Paket Swakelola Dinkes Juga “Terendus” Bermasalah

ilustrasi Kantor Dinkes Jombang/image by Faktualnews.co

JOMBANG, TelusuR.ID  –  Selain paket pengadaan langsung (PL), paket swakelola tipe 1 Dinkes Jombang tahun anggaran 2021 juga disinyalir bermasalah. Khususnya pada item kegiatan pengadaan barang. Dari sejumlah paket yang dirilis ke ruang publik, banyak ditemui paket swakelola tipe 1 yang tidak mungkin bisa dilaksanakan Dinkes Jombang. 

Sebagaimana Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) Nomer 8/2018 tentang pedoman swakelola, yang dimaksud swakelola tipe 1 adalah swakelola yang rencanakan, dikerjakan, serta diawasi oleh K/L/P/D (Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah) sebagai penanggung jawab anggaran. 

Bacaan Lainnya

Dari ketentuan tersebut, sedikitnya media ini mencatat ada 15 kegiatan swakelola tipe 1 yang tidak mungkin bisa dipenuhi atau dilaksanakan Dinkes Jombang. Antaralain adalah, belanja suku cadang-suku cadang (pengembangan plikasi simpus), kode 25655541, dengan pagu Rp 25 juta. Kemudian belanja kursus singkat/pelatihan, kode 25648962, dengan pagu Rp 131.600.000. Serta 13 paket serupa lainnya.

Kecuali belanja kursus singkat/pelatihan, secara garis besar, 15 paket swakelola tipe 1 berkutat seputar pengadaan barang. Yakni belanja mamin rapat (3 paket), belanja kursus singkat/pelatihan (2 paket),  belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor dan cover (2 paket), belanja hadiah yang bersifat perlombaan (3 paket), belanja suku cadang (1 paket), serta 4 paket pengadaan barang lainnya. 

“Paket seperti belanja suku cadang, belanja bahan kegiatan kantor, belanja hadiah, kursus singkat dan patihan, serta mamin, itu tidak mungkin bisa dilaksanakan lewat swakelola tipe 1. Karena pemenuhan barang hanya bisa diperoleh dari pihak ketiga, atau dengan kata lain harus beli dari pasar. Sedang swakelola tipe 1 harus dikerjakan sendiri oleh dinas, sehingga sejumlah paket tersebut tidak mungkin bisa dilksanakan, “tegas seorang sumber. 

Dari sekian paket itu, tercatat ada dua kegiatan yang dipagu lebih dari Rp 50 juta. Yakni belanja kursus singkat/pelatihan dengan pagu Rp 131.600.000. Serta paket mamin rapat, kode 25856403, dengan pagu Rp 179.655.000. Khusus mamin, tutur sumber, selain Dinkes tidak memiliki divisi memasak sehingga mamin harus dibeli dari pihak ketiga, pelaksanaan paket juga rawan penyimpangan karena mekanisme swakelola tergolong longgar. 

Sedang paket belanja kursus singkat/pelatihan senilai pagu Rp 131.600.000 (kode 25648962), juga tidak mungkin dilakukan swakelola tipe 1, karena Dinkes tidak memiliki kompetensi (keahlian) sebagai tutor. “Kegiatan seperti kursus dan pelatihan itu jelas melibatkan pihak ketiga atau ahli. Dan itu jelas bukan swakelola tipe 1. Jika Dinkes ngotot menyebutnya swakelola tipe 1, emang darimana rujukannya?, “pungkas sumber kepada TelusuR.ID. (redaksi)

Tinggalkan Balasan