JOMBANG, TelusuR.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyampaikan bahwa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BMT NU bukanlah bagian dari entitas PCNU Jombang.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua PCNU Jombang, H Basyarudin. Menurutnya, Nahdlatul Ulama telah memiliki lembaga sendiri yang menangani zakat, infak, dan shodaqoh, yaitu LAZISNU.
“Ini sebagai respon atas munculnya UPZ BMT yang menggunakan nama dan logo NU,” tutur Basyarudin yang juga Kordinator Tim Aset PCNU Jombang.
Ia menilai penggunaan nama dan logo NU ini perlu dipahami bersama oleh seluruh pengurus NU, baik PC NU, MWC, hingga Ranting, dan jamaah NU agar tidak salah dan keliru.
Basyarudin menyatakan semua aktivitas pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh (ZIS) jamaah NU telah dilakukan oleh PC LAZISNU hingga MWC dan Ranting NU, bahkan badan otonomnya.
“Semua lembaga dan banom, baik Muslimat, Ansor, Fatayat NU, telah memiliki tugas masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada jamaah agar tidak tumpang tindih,” tegasnya.
Basyaruddin, selaku pengurus harian PCNU Jombang, menegaskan bahwa UPZ BMT NU bukanlah entitas PCNU karena secara organisasi tidak ada keterkaitan dengan PCNU Jombang.
Menurut Ketua Badan Aset NU Jombang tersebut, LAZISNU tidak pernah memberikan legalitas pendirian UPZ atas nama BMT NU.
“Ini sesuai dengan keinginan para kyai dan pengurus pengelolaan zakat yang diserahkan kepada LAZISNU,” katanya.
Ia membeberkan, PCNU Jombang secara kelembagaan pernah mempertanyakan mengapa BMT NU ngotot mengelola dana zakatnya sendiri dan meninggalkan LAZISNU.
Padahal, dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) BMT NU sebelum diubah, tercantum bahwa zakat BMT dikelola melalui LAZISNU.
“Akan tetapi, sekitar dua atau tiga tahun terakhir, ada anggaran sekitar Rp. 90 juta yang dikelola sendiri oleh BMT NU tanpa LAZISNU. Ini menjadi pertanyaan banyak pihak,” tandasnya.



