Gus Lilur Bangkitkan Hegemoni Usaha Lintas Sektor Usai Perang Panjang Lawan Mafia Lobster

0
78 views
Bagikan :

SURABAYA, TelusuR.id – HRM. Khalilur R Ab Sahlawiy, Pengusaha Muda yang memiliki berbagai lini usaha ini semakin serius memantapkan perjalanan usahanya.

Kali ini, ia menamai perjalan usaha dengan sebutan (AKUR AMAT KAU PEDRAS) yaitu, Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan, Beras.

Gus Lilur, demikian kerab dipanggil Pengusaha asal Situbondo ini menyebut sembilan belas bulan waktu telah dicurahkan untuk pengembangan usaha di bidang perikanan budidaya.

“Saya tercurah tertumpah untuk berupaya berperan serta mengekspor benih bening lobster atau BBL dari Indonesia ke Vietnam,” ujar Gus Lilur, Kamis 04 September 2025.

Namun, kata dia, selama itu pula dirinya seakan mendapat prank oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, aturan Kementrian itu dibuat seakan gelap tidak ada kepatuhan sama sekali.

Gus Lilur merasa bersyukur, ketika per 1 Agustus Presiden RI memutuskan memberhentikan sementara ekspor BBL dari Indonesia ke Vietnam.

Bahkan, Presiden RI juga menarik otoritas jewenangan aturan ekspor dari Kementerian KKP melalui Kepmen KKP No. 7 Thn 2024 menjadi langsung akan diatur Presiden melalui PERPRES yang sedang digodok untuk diterbitkan.

“Kabarnya, aturan baru di PERPRES tersebut akan melibatkan lintas kementerian dan lembaga diantaranya, Kemenkeu, Kemenlu, BPK, KPK, POLRI, TNI, KEJAGUNG, KKP, kemungkinan juga KEMENHAN,” ungkapnya.

Perubahan tersebut membuat dirinya merasa lega, karena menurutnya, dengan aturan main yang setara dan obyektif dirinya bersama Bandar Laut Dunia atau Balad Grup akan menjadi raja lobster dunia melalui pasar di Vietnam.

“Pasar ini sudah saya kuasai dan suplai dari Indonesia sedang disiapkan untuk dihegemoni,” terangnya.

Untuk menata itu, Gus Lilur menuturkan pihaknya sedang merencanakan 10 Hari lagi, 17 Tim BALAD Grup – Direksi dan karyawan akan bergerak ke satu provinsi untuk membuat tiga hal.

Yaitu, membuka kantor cabang di Provinsi dan Kabupaten, membuka sembilan gudang untuk penampungan dan pembelian BBL, mendirikan dua ratus KUB (Kelompok Usaha Bersama) dengan ribuan nelayan dan bekerjasama dalam wujud menyiapkan ratusan kapal dan alat tangkap BBL secara bertahap.

Gus Lilur membeberkan, saat Balad Grup menata kembali rencana hegemoni ekspor BBL, saat bersamaan akan kembali menata usaha Akuakultur di gugusan teluk Kangean.

“Ketika Balad Grup fokus di kegiatannya, saya akan kembali memulai menata agenda kerja lainnya yang terbengkalai karena perang panjang dengan mafia lobster,” ujarnya.

Pengusaha Muda NU ini mengungkapkan pihaknya perminggu kemarin sudah mulai kembali menata giat tambang-tambang. Seperti rencana awalnya, dari ratusan tambang itulah usaha lainnya akan dibumikan segera.

Disebutkan dia, Pabrik rokok bintang sembilan yang harus segera dibangun. Pabrik beras harus segera dibangun. Perkebunan tembakai harus segera dikuasai. Pabrik air mineral harus segera didirikan. Perdagangan hasil pertanian, perkebunan, perikanan budidaya harus segera dilaksanakan.

“Saya bangga dan bahagia, Presiden Republik Indonesia benar-benar berani memberangus Mafia. Inilah saatnya, bekerja maksimal, kerja jujur dan idealis yang sudah didukung Jend. TNI. Purn. Prabowo Subianto,” katanya.

Pengusaha Santri Alumni Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini berharap perjalanan usaha dinamai AKUR AMAT KAU PEDRAS dibidang Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan dan Beras berjaya membersamai Indonesia.

“Mari bersama cintai Indonesia. Mari bersama bangun jaya Indonesia. Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tutup Gus Lilur yang sering orang sebut juga Sang Surya Majapahit itu.

Tinggalkan Balasan