Teguhkan Komitmen Gerakan Peduli Anak Sekolah, Dewan Pendidikan Jombang Targetkan Anak Tidak Sekolah Turun 25% Dalam Setahun.

0
157 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID – Dewan Pendidikan Kabupaten  Jombang meneguhkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Jombang. Hal ini tercermin dalam gerak cepat Dewan Pendidikan Jombang untuk menggelar Rapat mengenai Gerakan Peduli Anak Sekolah (Gerpas) pada Jumat, 3 Oktober 2025. Rapat tersebut dipimpin langsung Cholil Hasyim sebagai ketua Dewan Pendidikan Jombang. Rapat menghasilkan sejumlah keputusan penting sebagai langkah nyata mengatasi permasalahan anak tidak sekolah (ATS) yang masih mencapai sekitar 5.404 anak hingga 2025.

Dewan Pendidikan Jombang menilai kondisi masyarakat saat ini di tengah gempuran tantangan global yang semakin kompleks, pendidikan tetap menjadi kunci untuk membuka pintu masa depan. Namun, bagi banyak anak di berbagai penjuru Kabupaten Jombang, akses terhadap pendidikan yang layak masih menjadi impian yang jauh. Di balik semangat belajar yang tak pernah padam, ada mereka yang harus berjalan jauh, bahkan melewati banyak rintangan, hanya untuk bisa duduk di bangku sekolah.

Gerakan Peduli Anak Sekolah (Gerpas) hadir untuk mengubah kenyataan tersebut. Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala oleh kondisi ekonomi, jarak, atau fasilitas yang terbatas. Gerakan ini adalah bentuk solidaritas kita bersama untuk menciptakan perubahan yang nyata bagi anak-anak yang membutuhkan.

Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, melalui Program Gerakan Peduli Anak Sekolah (GERPAS), berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata agar anak-anak tersebut dapat kembali menikmati pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang. Program ini dirancang berbasis partisipasi masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta mengutamakan pendampingan terpadu.

Rapat yang fokus menindaklanjuti gerakan ini menyepakati empat agenda utama: penyusunan nota kesepahaman (MoU) dengan Baznas sebagai mitra penyalur dana donatur dan sebagai amil, penyempurnaan proposal pengajuan dana CSR ke Bank Jatim, AFCO, dan OPD terkait, pengumpulan data menyeluruh SD, SMP, dan SMA se-Jombang, serta persiapan teknis deklarasi Gerpas di Pendopo bersama Bupati Jombang.

Program Gerpas merupakan upaya kolektif Dewan Pendidikan dengan kolaborasi lintas sektor, bertujuan nyata menurunkan angka anak tidak sekolah minimal 25% dalam satu tahun. Selain pemberian beasiswa, perlengkapan sekolah, layanan kesehatan, dan pendampingan psikososial, program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya hak dasar pendidikan setiap anak.

Dewan Pendidikan menegaskan, fokus penanganan awal adalah kecamatan Jombang, Ploso, Peterongan, Kabuh, dan Wonosalam dengan perhatian lebih pada anak-anak yatim, dhuafa, korban kekerasan, broken home, dan anak putus sekolah.

Cholil Hasyim menggaris bawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat untuk mewujudkan Jombang ramah anak. “Pendidikan adalah hak dasar anak bangsa. Kami berkomitmen menghadirkan solusi konkret agar anak-anak ini kembali ke bangku sekolah dan memperoleh perlindungan menyeluruh,” ujarnya.

Setiap anak adalah harapan bagi masa depan. Mereka adalah generasi yang akan membangun bangsa, tetapi untuk mencapai itu, mereka perlu diperlakukan dengan adil. Pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi, bukan hanya untuk yang beruntung, tetapi untuk setiap anak tanpa kecuali.

Mari kita ciptakan masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak Indonesia. Peduli Anak Sekolah bukan sekadar gerakan, tetapi sebuah tanggung jawab sosial yang harus kita emban bersama. (Rat)

 

Tinggalkan Balasan