TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 340

Implementasi P5, PAUD Al Wardah Laksanakan Gelar Karya Apresiasi Produk Buatan Anak

0

JOMBANG, TelusuR.id – Sebagai upaya penguatan kurikulum merdeka dan puncak kegiatan dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), PAUD Al Wardah, Tugusumberjo Peterongan melaksanakan gelar karya.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah jalan Kolonel H Ismail Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang tersebut dibuka oleh Kepala TK Eni Lailiyah, Kamis (20/06).

Salah satu Orang tua Murid, Mar’atus Sholihah asal Desa Peterongan mengaku sangat senang dan merasa mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai orang tua murid dengan adanya gelar karya anak-anak tersebut.

“Kami sangat mendukung adanya gelar karya ini yang merupakan bentuk pemahaman dan apresiasi atas karya dam pemanfaatan lingkungan. Ada banyak produknya seperti penggunaan botol plastik yang tak terpakai dan ranting menjadi produk bernilai,” ujar Orang Tua dari murid perempuan yang bernama Tita tersebut.

Sementara, Waka Kurikulum TK Al Wardah Yossy Irawati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya. Kegiatan ini menandai sebagai kelulusan dan pengambilan raport anak didik PAUD Al Wardah lanjut ke jenjang berikutnya.

“Ini kegiatan gelar produk sekaligus kelulusan P5. Ini semacam kolase kegiatan selama satu tahun pembelajaran. Sebagai kenang-kenangan yang bisa diarsipkan atau didokumentasikan orang tua,” katanya.

Ia melihat anak-anak sangat antusias dalam kegiatan tersebut, pelibatan dan dukungan para orang tua juga menurutnya sangat luar biasa dengan adanya gelar karya yang menghasillan banyak pencapaian perkembangan anak.

“Kami para guru berharap siswa bisa lebih merasa dihargai, apalagi hasil produk anak ini juga dilihat oleh orang tua, dan menjadi kenangan ketika nanti. Tentunya anak akan lebih bangga dan semakin semangat dalam pembelajaran proyek lainnya ke depan,” sambungnya.

Alumni Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum ini juga berharap anak-anak dapat melanjutkan capaian ke jenjang pendidikan berikutnya dengan kesiapan yang sesuai dengan perkembangan usianya.

Di Hari Krida Nasional Khofifah Apresiasi Insan Pertanian Kerja Keras Jaga Ketahanan Pangan Masyarakat

0

Makkah, TelusuR.id – Menyambut Hari Krida Pertanian 2024 yang akan diperingati pada Jum’at (21/6/2024) mendatang, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh insan pertanian baik petani, peternak, ataupun orang-orang yang bergerak dan memiliki kontribusi di bidang pertanian yang telah bekerja keras untuk menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, petani, peternak, atau insan pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan keberlangsungan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa menikmati berbagai hasil pertanian dan kekayaan alam.

“Terima kasih kepada petani dan seluruh insan pertanian yang terus bertahan berperan pada kehidupan. Mereka punya banyak peran. Sebagai tulang punggung penyediaan pangan dan memastikan keberlanjutan lingkungan dengan membantu menjaga keseimbangan alam,” kata Khofifah disela-sela pelaksanaan Ibadah Haji, Kamis (20/6).

Hari Krida Pertanian merupakan hari penghargaan kepada para petani khususnya bagi orang-orang yang berkontribusi untuk membangun sektor pertanian.Tujuan peringatan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku di bidang pertanian dan ternak.

Pemilihan tanggal 21 Juni sebagai peringatan Hari Krida Pertanian didasarkan pada kondisi astronomis dan pembagian musim. Kala itu disebut dengan Pranata Mangsa, yakni sistem penanggalan yang berkaitan dengan aktivitas pertanian dan peternakan seperti bercocok tanam dan penangkapan ikan.

Penetapan tanggal 21 Juni juga sebagai tanda berakhirnya satu tahun kalender pranata mangsa atau satu siklus pertanian. Umumnya pada bulan Juni menjadi bulan yang penting bagi kalangan petani. Saat bulan Juni panen beragam komoditi pertanian seperti kopi, cengkeh, dan lada. Selain itu panen padi juga dilakukan pada bulan ini.

Khofifah mengatakan, para petani merupakan satu rantai penting dalam perekonomian lokal. Pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Petani menciptakan lapangan kerja, mendukung bisnis lokal, dan memperkuat komunitas pedesaan.

“Setiap harinya kita bisa menikmati hasil alam berupa makanan karena jerih payah para petani. Apresiasi dan terimakasih saya kepada para petani, apalagi di tengah fenomena perubahan iklim global dan ancaman krisis pangan, sektor pertanian kita tetap bisa bertahan,” kata Khofifah.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu mengajak anak muda atau generasi millenial untuk terjun ke dunia pertanian. Hal ini karena pangan adalah satu kebutuhan yang tidak akan pernah hilang.

“Kita masih akan butuh makan untuk bertahan hidup. Kemudian, tren kesadaran akan kesehatan semakin tinggi, menimbulkan peluang kebutuhan akan pangan organik dan bahan pangan yang sehat,” katanya.

“Di situlah anak muda yang lebih paham tentang ilmu pengetahuan bisa mengambil peluang untuk mengembangkan bisnis pangan organik yang menjanjikan,” imbuhnya.

Ke depan, Khofifah mengajak berbagai pihak untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor pertanian. Hal ini karena pertanian memang memiliki tantangan besar, mulai perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, serta beragam persoalan lain.

“Untuk itu saya mengajak para akademisi untuk membantu petani belajar berbagai macam teknologi baru, sehingga petani mampu mengolah bahan pangan agar bisa memberi nilai tambah tidak sekadar bahan mentah. Juga bagaimana mengajarkan para petani memasarkan hasil pertaniannya,” katanya.

“Jika semua aspek dari hulu ke hilir mendapatkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bisa bermimpi besar. Pertanian kita tak lagi hanya untuk hidup, tetapi bisa untuk menghidupi, bahkan menciptakan kehidupan bagi berbagai sektor lain,” pungkasnya.

Parah,Janda kembang gagal Nikah diduga akibat fitnah oknum sekdes

0
Faris Trihatmoyo SH, saat di Polres Jombang

Jombang, TelusuR.ID – Seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Diwek berinisial CA disomasi lantaran dianggap telah melakukan fitnah atau pencemaran nama baik seorang perempuan.

Sekdes CA dianggap telah menyebarluaskan fitnah tanpa bukti kepada seorang perempuan janda berinisial S warga Kecamatan Jogoroto.

Faris Trihatmoyo Kuasa Hukum S menyebut, CA ini telah menuduh S dengan ucapan kurang pantas, bahkan memfitnah tanpa alasan yang mendasar.

“Klien kami sudah cukup sabar, namun setelah dibiarkan akhirnya merugikan S bahkan keluarganya. Sekdes CA merupakan warga Desa Bandung, Diwek, keduanya saling kenal, CA ini adalah dulunya teman sekolah klien kami,” terang Faris, Rabu (19/6/2034).

Dia menegaskan, perbuatan yang dilakukan oleh CA adalah perbuatan tindak pidana, sesuai pasal 310 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencemaran nama baik.

“Kita somasi dulu. Tertanggal 19 Juni 2024. Misal tidak ada komunikasi dengan saya, selaku kuasa hukum S maka akan kami laporkan, karena ini tindak pidana,” tegasnya.

Faris menjelaskan, peristiwa dugaan pencemaran nama baik sebenarnya sudah dilakukan oleh CA sejak Tahun 2015 silam, namun S masih cukup bersabar dan tidak menanggapi.

Namun, dugaan pencemaran nama baik kembali dilakukan oleh CA pada Tahun 2024 ini, hal itu menyebabkan S terancam gagal menikah lantaran fitnah yang dilakukan oleh CA.

“Klien kami merasa dicemarkan nama baiknya lebih dari satu kali. Namun yang paling parah adalah fitnah yang dilakukan oleh CA belakangan ini, sehingga membuat klien kami mengalami kerugian materil dan imateril dan terancam gagal melakukan pernikahan karena fitnah itu,” jelasnya.

Ditegaskan Faris, apabila tidak ada itikad baik dari Oknum Sekdes berinisial CA ini, maka akan dilanjutkan dengan laporan polisi.

“Kita tunggu itikad baiknya, misal tidak ada kami laporkan karena itu tindak pidana pencemaran nama baik,” tandasnya.

Dominasi dan Kans Besar Tokoh Muda Nahdliyin di Pilkada Jatim 2024

0
Lasiono, S.IP, M.IP, Direktur Eksekutif Republic Research. foto: istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan serentak di Indonesia pada 17 November 2024. Di Jawa Timur ada 38 pilkada tingkat Kabupaten/Kota dan satu Pilkada tingkat Provinsi.

Direktur Eksekutif Republic Research Lasiono, S.IP, M.IP, mengungkapkan dalam pilkada di 38 Kabupaten/Kota di Jatim didominasi kader muda nahdliyin. Menurutnya, hal itu lumrah karena Jawa Timur merupakan basis nahdliyin.

“Kalau di pilgub jelas ada Mas Emil Elestianto Dardak yang berpeluang maju kembali bersama Bu Khofifah. Beliau salah satu diantara kader muda nahdliyin yang punya peluang berkompetisi dalam pilkada,” kata pria yang akrab disapa Lasio itu, Rabu (19/6/2024).

Mantan jurnalis senior ini mengungkapkan, munculnya kader muda berlatar belakang NU ini juga secara umum dibarengi dengan kualitas yang mumpuni dan juga logistik yang cukup. Baik itu mereka yang petahana mau pun penantang.

Alumnus Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tersebut menilai, munculnya anak-anak muda NU yang bertarung dalam kontestasi pilkada di Jatim menunjukkan keberhasilan kaderisasi di lingkungan NU.

“Generasi muda NU yang akan berkompetisi di pilkada ini banyak berpotensi terpilih. Mereka tersebar di sejumlah partai dan lintas profesi. Banyak juga yang berlatar belakang pesantren,” ujar Lasio.

Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Muhammad Didi Rosadi menyambut baik banyaknya tokoh muda berlatar belakang nahdliyin yang namanya masuk dalam kandidat calon kepala daerah di Jatim. Ia mengatakan, selama ini FJN sebagai perkumpulan Jurnalis Nahdliyin konsisten memberikan support tokoh-tokoh muda NU, diantaranya lewat apresiasi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Diday melanjutkan, ada sejumlah nama yang punya kans maju dan terpilih dalam pilkada di Jawa Timur. Diantaranya, Eri Cahyadi (Surabaya), Achmad Amir Aslichin, MS. Umam, Adam Rusydi (Sidoarjo). Kemudian Gus Yani, dr. Alif, Ufiq Zuroida, Thoriq Majiddanor (Gresik).

Berikutnya, Mas Dion, Mufti Anam (Kabupaten Pasuruan), Gus Ayik, Gus Hilmy (Kota Pasuruan), Gus Iwan, Yusuf Sugiarto (Lamongan), Zulfahmy Wahab (Bojonegoro), Gus Abid Umar (Kota Kediri), Gus Barra, Ning Ikfina (Kab Mojokerto). Moh Ali Kuncoro, Ning Ita (Kota Mojokerto), Fairouz Huda (Kota Malang), Ra Nasih, Ra Hasani, Mahfud (Bangkalan), Gus dr. Haris (Kab Probolinggo), Gus Fawait (Jember).

“Saya kira masih banyak nama lainnya yang tersebar di kabupaten/kota di Jawa Timur,” pungkasnya.

PKS Jatim Bagikan 200 Ribu Paket Daging Kurban, Kang Irwan : Semangat Terus Layani Masyarakat Jawa Timur

0

SURABAYA, TelusuR.id – Semangat gotong royong dan kebersamaan bangsa bisa diwujudkan dalam momen apapun, termasuk Idul Adha. Hal ini disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan setelah kegiatan pemotongan hewan kurban, Selasa, (18/6).

Irwan menjelaskan, dalam peringati Idul Adha tahun ini, PKS Jatim berhasil menghimpun 421 sapi dan 2969 kambing. “Dari sejumlah itu, kami akan membagi 200.525 paket daging kurban diseluruh Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari program nasional tebar paket Kurban,” katanya.

Menurut Irwan, paket daging kurban yang dikumpulkan oleh seluruh struktur PKS dari 38 kab akan dibagi ke masyarakat. PKS juga mengirimkan sapi kurban ke kantor PWNU dan PW Muhammadiyah Jatim.

“Alhamdulillah, hewan kurban yang terkumpul ini merupakan partisipasi dari anggota, pengurus, simpatisan, juga anggota legislatif dan caleg terpilih dari PKS. Ini menunjukkan semangat untuk terus melayani masyarakat Jatim, berbagi kebahagiaan. Terima kasih kepada semuanya,” kata Irwan.

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan bahwa ibadah kurban juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan, lanjutnya, adalah simbol dari kepedulian terhadap sesama.

“Di tengah situasi bangsa kita yang sedang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi ekonomi maupun sosial, semangat kurban ini menjadi sangat relevan. Melalui ibadah kurban, kita diajarkan untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama,” kata pria 48 tahun ini.

“Semangat terus berkurban yang menjadi tema tahun ini, juga berarti terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terus berbagi kebaikan, dan terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Mari kita bersama-sama menjaga semangat ini agar selalu menyala dalam hati kita, sehingga kita dapat memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa.” Lanjut Kang Irwan.

Hadir dalam pemotongan hewan kurban oleh DPW PKS Jawa Timur, wakil ketua DPP BPW Jatijaya, Amin, Ak, bendahara DPW PKS Jatim, Lilik Hendrawati, ketua Bidang Humas, Reni Astuti, Caleg Terpilih DPRD Provinsi dapil Madura, Harisandi Savari, dan jajaran pengurus DPW PKS Jatim lainnya.

Polres Jombang 26 Hewan Qurban, Kapolres Ingatkan Kisah Ibrahim dan Ismail Tentang Ikhlas

0

JOMBANG, TelusuR.id – Polres Jombang berbagi kebahagiaan di momen Hari Raya Idul Adha 1445 H kepada masyarakat. Sebanyak 26 ekor hewan kurban dikirim ke pondok pesantren, panti asuhan, Masjid/mushola dan masyarakat di sekitar Mapolres Jombang.

Pembagian 26 hewan kurban itu diberikan secara simbolis oleh Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi selepas Salat Idul Adha di Mapolres, Senin (17/06/2024). Hewan-hewan kurban tersebut terdiri dari 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

Melalui Kasi Humas Polres Jombang Iptu Kasnasin, Kapolres Jombang menyampaikan bahwa hewan-hewan kurban yang dibagikan tersebut dari Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP). Sebanyak 26 ekor hewan kurban itu, selanjutnya dikirim ke masyarakat di sekitar Mapolres Jombang, pondok pesantren, Masjid/Mushola dan panti asuhan untuk disembelih.

“Hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat ini dari Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) sebagai bentuk nilai ibadah dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,”ucapnya.

Melalui momen hari raya kurban ini, Kapolres Jombang mengajak masyarakat untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan juga anaknya Nabi Ismail AS. Dari pelajaran itu, hikmah yang bisa diambil ialah belajar ketaqwaan dan ikhlas atas perintah yang diberikan.

“Ke depan situasi seperti ini, Polisi harus siap melaksanakan tugas dengan ikhlas yang tentunya bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

AKBP Eko Bagus Riyadi berharap, kegiatan ini dapat menjadi ladang amal ibadah bagi semua anggota Polri khususnya Anggota Polres Jombang. “Semoga menjadi ladang amal kebaikan bagi rekan-rekan yang telah berkurban dan menyisihkan rejekinya untuk saudara-saudara kita pada momen Idul Adha tahun 2024 ini,” ujarnya.

Sementara, Pengasuh Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang Gus Zidni yang juga mewakili Pondok pesantren lainnya mengucapkan terima kasih kepada Polres Jombang yang telah memberikan hewan Kurban kepada Ponpes. Ia berharap sinergitas antara kepolisian dan pesantren juga terjalin dalam kegiatam-kegiatan lainnya.

“Ini menerima bantuan seekor sapi kurban, mudah-mudahan berkah. Terima kasih Polres Jombang, semoga sinergitas ini juga terjalin dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” kata Gus Zidni.

Bukan Hanya Kartar, Pemuda Katolik Juga Merasa Tidak Dilibatkan Dalam Musrenbang oleh SNL

0
Albert Kurniawan saat dilantik sebagai Ketua Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Surabaya. foto: istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Pasca ramai muncul pemberitaan mengenai Ketua Karang Taruna Surabaya Fuad Benardi yang menyoroti gelaran Musrenbang yang diadakan oleh Surabaya Next Leader (SNL), giliran Pemuda Katolik Surabaya angkat bicara.

Ketua Pemuda Katolik Surabaya Albert Kurniawan menyayangkan sikap SNL. Ia menganggap SNL tidak berkomunikasi dengan organisasi-organisasi pemuda yang sudah ada dan bergerak di Surabaya.

“Musyawarah ini spiritnya harusnya bersama-sama dan saling memberikan masukan. Tetapi di dalam prakteknya, kami tidak pernah diajak bicara,” kata Albert, dalam keterangannya, Senin (17/6/2024).

Pasalnya, menurut Albert, Musrenbang adalah sarana menyampaikan usulan pembangunan anak muda kepada Pemerintah Kota Surabaya.

“Selama ini, ruang itu sangat terbatas. Maka pelaksanaan Musrenbang ini sebaiknya tidak dikuasai oleh satu pihak saja yang malah berpotensi mencederai inisiatif baik membangun kota bersama-sama.”

Lebih lanjut, ia mendorong agar pelaksanaan Musrenbang yang melibatkan pemuda kembali diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Secara perspektif kelembagaan, fungsi itu bisa dilakukan oleh Bakesbangpol. Kami mendorong terwujudnya sistem yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Hari Raya Idul Adha, Khofifah: Raih Ketaqwaan dengan Ikhlas Kurbankan Karena Allah

0

MAKKAH, TelusuR.id – Tepat di perayaan Hari Raya Idul Adha, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh umat Islam untuk belajar mengambil keteladaan dari Nabi Ibrahim as tentang makna ketaqwaam pada Allah SWT.

Dari Nabi Ibrahim, umat muslim selayaknya belajar tentang arti ketaqwaan melalui keikhlasan yang tinggi mengorbannya apa yang paling dicintai dan disayangi demi menjalankan perintah Allah dan meraih keridhaan-Nya.

“Nabi Ibrahim adalah seorang hamba yang patuh. Dimana ia mendahulukan perintah Allah dengan cara menaati perintah-Nya. Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah yang meminta untuk menyembelih anaknya sendiri, yaitu Ismail. Padahal Ismail adalah keturunan yang ia tunggu-tunggu selama puluhan tahun,” kata Khofifah, dalam keterangannya, Senin (17/6/2024).

Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini menjelaskan, Allah menurunkan perintah menyembelih Ismail melalui mimpi. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Ash Shaffat ayat 102, Allah Ta’ala berfirman, yang artinya ;

“Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar””.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu mengatakan, keikhlasan yang tinggi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan gambaran bahwa yang bagaimana derajat ketaqwaan sesungguhnya harus dilakukan seorang hamba Allah SWT.

“Dan saat Nabi Ibrahim membaringkan Nabi Ismail dan bersiap menyembelihnya anaknya sebagai perintah dari Allah SWT, maka Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba besar putih bersih dan tidak ada cacatnya,” ucap Khofifah.

Hal itu sebagaimana dijelaskan di Alquran Surat Ash-Saffat:107 وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ Yang artinya _”Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kisah Nabi Ibrahim menyembelih anaknya Nabi Ismail inilah yang menjadi dasar ibadah kurban yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha yaitu 10 Dzulhijah dan hari tasyrik 11-13 Dzulhijah.

“Setiap kita adalah ‘Ibrahim’ dan dan setiap Ibrahim punya ‘Ismailnya’. Ismailmu mungkin berwujud harta, mungkin jabatan, juga jabatan. Ismail kita adalah sesuatu yang kita sayangi di dunia. Ikhlaskan Ismail kita dengan berkurban demi meraih ketaqwaan di hadapan Allah,” tegasnya.

Di siai lain, Khofifah menjelaskan bahwa berkurban di Hari Raya Idul Adha memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaan berkurban adalah dapat menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat. Dalam keutamaannya, Allah akan memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban.

Bahkan dalam riwayat hadit disebutkan bahwa setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. Dan hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat sebagai saksi dengan tanduk, bulu, dan kukunya.

“Dan Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan pemberi kurban. Yang mana ini akan meningkatkan tingkat kesalehan sosial kita,” tegasnya. Akhirnya dari Makkatul Mukarromah saya mengucapkan Selamat Idul Adha 1445 H.

Seluruh Komisi di DPRD Jombang Kunker ke Yogyakarta dan Kalimantan, Bahas Implementasi Peraturan Ini

0
Kunker Komisi D DPRD Jombang

Jombang, TelusuR.id – Para Legislator Jombang atau anggota DPRD Jombang melakukan kunker ke sejumlah kota di indonesia.

Implementasi Undang Undang  3 Tahun 2024 diperdalam anggota DPRD Jombang.

Mereka ingin semua desa sudah siap menerapkan di wilayah masing-masing.

Selain itu, para wakil rakyat juga membahas perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Traffic Light serta penerapan program perlindungan anak integratif.

4 komisi DPRD Jombang masing-masing mengunjungi kalimantan dan Yogyakarta beberapa waktu terakhir.

Kunjungan itu, dilakukan untuk pembahasan sejumlah perda dan perundangan.

Komisi A DPRD Jombang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Menurut Sekretaris Komisi A Kartiyono, agendanya kali ini membahas tentang implementasi Undang Undang 3 Tahun 2024.

“Khususnya masa jabatan kades,” ujarnya.

Dia menyebut, jabatan kades yang akan berakhir tentu akan menyesuaikan Undang Undang yang berlaku.

“Karena jabatan kades di Jombang masih panjang tentu membutuhkan studi. Tapi yang jelas otomatis mengikuti Undang Undang yang berlaku,” tegas dia.

“Karena itu sudah aturan yang harus dijalani,” tambah Kartiyono.

Komisi B DPRD Jombang melakukan kunjungan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Yogyakarta.

Menurut Sunardi Ketua Komisi B, saat ini pemerintah tujuan fokus membahas LP2B.

“Karena kami juga membahas LP2B, maka kami ingin mencari referensi ke daerah lain yang sudah mempunyai perda tersebut,” katanya.

“Sedangkan untuk Jombang sendiri nanti akan dimasuklan ke dalam perbup,” tegas Sunardi.

Komisi C DPRD Jombang melakukan kunjungan ke Dinas Perhubungan Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Lutfi Kurniawan anggota Komisi C menyampaikan, penataan Traffic Light di Banjarbaru cukup bagus. Bahkan perbaikan PJU juga cukup responsif.

“Kami ingin mencari formula agar perbaikan khususnya PJU ini bisa langsung cepat,” katanya.

Terlebih lagi, banyak PJU di Jombang yang tak terawat hingga akhirnya mati. Terlebih lagi di daerah pinggiran kota.

“Ini harusnya menjadi atensi dinas perhubungan untuk aktif melakukan perbaikan,” ungkap dia.

Sementara Komisi D melakukan kunker ke DPRD Bantul Yogyakarta.

M Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D mengatakan, penerapan program perlindungan anak integratif sedang fokus dijalani.

“Khususnya anak berkebutuhan khusus, harus bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas,” katanya. Sehingga dinas terkait harus memberikan fasilitas lebih baik.

“Harapan kami anak berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian kita semua,” pungkasnya

DPRD Jombang bahas empat raperda dalam paripurna

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mulai dibahas dalam sidang paripurna DPRD Jombang dengan agenda nota penjelasan bupati di ruang sidang paripurna DPRD Jombang, Rabu 12 Juni 2024.

Pembahasan raperda bersama Pemkab Jombang ini, ada empat poin yang dibahas. Yakni tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Penataan dan Pemberdayaan PKL, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.

Hadir dalam rapat paripurna, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, Pj Bupati Jombang Sugiat, jajaran forkopimda, seluruh anggota DPRD serta kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Jombang.

Dalam penyampaiannya terkait raperda LP2B, Pj Bupati Sugiat mengatakan, keberadaan lahan pertanian di Kabupaten Jombang setiap tahun mengalami penurunan.

Penurunan itu, disebabkan akibat adanya pembangunan dan kegiatan usaha alih fungsi.

Karena itu, lanjut Sugiat, diperlukan pengendalian melalui penetapan Perda LP2B untuk melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

”Menjadi tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan, mewujudkan kemandirian dan ketahanan dan kedaulatan pangan,” tegasnya.

Terkait dengan Raperda Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Pj Bupati mengungkapkan cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting.

Khususnya dalam penyediaan pangan, pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran cadangan pangan pemerintah daerah.

”Ini salah satu upaya penting untuk mewujudkan keterjangkauan pangan baik dari pandangan fisik maupun ekonomi dalam upaya mewujudkan ketersediaan pangan cukup bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Terkait dengan Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL, Sugiat menilai penting adanya suatu regulasi dalam penataan dan pemberdayaan PKL yang ditetapkan dalam perda. ”Dengan adanya raperda yang mengatur penataan pemberdayaan PKL diharapkan mampu mewujudkan kesehjateraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Sedangkan terkait dengan RPJPD, Kepala Kabinda Sulbar ini mengungkapkan penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 dilakukan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif.

”Dilakukan pendekatan dalam penyusunan RPJPD mulai pendekatan teknokratik, partisipasif, politis hingga pendekatan spasial,” pungkasnya.

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi menambahkan, empat raperda ini masih dalam tahap awal pembahasan.

”Setelah itu, masih ada tahapan jawaban bupati dan pandangan akhir fraksi. Jadi, pembahasan ini masih panjang,” pungkas Mas’ud.