Kawal Yai Mim Digelorakan Relawan dan Simpatisan Murid

0
80 views
Faizudin Fil Muntaqobat asal Jombang/foto istimewa
Bagikan :

MALANG, TelusuR.id – Menyikapi persoalan Yai Mim dan Sahara yang semakin membara di tengah arus digital media sosial. Justru arus dukungan kepada Yai Mim membanjiri di berbagai platform media sosial.

Arus balik dukungan tersebut yang awalnya kepada Sahara saat ini kepada Yai Mim. Arus dukungan tersebut datang dari Santri, Murid, Simpatisan Yai Mim dan para netizen.

Hal itu di ungkapkan, Faizudin Fil Muntaqobat asal Jombang. Menurutnya dukungan ini mengalir begitu tahu gurunya di intimidasi. Sehingga untuk menjaga martabat seorang guru, ia bersama relawan simpatisan lainnya akan berkordinasi.

Kata dia, sebagai informasi para Santri, Murid, dan Simpatisan Kiai Imam Muslimin (Yai MIM, Dosen UIN Malang) dari berbagai daerah di Indonesia akan turun lapangan menjaga kehormatan seorang guru.

Dimana, menurutanya, harkat dan martabatnya terganggu dan mengalami pengusiran dari tanah dan rumahnya sendiri. Untuk itu, ia menggalang kekuatan untuk aksi bela guru yang diagendakan pada hari Selasa 7 Oktober 2025

“Aksi ini mengawal beliau yang akana hadir di Polresta Malang diagendakan pada pukul 9 pagi hari, para santri, murid dan simpatisan Yai Mim yang bertempat di Business Center UIN Malang,” ujarnya.

Pihaknya menyebut bahwa dukungan ini sangat bermakna bagi dirinya yang merupakan seorang santri, murid dan simpatisan Yai Mim.

“Menjaga martabat dan marwah Guru atau Kiyai kami yakini akan mempermudah hidup, memberikan keberkahan, kelancaran rezeki, dan ilmu yang bermanfaat, serta meningkatkan kualitas diri dan kebahagiaan di dunia dan akhirat,” tegas Gus Faiz sapaan akrabnya.

Ia juga menjelaskan, perspektif yang di pakai dalam menjaga marwah guru atau kyai adalah peran guru dalam membentuk peradaban berbangsa dan bernegara dengan menjadi agen pembangunan bangsa, yang menanamkan ilmu, karakter, nilai-nilai moral, dan keterampilan sosial.

“Belia mengajarkannya kepada generasi penerus, sehingga menghasilkan masyarakat yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu berkontribusi positif bagi kemajuan dan kejayaan bangsa,” tutur Gus Faiz yang juga Ketua LBHAM.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa agenda pengawalan Yai Mim di Polresta Malang dirancang untuk memantau proses penerapan hukum yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam masyarakat, serta memastikan bahwa hukum tersebut dilaksanakan dan ditaati oleh setiap warga negara (Lurah, Ketua RW, RT dan Masyarakat).

“Kami memastikan proses berjalan adil dan dipatuhi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan