JOMBANG, TelusuR.ID — Pagi di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang terasa berbeda pada Kamis (11/12/2025). Udara masih lembut, matahari belum sepenuhnya meninggi, namun suasana begitu hangat oleh raut bahagia ratusan pegawai yang berkumpul lengkap—mulai dari staf kantor hingga para petugas lapangan, baik P3K penuh maupun paruh waktu.
Hari itu bukan sekadar apel rutin. Ada rasa syukur yang memancar dari wajah-wajah mereka. Sebanyak 325 pegawai P3K paruh waktu menerima Surat Keputusan (SK) yang telah lama mereka nantikan. Apel pagi pun berubah menjadi apel istimewa yang sarat haru dan kebanggaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang, Miftahul Ulum, bersama Sekretaris Dinas Amin, hadir memimpin jalannya kegiatan yang sekaligus dijadikan momentum syukuran oleh seluruh jajaran DLH.

“Kita Semua Sama, Kita ASN”
Dalam amanatnya, Ulum menegaskan bahwa seluruh pegawai, baik ASN maupun P3K—baik penuh maupun paruh waktu—memiliki kedudukan yang setara di mata kedinasan.
“Artinya kita ini sama. Panjenengan ASN, saya juga ASN. Kedudukan kita setara sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya, disambut anggukan para peserta apel.
Ulum lalu mengingatkan dua hal penting yang harus selalu menjadi pegangan setiap aparatur negara:
1. Setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945.
Pegawai dilarang keras terlibat dalam organisasi ataupun kelompok yang bertentangan dengan ideologi negara. Pelanggaran atas aturan ini, tegasnya, bisa menjadi dasar penghentian status kepegawaian.
2. Menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik.
Ia menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam bekerja.
“Tidak boleh ngeluh. Saya tidak mau mendengar ada yang mengeluh terhadap aduan masyarakat. Kita ini pelayan publik,” ujarnya.

Apel kemudian ditutup dengan doa bersama. Suasana syahdu tercipta saat seluruh jajaran memanjatkan rasa syukur atas SK yang diterima, sekaligus berharap agar setiap pegawai dapat mengemban tugas dengan lebih profesional dan penuh integritas.
20 Tahun Mengabdi, Baru Kini Resmi Diangkat P3K
Di tengah kerumunan wajah-wajah ceria, tampak seseorang yang tak bisa menyembunyikan rasa haru: Ilyas, tenaga harian lepas yang telah mengabdi sejak tahun 2002. Dua puluh tahun bukan waktu singkat, namun hari itu ia akhirnya memegang SK yang menandai status barunya sebagai P3K.
“Alhamdulillah,” ucapnya pelan namun penuh makna.
Ilyas mengaku lega setelah penantian panjangnya membuahkan hasil. SK itu tentu bukan sekadar dokumen, tetapi simbol pengakuan atas dedikasi selama dua dekade. Ia tak sabar untuk membawa kabar bahagia ini ke keluarganya.
Ketika ditanya soal harapannya ke depan, ia menjawab mantap,
“Pasti ditingkatkan kerjaannya. Lebih rajin lagi.”
Kisah Ilyas hanyalah satu dari ratusan cerita pengabdian panjang yang akhirnya menemukan titik terang hari itu. Momentum ini menjadi pengingat bahwa dedikasi, betapa pun lama waktunya, pada akhirnya akan menemukan penghargaan yang layak.



