Eks Kadistan Jombang Diduga Keseleo Lidah

Ilustrasi Rubuha/image by ainul hafidz Radar Jawa Pos

JOMBANG, TelusuR.ID  –  Hingga memasuki kwartal ketiga kalender anggaran 2021, paket swakelola tipe 4 rumah burung hantu (rubuha) Distan Jombang, ternyata belum sampai ke tangan Poktan. Bahkan Poktan yang ditemui TelusuR.ID mengaku tidak tahu menahu soal paket tersebut. 

Adalah Remin dan Kasmadi. Masing-masing Ketua Poktan Pelabuhan Barat dan Poktan Sembung Kecamatan Plandaan. Ditemui dikediaman masing-masing, Senin (27/9), kedua ketua Poktan ini mengaku tidak tahu menahu soal paket rubuha 2021, dan keduanya juga mengaku tidak pernah mendapat soaialisasi. 

Bacaan Lainnya

“Sampai hari ini (25/9) tidak ada 
 rumah burung hantu masuk kesini. Dan kami juga tidak pernah diberitahu kalau ada bantuan, “ucap Remin yang ternyata senada dengan Kasmadi, dikediaman masing-masing. Mereka sama-sama mengamini bahwa pagupon terakhir yang masuk ke kawasan itu adalah pagupon tahun anggaran 2020. 

Dari data yang dihimpun, Poktan Pelabuhan Barat dan Poktan Sembung, tahun ini masuk daftar penerima paket rubuha (swakelola) dan sekolah lapang dari Distan Jombang. Dari dua paket tersebut, tutur mereka, yang sudah terlaksana adalah sekolah lapang. Yakni Pelabuhan Barat sudah rampung. Sedang di Sembung masih menyisakan dua pertemuan sekolah lapang. 

Selain Poktan Pelabuhan Barat dan Poktan Sembung, masih ada 21 Poktan lain yang tahun ini mendapat paket serupa dari Distan Jombang. Belum diketahui, apakah 21 Poktan tersebut juga mengalami hal serupa sebagaimana Poktan Pelabuhan Barat dan Poktan Sembung. Juga belum diketahui, apakah paket dinyatakan berlanjut atau malah dibatalkan. 

Hanya bila merujuk pada pernyatan eks Kadistan Jombang yang saat ini menjabat Kadisnakertrans Jombang, Priadi, tanda bahwa akan ada pembatalan paket rubuha tidak pernah terjadi. Sebagaimana disampaikan kepada TelusuR.ID melalui chat whatsapp, (15/7), dengan jelas Priadi menyebut bahwa 78 rubuha tahun anggaran 2021 sudah terpasang dan sudah terisi burung hantu. 

Tidak hanya itu, Priadi juga mengklaim bahwa rubuha 2021 merujuk pada hasil penilitian salah satu Perguruan Tinggi. Bahkan terhadap tudingan pagu rubuha 2021 terbilang jomplang dibanding rubuha 2020, dan itu potensial merugikan keuangan negara karena perencanaan konstrukai tidak baku,  Priadi dengan enteng menanggapi bahwa tudingan tersebut tidak benar. 

“Pagu rubuha 2021 senilai Rp 3,5 juta itu hanya untuk pagupon saja. Tanpa pondasi dan tiang penyangga. Sedang pemasangan pagupon diserahkan kepada Poktan sesuai kemapuan masing-masing, “tulis Priadi pada chat whatsapp, (15/7). Lalu, jika sampai hari ini Poktan Pelabuhan Barat dan Sembung belum menerima paket rubuha 2021, lantas apa yang dimaksud Priadi bahwa rubuha sudah terpasang dan terisi burung hantu? (redaksi)

Tinggalkan Balasan