TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 342

Asyik Mabuk Belasan Anggota Perguruan Silat Diringkus Polisi

0

JOMBANG, TelusuR.id – Personil gabungan Polrrs Jombang menggerebek aksi sejumlah pemuda anggota perguruan silat mabuk-mabukan di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang Sabtu (2/6) dini hari.

16 pemuda yang juga anggota perguruan silat berhasil dibekuk polisi dalam penangkapan itu.

Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasihumas Iptu Kasnasin mengatakan, operasi dan razia itu dilakukan petugas gabungan di sebuah gudang kargo di Desa Mojongapit, Jombang.

“Jadi penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya kegiatan pemuda yang minum minuman keras di situ,” ungkapnya.

Petugas pun, kemudian langsung menuju ke lokasi yang dimaksud.
Ternyata benar, di lokasi itu petugas berhasil menemukan puluhan pemuda yang tengah asyik menenggak minuman haram.

“Ada 16 orang yang berhasil diamankan,” lanjutnya.
Mereka pun kemudian diamankan dan digiring ke Mapolres Jombang untuk dilakukan pembinaan.

“Kasusnya kemudian diserahkan ke piket Satreskrim Polres Jombang untuk dilakukan interogasi,” imbuhnya.

Diketahui kemudian, para pemabuk ini ternyata tergabung dalam perguruan silat.
Sebagai tindakan pembinaan, para pemabuk ini juga diberikan sanksi berupa hukuman fisik dan psikis.

“Orang tua dan perangkat desa masing-masing juga dipanggil untuk menjemput anak-anaknya ini,” lontarnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah sepeda motor yang dipakai mereka untuk berkegiatan terlarang itu.
Sepeda motor yang tak sesuai spesifikasi alias tak standar, kemudian dilakukan penindakan tilang.

“Motornya ditilang dan ditahan hingga sebulan ke depan,” pungkasnya.

Iptu Kasnasin mengimbau para orang tua agar mencari anaknya, apabila setelah jam 22.00 wib belum pulang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Iptu Kasnasin juga menegaskan bahwa kepolisian akan terus menggelar razia miras dengan tujuan untuk membersihkan Kota Santri ini dari penyakit masyarakat yang menyuburkan maksiat.

“Minuman keras tidak hanya dilarang agama, namun ada Perda yang mengatur peredarannya. Selain itu, ada sangsi bagi para penjual atau pengedarnya,” pungkasnya.

Mobil Patroli Polisi di Sulap Jadi Gerobak Sayur Gratis Untuk Warga Megaluh Jombang

0

JOMBANG, TelusuR.id – Anggota polisi di Jombang mendadak menyulap mobil patrolinya menjadi gerobak sayur. Gerobak sayur polisi ini berkeliling kampung setiap Jumat untuk membagikan sayur-sayuran ke warga secara gratis sembari berpatroli.

Ya, cara unik berpatroli ini dilakukan oleh personel Polsek Megaluh. Mobil patroli dengan bak terbuka itu, mereka rakit layaknya gerobak sayur. Bagian belakang mobil yang biasa dipakai mengangkut personel ataupun pelaku kriminal itu pun menjadi tempat meletakan sayur-sayuran.

Sayuran yang dibeli dari Pasar Megaluh itu dikemas dengan tas kresek dan diikat di sisi kiri kanan bak belakang mobil. Kemudian sayuran-sayuran itu dibawa keliling kampung untuk dibagikan ke warga.

Sayuran yang dibagikan berupa kangkung, kacang panjang, terong, mentimun hingga bayam. Tentunya sayuran-sayuran itu dibagikan secara gratis.

“Mobil patroli ini kita sulap menjadi gerobak sayur untuk keliling kampung. Kita bagikan setiap hari jumat untuk jumat berkah,” kata Kapolsek Megaluh AKP Wawan Purwoko, dalam keterangannya kepada TelusuR.id Senin (03/06/2024).

Sambil membagikan sayuran, lanjut AKP Wawan Purwoko, para personel Polsek Megaluh ini juga melakukan sosialisasi kamtibmas ke masyarakat.

“Jadi ini kita juga berpatroli. Kami berikan sosialisasi ke masyarakat terkait kamtibmas di kampung,” ucapnya.

Mobil patroli pembawa sayuran itu awalnya membuat warga kaget. Sontak saja, para emak-emak berbondong-bondong mendatangi mobil patroli saat berhenti di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh.

“Kirain tadi pak polisi jualan sayur. Ehh setelah saya kesini ternyata dibagikan gratis. Terima kasih pak polisi, sering-sering kayak gini ya,” kata Lilik (45), warga Desa Sidomulyo.

Sementara terpisah, Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi mengapresiasi inovasi yang dilakukan para personel Polsek Megaluh itu. Ia berharap, patroli dengan cara bagi-bagi sayuran itu dapat membatu masyarakat.

“Ini bentuk inovasi yang bagus, kami apresiasi. Jadi kita bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat. Kita bisa dengar keluhan langsung dari masyarakat melalui patroli itu,” pungkasnya.

Resmi di Lantik, Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor di Dominasi Kader Asal Jatim

0
Tiga Kader Ansor Jatim yang terpilih masuk dalam Pengurus Harian dan Dewan Penasehat Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2024-2029. foto: kolase/istimewa.

JAKARTA, TelusuR.id – Pengurus Harian Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2024-2029 resmi dilantik dan dikukuhkan pada 27 Mei 2024 di Jakarta. Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo berikut Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam susunan kepengurusan Ansor yang dikomandoi Ketua Umum Addin Jauharudin itu, kader asal Jawa Timur mendominasi jajaran pengurus harian. Total ada 10 kader Ansor asal Jatim yang mendapat mandat sebagai pengurus harian pusat ormas pemuda terbesar di nusantara tersebut, dan satu di jajaran Dewan Penasehat

“Ya wajar menurut saya kalau kader Ansor asal Jawa Timur mendominasi kepengurusan Pimpinan Pusat. Apalagi Jatim ini basis nahdliyin, punya sejarah panjang terkait Gerakan Pemuda Ansor,” kata pengamat sosial dan komunikasi, Surokim Abdus Salam, Senin (3/6/2024).

Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura ini mengungkapkan, banyak tokoh senior Ansor yg berasal dari Jawa Timur dan pasti melakukan pembinaan dan kaderisasinya yang lebih baik dan lebih mapan. Apalagi prestasi-prestasi para ketua Ansor yang berasal dar Jatim sudah terbukti teruji dan handal sehingga menjadi tokoh nasional.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini mengatakan, fakta itu membuat kader-kader Ansor Jatim seolah punya prioritas dan magnitude. Sebab, secara kuantitas harus diakui tokoh-tokoh potensial pemimpin Ansor nasional sebagian besar berasal dari Jatim.

“Jadi secara kultural dan struktural memang Ansor punya relasi sejarah dengan kader-kader dari Jatim. Disamping itu sesepuh dan peran para kiai khos punjer memang sebagian besar ada di Jatim, sehingga stok kader dan gus-gus di Ansor selalu melimpah dan harus didistribusikan di setiap tingkatan struktural,” terang Surokim.

Dua diantara 10 pengurus harian tingkat Pusat GP Ansor asal Jatim itu diantaranya adalah, Gus Abid Umar Faruq dan Gus Syafiq Syauqi.

Gus Abid diberi mandat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Bidang Infrastruktur Jaringan dan Distribusi Kader. Gus Abid juga sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2024-2029.

Sementara Gus Syafiq ditunjuk menjadi Ketua Pimpinan Pusat Bidang Ketahanan Nasional dan Bela Negara. Saat ini Gus Syafiq juga masih berstatus Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim.

Sedangkan satu kader di jajaran Dewan Penasehat adalah Gus Irsyad Yusuf. Bupati Pasuruan dua periode itu dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Penasehat.

Jaringan 98 Dukung Menkominfo Gaspol Benahi dan Majukan Dunia Digital Indonesia

0
Jurubicara Jaringan '98, Ricky Tamba

JAKARTA, TelusuR.id – Jejaring aktivis pergerakan reformasi atau Jaringan 98 menilai Indonesia mempunyai modal kuat dalam mengatasi problematika di era kekinian atau kemajuan digital menuju kemakmuran Bangsa Indonesia.

Menurut juru bicara Jaringan 98 Ricky Tamba, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi bangsa berdaulat dan maju di bidang digital dan teknologi, guna memakmurkan rakyat menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia saat ini memiliki ratusan juta anak muda yang mengikuti perkembangan zaman dan aktif di media sosial serta berbagai aplikasi multiplatform, ini merupakan potensi yang besar yang sangat dipahami oleh berbagai kekuatan asing, dapat menjadi sebuah kekuatan dahsyat di dunia masa depan,” ujar Ricky, dikutip TelusuR.id, Selasa (02/07/2024).

Dia menegaskan semestinya hal ini menjadi atensi para elite serta seluruh pemerhati, bagaimana mengatasi dan mencari solusi bagi berbagai problematika digitalisasi dan finansialisasi, sehingga Indonesia tak hanya menjadi pangsa pasar semata.

“Tapi menjadi pemain handal dalam pertarungan ekonomi-politik global yang sangat dipengaruhi kemajuan digital dan teknologi,” imbuh Jurubicara Jaringan 98, Ricky Tamba menegaskan.

Dalam hal peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), lanjutnya, adalah momentum penting bagi Indonesia untuk kian berbenah, beradaptasi dan berinovasi.

Penilaian Jaringan 98, terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sudah berada di jalan yang tepat dengan berbagai terobosan program kementerian serta kerjasama dengan berbagai negara besar dan perusahaan digital dunia seperti Google, Microsoft, X (Twitter) dan lain sebagainya.

“Baru menjabat setahun, Budi Arie Setiadi berhasil memberikan gairah dan angin segar tak hanya bagi para pelaku bisnis digital, tapi juga membuka ruang bagi kreativitas anak muda dan Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM),” katanya.

Terlebih, imbuh dia, Menkominfo yang baru ini sangat luwes bergaul dan mendengarkan aspirasi berbagai kalangan guna perbaikan ke depan.

“Dinamika pro-kontra pasti ada, terlebih pasca peretasan PDNS, yang sebenarnya fondasinya dibangun di era menteri sebelumnya. Jadi ibaratnya, yang sekarang mesti ‘cuci piring dan beres-beres’ banyak hal,” tegas Ritam, sapaan akrabnya.

Terkait kebijakan melawan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal, Jaringan ’98 berpendapat bahwa perintah atau penugasan Presiden Joko Widodo melalui Menkominfo Budi Arie Setiadi adalah sangat strategis, karena judol dan pinjol ilegal dengan daya rusaknya dapat melemahkan ketahanan dan kedaulatan bangsa.

Bahkan data resmi, sudah jutaan orang terjerat dengan nilai perputaran uang hingga ratusan triliun rupiah, akibat iming-iming mendapatkan uang dengan jalan pintas.

“Perang modern tak hanya perang moneter dan siber, tetapi juga perang cortex, di mana kekuatan asing mempengaruhi pemikiran dan mental sebuah bangsa, agar mudah ditundukkan dan dikuasai. Judol dan pinjol ilegal ini ditengarai juga menjadi bagian dari hal ini. Karena bila utamanya generasi muda telah terjerat, menjadi malas dan mudah mengambil jalan pintas hingga tak produktif, maka bangsa Indonesia akan lebih mudah dikendalikan,” tambah Ricky.

Jaringan 98 berharap, Menkominfo Budi Arie Setiadi terus bekerja keras membangun ekosistem digital Indonesia yang kian handal sebagai bagian dari mewujudkan kedaulatan dan kemajuan bangsa. Cara-cara yang kreatif inovatif mesti dilakukan agar mampu menggalang seluruh potensi khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami yakin, dengan latar belakang sebagai aktivis dan mantan jurnalis, Menkominfo mampu berakselerasi kian cepat dan tepat, bekerjasama dengan lintas kementerian/ lembaga terkait. Dialog-dialog dan literasi digital mesti kian dimasifkan, bahkan mesti merangkul banyak anak muda yang cerdas-cerdas di bidang digital dan teknologi, yang kerap disebut sebagai hacker cracker, sehingga menjadi bagian dari kekuatan digital yang dahsyat. Ayo Menkominfo bisa! Gaspol benahi dan majukan dunia digital Indonesia,” pungkas Ricky Tamba.

PKS – Demokrat Komitmen Bangun Jatim, Kang Irwan dan Mas Emil Ini Bertemu

0
DPW PKS Jawa Timur melakukan kunjungan ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim. foto: istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Setelah mengunjungi kantor Partai Gerindra dan Golkar Jawa Timur, kali ini pengurus DPW PKS Jawa Timur melakukan kunjungan ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim pada 31 Mei 2024.

Dalam kunjungannya, rombongan pengurus PKS Jatim langsung disambut oleh Ketua DPD Partai Demokrat Emil Elestianto Dardak dan pengurus lainnya.

Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa silaturahim kebangsaan yang dilakukan PKS Jatim ke kantor Partai Demokrat Jatim lahir dari keinginan yang sama untuk berkontribusi membangun Jawa Timur.

Ia menyampaikan, setelah kontestasi Pileg, kemudian akan dilanjutkan dengan Pilkada yang merupakan sarana memunculkan kader-kader terbaik untuk memimpin Jawa Timur.

“Silaturahim ini merupakan proses politik, harus dibangun intensif agar menciptakan situasi kondusif. Jika pada akhirnya, pilihannya berbeda, ini merupakan kebijakan masing-masing partai,” kata Kang Irwan, dalam keterangannya, Sabtu (1/6/2024).

Namun, ia melanjutkan, jika dalam proses menjalin komunikasi ada titik temu, ini juga merupakan fakta politik yang pada akhirnya menjadi kebijakan masing-masing partai.

Terkait Pilkada, dalam kesempatan tersebut, Irwan menyampaikan DPD Kabupaten/kota se-Jawa Timur sedang proses komunikasi dengan para calon dan parpol politik dimasing-masing daerah. Termasuk pilgub, hingga saat masih proses untuk menjajaki komunikasi dengan Bu Khofifah.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Dardak mengaku rutin berkomunikasi dengan Ketua PKS Jatim, Kang Irwan.

“Alhamdulillah hari ini temen-temen PKS berkenan bersilaturahmi ke kantor kami. Kita ngobrol-ngobrol santai, tujuannya ukhuwah. Apalagi setelah pileg, setelah sama-sama berjuang, berkompetisi, alhamdulillah hari ini kita menjaga kerukunan dan persatuan,” kata Emil.

Menurutnya, pertemuan hari ini PKS-Demokrat Jatim berbincang tentang kondisi hari ini di Jawa Timur.
Karenanya, menurutnya, komunikasi harus terus dijaga dengan baik.

Dalam kesempatan itu Emil didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Muhamad Reno Zulkarnaen, Bendahara Agung Mulyono, Kepala BPOKK DPD Mugianto, Sekretaris BPOKK DPD Muhammad Saifuddin, Sekretaris Bappilu DPD Dedi Irwansa, dan Wakil Bendahara DPD, Subianto.

Sementara Irwan didampingi oleh Plt Sekretaris DPW PKS Jatim Mashuri, Wakil Sekretaris Frimainto Utomo, Bendahara Lilik Hendarwati, Ketua Bidang Polhukam Dwi Hari Cahyono dan Ketua Bidang Kepemudaan Dian Heri.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Khofifah Ajak Seluruh Elemen Bangsa Untuk Terus Membumikan Pancasila

0

SURABAYA, TelusuR.id – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa membumikan Pancasila. Menurutnya, eksistensi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia harus terus dijaga oleh setiap generasi.

“Pancasila harus terus dibumikan, jangan sekadar menjadi jargon. Hal ini penting karena tantangan Pancasila pun semakin besar di tengah globalisasi dimana banyak merebak ideologi alternatif melalui media sosial yang mudah diakses oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, dan konsumerisme,” ungkap Khofifah di Surabaya, Sabtu (1/6/2024).

Gubernur Jawa Timur Periode 2019-2024 ini menyebut masyarakat jangan sampai kehilangan daya tarik untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut dihawatirkan jika nilai-nilai Pancasila tidak dibumikan dengan semestinya. Padahal Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi nilai nilai religiusitas, persatuan, kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong.

Menurut Khofifah, Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar. Karenanya, tidak ada alasan bagi kita untuk mengesampingkan nilai-nilai Pancasila tersebut.

“Membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan atau pembelajaran berkesinambungan menjadi sesuatu yang mutlak harus dilakukan di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu juga mengingatkan agar Peringatan Hari lahir Pancasila jangan hanya berakhir sebagai sebuah rutinitas dan seremonial, tapi harus menjadi momentum untuk membangun kebersamaan menuju peradaban baru.

Pancasila, kata Khofifah, harus direpresentasikan sebagai sebuah ideologi toleransi, ideologi pluralisme, ideologi multikulturalisme, dan ideologi kemanusiaan. Dengan begitu, tidak ada satu anak bangsa pun yang merasa menjadi minoritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan hanya sejarah, tapi juga masa depan. Ayo, songsong Indonesia Emas 2045 dengan selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jaga kebhinekaan, jaga kerukunan, junjung tinggi persatuan dan kesatuan. Selamat Hari Lahir Pancasila 2024!,” pungkasnya.

Pj Bupati Pidie Mutasi 80 Pejabat Eselon III dan IV, Tegaskan Perpanjangan Masa Jabatan hingga Terpilihnya Bupati Baru

0

Pidie, Aceh, TelusuR.id – Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., melakukan pelantikan pejabat administrator kab pidie di oproom kantor bupati pada 31 Mei 2024.

Ditengah acara pelantikan, menjawab pertanyaan wartawan perihal masa jabatan penjabat Bupati Pidie, Wahyudi menegaskan bahwa penjabat bupati pidie ditugaskan untuk mengawal pilkada kabupaten Pidie.

“Dua bulan terakhir ini adalah waktu evaluasi triwulan ke empat tahun kedua pada Juli 2024. Tetapi bukan berarti berakhirnya masa jabatan penjabat bupati Pidie.”

Pernyataan ini sekaligus menjawab isu yang berkembang bahwa kepemimpinan Wahyudi akan selesai dua bulan lagi.

Beberapa pejabat yang dimutasi antara lain Bakri, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Glumpang Baro, kini dipindahkan sebagai Camat Batee. Posisi Bakri di Glumpang Baro kemudian diisi oleh Muhammad Jabannur. Selain itu, Irwan kini menjabat sebagai Camat Mila, Mahji dipercaya menjadi Camat Pidie, Husaini ditempatkan sebagai Camat Kota Sigli, Furqan menduduki posisi Camat Glumpang Tiga, Nasrul menjadi Camat Mutiara, dan Ikhsan sebagai Camat Indrajaya.

Dalam sambutannya, Wahyudi juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

“Mari kita menjaga netralitas menjelang Pilkada tahun 2024, karena beberapa bulan ke depan akan berlangsung pesta demokrasi,” ujarnya.

Wahyudi menegaskan bahwa mutasi ini bertujuan untuk mengisi kekosongan dan merotasi pejabat guna mengoptimalkan pelayanan publik, serta memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan efektif dan efisien menjelang Pilkada.

Dengan adanya perpanjangan masa jabatan Wahyudi hingga terpilihnya bupati definitif, diharapkan stabilitas pemerintahan dapat terjaga dan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Di Irak, Khofifah Petik Keteladanan Tokoh Sufi Imam Ma’ruf Al-Karkhi

0
Muhibah Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Baghdad Irak sampai di kawasan Rahmaniyah. foto: istimewa.

BAHGDAD IRAK, TelusuR.id – Baghdad dan Irak kental disebut sebagai buminya para sufi. Menjelajah satu per satu para ahli tasawuf di negeri Irak seolah tak ada habisnya.

Muhibah Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Baghdad Irak sampai di kawasan Rahmaniyah, Kamis (30/5/2024). Sengaja datang ke sana, wanita yang juga Gubernur Jatim periode 2019-2024 tersebut secara khusus berziarah ke makam Imam Ma’ruf al Karkhi.

Ia merupakan tokoh pengembang ilmu tasawuf yang penuh keteladanan mengajarkan nilai-nilai kesantunan, dan mengajarkan tentang konsep tuma’ninah atau ketenangan jiwa sebagai puncak cinta pada Sang Pencipta.

Begitu tiba di makam Makam Imam Ma’ruf Al Karkhi, Khofifah dan rombongan diterima langsung oleh Assayyid Dr Hamed Abdul Aziz Sheikh Hamad. Beliau tak lain adalah Pimpinan Asosiasi Ulama di Iraq, Imam Besar dan Khatib Makam Imam Ma’ruf Al Karkhi.

Di makam tersebut seluruh rombongan mengirimkan doa, bertawasul dan juga berdialog dengan Assayyid Dr Hamed Abdul Aziz Sheikh Hamad. Khofifah mengatakan, banyak keteladanan yang bisa dipetik dari seorang ulama sufi Imam Ma’ruf al Karkhi.

“Alhamdulillah kami diterima langsung oleh Assayyid Dr Hamed Abdul Aziz Sheikh Hamad. Kami sempat berdialog dan bahkan diajak untuk menengok perpustakaan yang ada di komplek masjid dan makam,” terang Khofifah.

Komplek masjid dan makam Imam Ma’ruf Al Karkhi ini cukup besar dan memang memiliki perpustakaan khusus yang menyimpan kitab-kitab tasawuf, kitab-kitab fiqih dan termasuk kitab-kitab karya dari Imam Ma’ruf Al Karkhi. Jumlah kitab dalam perpustakaan tersebut mencapai ribuan kitab. Khofifah menyempatkan diri untuk menelisik dan menjelah setiap lorong di perpusatakaan tersebut.

“Tidak sembarang tamu diizinkan untuk masuk ke perpustkaan tersebut. Namun dengan keramahan Assayyid Dr Hamed Abdul Aziz Sheikh Hamad alhamdulillah kami tamu khusus yang diizinkan menengok perpustakaan tersebut,” tegas Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah dan rombongan diajak untuk belajar keteladaan dari tokoh sufi Imam Ma’ruf Al Karkhi. Bagaimana sosok beliau mengajarkan ilmu tasawuf dengan sudut pandang yang penuh kesantunan dan kebaikan.

“Dalam kitab Imam Fariduddin Attar yang berjudul Tadzkirah al-Auliya diceritakan bahwa suatu saat Imam Ma’ruf Al Karkhi bersama beberapa santrinya naik perahu di sungai Tigris, Irak,” cerita Khofifah.

“Di sana, mereka melihat sekelompok pemuda sedang bermusik sambil mabuk mabukan di atas perahu. Seraya santri beliau usul agar perahu tersebut ditenggelamkan,” imbuhnya.

Imam Ma’ruf Al Kharki pun kemudian menengadahkan tangan berdoa kepada Allah. Namun bukan doa agar sekelompok muda tersebut ditenggelamkan, namun sebaliknya, beliau malah mendoakan kebaikan untuk para pemuda tersebut agar segera bertobat.

“Beliau berdoa ‘Ya Allah jika Engkau telah senangkan hidup mereka di dunia maka senangkanlah mereka di akhirat kelak,’. Mendengar doa ini maka kagetlah para santri beliau. Ketika beliau ditanya kenapa justru mendoakan agar mereka disenangkan di akhirat, Maka Imam Ma’ruf Al Kharki menjawab jika mereka ditenggelamkan maka mereka akan mati dalam keadaan berlumuran dosa,” urai Khofifah.

Tetapi jika didoakan agar Allah menyenangkan mereka di akhirat maka berarti Imam Ma’ruf Al Karkhi mendoakan mereka agar segera diberi kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik. Begitulah dikatakan Khofifah, Imam Ma’ruf Al Kharki dikenal ulama tasawuf yang agung yang mengajarkan kesantunan dan bertutur kata yang baik.

“Dalam cerita tersebut ditampilkan bagaimana seorang Imam Ma’ruf Al Karkhi mengajarkan akhlak dalam doanya. Di saat murid-muridnya memintanya untuk mendoakan keburukan, beliau meresponsnya dengan cara yang tidak seperti mereka harapkan. Beliau berdoa memohon kebaikan bagi para pemabuk itu di dunia dan akhirat,” terang Khofifah.

Jika dicermati dengan baik, ujar wanita yang juga Ketua Umum IKA Unair tersebut, kalimat doa yang dipanjatkan Imam Ma’ruf Al Karkhi mengandung makna yang sangat dalam. Tidak mungkin seseorang bisa bersenang-senang di akhirat jika mereka ahli maksiat dan tidak pernah beramal baik. Artinya, dengan doa tersebut Imam Ma’ruf al-Karkhi sedang memohonkan tobat untuk mereka, tapi dengan cara yang halus dan beradab.

Sisi menariknya, Imam Ma’ruf al-Karkhi melibatkan murid-muridnya dalam proses pengajaran akhlak melalui doa ini. Dengan demikian, murid-muridnya turut mendapat pahala dari tobatnya para pemabuk itu, yang akhirnya membuat mereka lebih sadar terhadap tanggung jawab seorang muslim kepada muslim lainnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu mengungkapkan, dalam doa Imam Ma’ruf Al Karkhi tersebut juga mengajarkan adab dan seni bertutur kepada Allah. Bahwa ada cara berdoa yang beradab dan berseni tutur tinggi dengan maksud-maksud tertentu yang terkandung di dalamnya.

Di sisi lain, konsep ajaran tasawuf yang diterapkan Imam Ma’ruf Al Karkhi juga tentang hasil perolehan jiwa dari mahabbah (cinta) yang dirasakan oleh Rabiah al Adawiyah. Menurutnya, cinta harus dilanjutkan sampai titik tuma’ninah (ketenangan jiwa). Karena cinta dan ketenangan itulah yang menjadi tujuan tasawuf.

Imam Ma’ruf Al Karkhi mengajarkan bahwa kebahagiaan yang sebenarnya dan kekal bukanlah kekayaan harta benda, melainkan kekayaan hati. Kekayaan hati hanya dapat dicapai melalui makrifah(pengenalan) terhadap yang dicintai. Apabila yang dicintai telah dikenal, terwujudlah kebahagiaan dan ketentraman dalam hati dan menjadi kecil segara urusan kebendaan dalam penglihatan hati.

“Begitulah beliau mengajarkan bahwa cinta pada Sang Pencipta haruslah menghasilkan tuma’ninah atau ketenangan jiwa, itulah tujuan dari tasawuf itu,” urai Khofifah.

“Semoga kita bisa senantiasa meneladani apa yang diajarkan oleh Imam Ma’ruf Al Karkhi. Dan Allah memasukkan kita semua dalam golongan bersama orang-orang yang shalih,” pungkasnya.

Polres Jombang Gerebek 5 Lokasi Penjual Miras Untuk Remaja

0

JOMBANG, TelusuR.id – Timsus Saber Miras Polres Jombang menggerebek enam lokasi penjual minuman keras (miras) untuk para remaja di kabupaten setempat dengan menyita ratusan botol minuman keras.

Lokasi yang digerebek yakni warung milik Rodji di Jl Sutawijaya, Jelakombo. Di sini, disita barang bukti 404 botol miras. Warung milik Slamet Hariono alias Mamek Jl. Teuku Cikditiro Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang dengan barang bukti 5 botol miras.

Kemudian di warung milik Supartono warga Kwangen Desa Pulorejo Kecamatan Ngoro dengan brang bukti 411 botol miras, lalu di warung milik Kasiono alias Basir, Desa Tunggorono Kecamatan Jombang dengan Barang bukti 13 botol miras serta warung milik Sumali di Dusun Gentengan gg 5 Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang yang tutup saat didatangi petugas begitu pula di warung milik tukiran di blimbing gudo.

Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasihumas Iptu Kasnasin mengatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah tim patroli presisi banyak menemukan remaja yang terjaring petugas karena konvoi melibatkan gangster, perguruan pencak silat, knalpot brong, boncengan 3 tanpa memakai helm dari mulutnya bau alkohol habis menenggak miras.

“Setelah diinterogasi petugas, mereka mengaku habis menenggak miras di 5 titik penjual miras tersebut,” kata Iptu Kasnasin, Selasa (28/5/2024).

Dari pengakuan itu, timsus bentukan AKBP Eko Bagus Riyadi bergerak senyap melakukan penggerebekan dan menemukan aktifitas jual beli miras.

“Seperti lazimnya minum kopi diwarkop, warung milik roji,mamek, cukup membayar Rp10 ribu dapat 1 gelas kecil mau nambah dengan berdalih kurang hangat nambah 1 gelas merogoh kocek 10 ribu lagi total 20 rb sudah bikin kepala puyeng,” katanya.

Ia menjelaskan, rata-rata setelah minum mereka langsung pergi karena pembeli sudah antre mirip andok diwarung kopi. “Para konsumen di lima lokasi itu kebanyakan remaja yang masih kelas 1 atau 2 SMA atau putus sekolah,” katanya.

Iptu Kasnasin mengharapkan seluruh warga agar peduli dengan Jombang yang identik kota santri dengan banyak ponpes besar. Kepedulian itu dengan cara menginformasikan kepada polisi tentang adanya peredaran miras.polisi pasti akan menindak tegas dan kita harapkan bersama jombang bebas dari miras karena dampaknya sangat dasyat merusak mental generasi penerus bangsa.dampak minuman keras akan berpengaruh rusaknya pranata sosial karena tidak bisa membedakan antara benar dan salah dan akibatnya mabuk bisa mencuri, menganiaya, memalak, cabul dan membunuh.

“Di Kabupaten Jombang ini juga ada aturan perda miras, maka harus zero miras. Kami imbau para orang tua yang mengetahui anaknya pada jam 22.00 wib belum pulang agar dicari. Jangan sampai terlibat pada kejahatan jalanan atau mabuk-mabukan,” pesannya.

Terhadap pelaku ditindak tegas dan diterapkan Pasal 7 ayat (1) Perda Jombang no 16 tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian minuman berakohol.

Khofifah Menjelajah Perpustakaan Al Qadiriyah, Perpusatakaan Tertua dan Terbesar di Negeri Pusat Peradaban dan Kebudayaan Islam

0
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa didampingi cicit Syekh Abdul Qadir Al Jailani yaitu Maulana Assayyid Assyech Afeefuddin Al Jailani mengunjungi perpustakaan Al Qodiriyah, Bagdad. foto: istimewa.

IRAK, TelusuR.id – Layak jika Baghdad dikenal sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam setelah masa Khalifah Al-Mansyur. Baghdad di masa pemerintahan Abbasiyah telah memenuhi cahaya ilmu dengan pesatnya pembangunan seni dan budaya Islam.

Pembangunan masif diwujudkan dengan pembangunan sekolah, madrasah, masjid, istana dan pembangunan perpustakaan yang bersejarah. Perkembangan Intelektual Islam di Baghdad ini banyak mendatangkan tokoh-tokoh ilmuan tertinggi baik dalam bidang ilmu umum maupun agama.

Sehingga, pada tahun 800 M, Kota Baghdad telah menjelma menjadi kota besar yang menjadi pusat pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan politik. Kota ini semakin menarik banyak ilmuwan dari seluruh dunia untuk mencari ilmu.

Termasuk Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yang merupakan warga Jilan Iran, yang kemudian memutuskan untuk hijrah menimba ilmu menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Menimba ilmu di pusat peradaban yang kemudian hingga kini masyhur dikenal sebagai pelopor sufisme thariqati dunia.

Perpusatakaan yang menjadi magnet para ilmuwan menuju Baghdad turut menarik perhatian Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Selama berada di Kota Baghdad Irak, salah satu tempat yang sangat ingin ia kunjungi adalah perpusatakaan.

“Di Irak ada tiga perpustakaan besar saat ini. Pertama adalah perpustakaan nasional, kedua perpustakaan milik kementeriann wakaf dan ketiga perpustakaan Al Qodiriyah yang berada di kompleks Syech Abdul Qadir Jailani,” kata Khofifah, Rabu (29/5/2024).

Dipandu oleh cicit Syekh Abdul Qadir Al Jailani yaitu Maulana Assayyid Assyech Afeefuddin Al Jailani, yang tak lain adalah pimpinan dan penanggung jawab Makam dan Madjid Abdul Qadir al-Jailani dan pendiri lembaga wakaf Al Qadiriyah, Khofifah begitu antusias menjelajah seluk beluk Perpusatakaan Al Qodiriyah.

Pasalnya, perpustakaan yang terletak di area masjid dan makam Sulthonul Auliyah Syech Abdul Qadir Jailani ini menjadi salah satu perpustakaan terpenting dan tertua yang masih bertahan di Baghdad.

Tak kurang ada 68 ribu kitab dari berbagai disiplin ilmu yang tersimpan di perpustakaan yang didirikan oleh Abu Said al-Mubarak al-Mukharami.

Perpustakaan ini sempat mengalami beberapa kali kerusakan terutama ketika konflik berkecamuk antara Safawiyah dengan Ottoman pada 1623 M. Beruntung, pada masa modern, Presiden pertama Irak, segera merenovasi dan menyelamatkan koleksi-koleksi perpustakaan tersebut.

“Di perpustakaan Al Qodiriyah ini masih tersimpan sekitar dua ribu naskah yang belum dicetak dan masih berbentuk manuskrip. Semua tersimpan sangat rapi dan terawat dengan katalog yang sistematis. Sehingga mudah dicari jika dibutuhkan,” tegas Khofifah.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu mengungkapkan, ratusan ribu orang mengunjungi perpusatakaan ini setiap tahunnya. Bahkan masyarakat Baghdad dan Irak sendiri juga sangat betah untuk berlama-lama bergelut dengan kitab-kitab yang ada di perpusatakaan ini.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya literasi masyarakat Irak begitu terbangun dan terjaga. Yang sekaligus membuktikan bahwa Baghdad masih menjaga nilai-nilai dan tradisi sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam di masa-masa kejayaannya.

“Kesadaran masyarakat Iraq untuk menjaga, melestarikan budaya cinta ilmu sangat patut untuk diteladani. Bagaimana kemajuan ilmu yang berkembang di Irak hingga menarik ilmuwan dari bergagai belahan dunia untuk belajar di sini membuktikan bahwa Baghdad menjadi pusat peradaban di masa lampau. Dan hingga saat ini kitab-kitab di sana masih terjaga dan terawat,” pungkas Khofifah