Jejak Bung Karno Di Jombang Tak Terbantahkan, Bupati Di Minta Terbitkan SK Situs Tempat Lahirnya

0
253 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Ploso menjadi tempat kelahiran Presiden RI Pertama Soekano tidak terbantahkan lagi. Hal itu dilatari dari berbagai bukti yang dipaparkan sejumlah pihak dan pemerhati sejarah di Kabupaten Jombang.

Jejak tokoh yang dikenal dengan sebutan Bung Karno di Ploso ini tidak terbantahkan lagi. Sejarah kelahiran Bung Karno di Rejoagung, Ploso, pada 6 Juni 1902, makin kuat.

Berdasarkan data yang dihimpun pegiat sejarah, Bung Karno dilahirkan di sebuah rumah di Gang Buntu Desa Rejoagung. Adapun diskusi tentang sejarah kelahiran Bung Karno di Jombang pun kerap digelar.

Beberapa pihak yang mendukung Rejoagung, Ploso, sebagai tempat kelahiran Bung Karno antara lain, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang yang pada 2024 merekomendasikan penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso.

Binhad Nurrohmat, budayawan dan peneliti sejarah, yang memaparkan bukti dokumen dan foto pendukung kelahiran Bung Karno di Ploso, serta menyimpulkan Soekarno lahir di Jombang.

Prof. Anhar Gonggong (UI) dan jurnalis Sukarnois Roso Daras, dalam seminar “Jejak Tokoh Bangsa di Jombang”, yang merekomendasikan situs di Ploso sebagai cagar budaya.

Selanjutnya, Putri Bung Karno, Sukmawati dan Rahmawati Soekarno Putri, yang juga pernah menyatakan Bung Karno lahir di Jombang.

Sementara, Peneliti lokal seperti Kuswartono dan Binhad Nurrohmat yang mengumpulkan bukti lisan dan dokumen pendukung.

Binhad Nurrohmat, mengatakan, dokumen tertua tentang kapan dan di mana Soekarno lahir terdapat di “Buku Induk ITB 1920-1930” yang menyatakan Raden Soekarno lahir 6 Juni 1902 di Surabaya.

Menurutnya, ketika itu Kawedanan Ploso (Jombang) bagian Karesidenan Surabaya. Belum ada dokumen kelahiran Soekarno yang lebih tua dari dokumen di buku induk itu. Sampai sekarang belum ditemukan dokumen akta lahir Soekarno dan semua ijazahnya sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Soekarno lahir di Ploso, 6 Juni 1902 didasarkan sejumlah data. Ada dokumen yang menyatakan Raden Soekeni bekerja di Ploso sejak 28 Desember 1901,” ujar Gus Binhad, sapaan akrabnya, Kamis 19 Juni 2025.

Ia menjelaskan, Soekarno pertama kali menempuh pendidikan di Sekolah Desa di Ploso berdasarkan dokumen dari era Pendudukan Jepang. Pamannya Soekarno dari garis ayahnya, RMP Sajid Soemodiardjo dari Kediri, berkisah antara lain bahwa Soekeni bekerja di Ploso dan Soekarno lahir di Ploso (sebagai anak kedua).

Sedangkan Kiai Abdul Mu’thi dari Ploso mengisahkan Raden Soekeni ketika pindah ke Ploso (1901) masih punya satu anak perempuan bernama Soekarmini. Catatan Raden Soekeni menyatakan Ir. Soekarno lahir 6 Juni 1902.

Penulis otobiografi Soekarno bernama Cindy Adams berfoto di halaman rumah kelahiran Soekarno di Ploso pada 16 Januari 1964. Dalam foto itu ada beberapa orang lain selain Cindy Adams yang masih dikenali oleh warga Ploso, rumahnya di Ploso dan kuburannya pun di Ploso.

“Klaim rumah kelahiran Soekarno di Pandean di Surabaya sampai sekarang belum terbukti data sejarah pendukungnya. Kenapa rumah kelahiran Soekarno di Ploso yang datanya sangat kuat tidak ditetapkan sebagai situs cagar budaya,” ujar Gus Binhad.

Ia menyebut, warisan prasasti dan candi di Jombang, juga situs kelahiran Soekarno di Ploso, belum ditetapkan misalnya sebagai cagar budaya peringkat kabupaten.

“Penetapan semua itu sebagai cagar budaya selain bisa menjaga aset sejarah juga akan menambah bobot dan prestise Jombang,” katanya.

Sementara, Komunitas Pelestari Sejarah (Kompas) Jombang juga mendesak Bupati Jombang, Warsubi, segera menetapkan situs kelahiran Proklamator Ir. Soekarno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Pemerintah Kabupaten Jombang sebaiknya segera gerak cepat menetapkan titik nol Bung Karno sebagai tempat kelahirannya,” ujar Ketua Kompas Jombang, Mochamad Hendy, akrab disapa Gembit.

Gembit menegaskan, bukti dan data yang ada menunjukkan Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902, bukan di Surabaya pada 6 Juni 1901.

“Ternyata fakta menyebutkan Bung Karno lahir di Gang Buntu Rejoagung Ploso,” tegasnya.

Gambit berharap Bupati segera mengeluarkan SK sebelum akhir tahun. Karena menurutnya, dari berbagai literatur yang dipaparkan dan fakta itu sudah cukup mewakili, maka SK bisa diterbitkan sebelum naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Lebih jauh, Gambit menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah menjajaki wacana pembebasan lahan di situs tersebut. Ia akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menjaring donasi.

“Teman-teman juga siap kalau diajak urunan. Kita bisa ajak komunitas-komunitas lain juga,” katanya.

Tinggalkan Balasan