusia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Ekspor Kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia

0
99 views
Bagikan :

JAKARTA,TelusuR.ID – Di tengah dinamika perdagangan global yang terus bergerak, peluang baru terbuka bagi kopi Indonesia. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, saat menerima Delegasi Rusia-Indonesia untuk coffee market Rusia di Jakarta, Kamis (12/2/26).

Dalam pertemuan tersebut, Bamsoet menyoroti besarnya potensi pasar Rusia bagi kopi-kopi unggulan Indonesia, khususnya Gayo dari Aceh dan Mandailing dari Sumatera Utara. Menurutnya, pergeseran peta perdagangan dunia serta meningkatnya konsumsi kopi di kawasan Eurasia menjadi momentum strategis yang tidak boleh dilewatkan.

Data perdagangan tahun 2025 mencatat, ekspor kopi Indonesia secara keseluruhan telah menembus lebih dari US$ 1 miliar dengan volume mencapai ratusan ribu ton. Rusia pun mulai masuk dalam daftar pasar dengan pertumbuhan tercepat di luar Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Rusia adalah pasar besar dengan lebih dari 140 juta penduduk dan tingkat konsumsi kopi yang terus meningkat, terutama di kota-kota seperti Moskow dan St. Petersburg. Dalam dua tahun terakhir, permintaan terhadap kopi meningkat signifikan. Ini peluang emas bagi kopi Gayo dan Mandailing yang memiliki karakter rasa kuat dan unik,” ujar Bamsoet.

Delegasi yang hadir antara lain Tatiana Diouba, Dmitri Situmeang, Ali Amra, Ahmad Sujai, Rifqi Aji, dan Taufiq R.

Bamsoet menjelaskan, kopi Gayo dan Mandailing telah lama dikenal di pasar internasional. Kopi Gayo memiliki aroma kuat dengan tingkat keasaman rendah dan karakter rasa yang bersih. Sementara kopi Mandailing dikenal dengan body yang tebal, keasaman rendah, serta sentuhan aroma tanah dan herbal yang khas. Di berbagai lelang internasional, kedua varietas ini bahkan mampu mencatat harga dua hingga tiga kali lipat dibanding kopi komersial biasa.

“Kita punya kualitas kopi yang diakui dunia. Tantangannya sekarang adalah memastikan pasokan yang konsisten, menjaga standar mutu, serta memperkuat branding Indonesia di pasar Rusia. Importir Rusia membutuhkan kepastian kualitas dan kontinuitas suplai. Di sinilah peran pemerintah dan asosiasi eksportir menjadi krusial untuk mendampingi petani dan UMKM,” jelasnya.

Sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, Bamsoet juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia. Perundingan dagang dengan Eurasian Economic Union dinilai membuka peluang tarif yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.

Di tengah dinamika geopolitik global, Rusia disebut tengah melakukan diversifikasi sumber impor, termasuk untuk komoditas pangan dan minuman berkualitas. Indonesia, menurut Bamsoet, berada pada posisi strategis untuk menjadi mitra yang andal.

“Dalam konteks geopolitik saat ini, Rusia mencari mitra baru yang bisa dipercaya. Indonesia harus hadir sebagai pemasok yang konsisten dan berkualitas. Kita perlu diplomasi ekonomi yang agresif, misi dagang terpadu, serta promosi kopi Gayo dan Mandailing di berbagai pameran internasional di Moskow dan kota besar lainnya. Jangan sampai peluang ini direbut negara lain seperti Vietnam atau Brasil,” pungkas Bamsoet. (*)

Tinggalkan Balasan