GUBERNUR JATIM BUKA RAKERNAS PERGUNU DAN JKSN: “JADIKAN ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN”

0
66 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) sekaligus peresmian gedung Kantor Pusat JKSN, Sabtu (14/2).

Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, serta Wakil Walikota Surabaya Armuji.

Gubernur Khofifah mengapresiasi acara Rakernas Pergunu dan JKSN ini dan berharap agar peresmian Kantor Pusat JKSN bisa membawa manfaat besar dan seluruh jaringan kiai santri bisa menjadi penyejuk bangsa.

“Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap bahwa ini akan jadi rumah besar yang menyejukkan. Karena para ulama senantiasa menjadi penyejuk, pendamai, dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan,” kata Khofifah, dikutip Telusur.id, Minggu (16/2/2026).

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya komitmen setiap anggota untuk menjadikan Islam rahmatan lil ‘alamin. “Di JKSN kita bersama tentu punya komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan untuk semua pihak. Bagaimana dari sisi pikiran, kita punya global mindset. Tetapi dari sisi kebijakan, antara local wisdom dan global mindset,” terangnya.

Menko Djamari Chaniago hadir dengan menceritakan kisah heroisme peran santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan bagaimana KH Hasyim Asy’ari mencetuskan perlawanan yang memicu pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

“Inilah yang kita rayakan setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semuanya bermula di Jawa Timur. Oleh karena itu, nyala api itu sampai redup. Harusnya semakin membesar, agar kita bisa mengabdi sepenuhnya kepada bangsa ini,” ujarnya.

Ketua Umum JKSN KH. Asep Saifuddin Chalim menegaskan posisi strategis pesantren dalam sejarah pendidikan dan perjuangan bangsa. “Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikannya pertama di Indonesia. Di saat-saat belum ada layanan pendidikan, pondok pesantren telah menjalankan pendidikan, dan pondok-pondok pesantren menjadi sentral perjuangan melawan penjajah di mana-mana,” ujarnya.

Dengan komitmen dan semangat yang sama, JKSN dan Pergunu siap menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa dan negara yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan