JOMBANG, TelusuR.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang langsung bergerak cepat. Menyusul keluarnya surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk Pilkada Jombang.
Rekomendasi PDI Perjuangan itu diberikan kepada pasangan calon bupati Hj Mundjidah Wahab dan calon wakil bupati Sumrambah. Paslon tersebut merupakan Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018 – 2023.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Donny Anggun mengatakan bahwa rekomendasi telah diberikan kepada Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah untuk maju dalam Pilkada Jombang 2024.
“Surat rekomendasi sudah turun. Sudah saatnya tidak bimbang lagi, pasangan yang harus kita menangkan ialah Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah dalam Pilkada Jombang 2024,” kata Donny, Rabu (31/07) dikantor DPC PDI Perjuangan di Pulolor, Jombang.
Pihaknya mengungkapkan dalam waktu dekat akan mengundang seluruh pengurus mulai DPC, PAC hingga tingkat anak ranting.”Kami segera konsolidasi mengundang seluruh pengurus partai. Kita akan sampaikan bahwa rekomendasi DPP sudah turun,” terang Donny.
Donny menambahkan ada beberapa pertimbangan rekomendasi jatuh ke pasangan Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah diantaranya, elektoral dan juga pertimbangan basis massa masing-masing bakal calon termasuk keberlanjutan pembangunan periode sebelumnya.
“Pertimbangannya bahwa kami pikir ini adalah pilihan yang tepat, keduanya mempunyai basis massa yang luar biasa. Dan dalam waktu lima tahun menjabat bukan hal yang mudah. Ini peluang untuk bisa bergandeng lagi menyelesaikan apa yang belum diselesaikan,” ujarnya.
PDI Perjuangan Kabupaten Jombang merupakan partai yang memperoleh 10 kursi dan cukup untuk mengusung paslon pada Pilkada 2024. Meski secara perolehan kursi PDIP Kabupaten Jombang bisa mengusung bakal calon sendiri.
Namun, lanjut Donny menegaskan, pihaknya tetap membuka pintu koalisi dengan partai politik lainnya. Apalagi pada Pilkada 2018 lalu Gerindra juga merupakan salah satu partai yang ikut mengusung pasangan Hj Mundjidah dan Sumrambah.
“Kami sangat terbuka lebar, untuk berkoalisi dengan partai lainnya. Semakin banyak yang mengusung sangat baik. Tapi nama-nama pasangan calon sudah di kunci yaitu Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah. Dan kami bergotong royong, bergerak bersama-sama memenangkan Pilkada 2024,” katanya.
JOMBANG, TelusuR.id – Sat Samapta Polres Jombang kembali menggerebek penjual minuman keras (Miras) sebagai komitmen pemberantasan miras di Kota Santri. Kali ini, 493 botol miras berbagai jenis berhasil diamankan beserta penjualnya.
Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasat Samapta Iptu Ahmad Aly Efendi mengatakan, kali ini Sat Samapta menyasar penjual miras di Dusun Jagalan, Desa Losari, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, pada Senin (29/07/2024).
Dalam penggerebekan ini, polisi berhasil menemukan 493 botol miras berbagai jenis. Antara lain 143 botol arak bali Kemasan 600 mililiter, 307 botol arak putih kemasan 1,5 liter, 10 Botol bir Bintang, 10 botol anggur merk API, 11 Botol anggur merk Alexis, dan 12 botol aggur merah Gold.
“Kita amankan 493 botol miras berbagai jenis. Sudah kami amankan di Mapolres Jombang,” terangnya, Rabu (31/07/2024).
Selain barang bukti ratusan botol miras, lanjut Iptu Aly Efendi, polisi juga mengamankan penjualnya, Muhammad Robangi (57) warga Dusun Jagalan Desa losari Kec. Ploso Kab. Jombang. “Penjual minuman beralkohol sebagaimana kita jerat pasal 7 ayat 1 Perda Kabupaten Jombang No.16 Tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol,” ucapnya.
Kasat Samapta mengatakan, Polres Jombang gencar melakukan razia miras sebagai bentuk komitmen pemberantasan miras di Kota Santri. Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak coba-coba menjual atau mengedarkan miras.
“Kami imbau agar masyarakat untuk tidak mengkonsumsi atau menjual miras. Kami juga meminta warga agar melaporkan ke polisi ketika mengetahui adanya peredaran miras melalui call center Kandani di nomor 081323332022,” pungkas Iptu Aly Efendi.
SURABAYA, Telusur.id -Pelaksanaan Konferensi Wilayah atau Konferwil NU Jatim di di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang semakin dekat. Agenda permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat wilayah itu bakal digelar pada 2-4 Agustus 2024 mendatang.
Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh panitia, termasuk menyebar undangan kepada seluruh peserta. Menurutnya, Konferwil akan melibatkan 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim.
“Kita akan mengundang semuanya. Setiap cabang yang diundang mengirimkan 10 orang. Satu orang untuk utusan, dan sembilan orang lainnya sebagai peninjau,” katanya saat Konferensi Pers terkait Konferwil XVII NU Jatim di Gedung PWNU Jawa Timur, Jl. Masjid Al-AkbarTimur No.9, Gayungan, Surabaya, Selasa (30/07/2024).
PCNU sebagai kepengurusan NU di tingkat kabupaten/kota memang berjumlah 45, berbeda dengan jumlah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Hal itu karena sebagian kabupaten/kota telah berdiri dua PCNU.
Gus Kikin menambahkan, pada acara pembukaan yang direncanakan digelar Jumat (02/07/2024) malam, juga akan mengundang perwakilan pondok pesantren. Di momen pembukaan juga akan dihadiri Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU. “Sehingga ini menjadi momentum yang cukup ramai,” ucapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini berharap agar delegasi pondok pesantren dapat hadir. Menurutnya, Konferwil NU Jatim ini juga dapat menjadi ajang silaturahim. Apalagi silaturahim merupakan hal yang biasa di kalangan pesantren NU. Sebab itu, ia optimis banyak perwakilan pondok pesantren yang akan hadir.
“Di samping itu kita juga mengundang kalangan birokrasi, ulama, tokoh masyarakat dan organisasi yang lain” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Konferwil NU Jatim juga akan dibahas sejumlah persoalan keumatan terkini dalam komisi bahtsul masail. Di samping itu, juga akan diurai sejumlah program kerja yang akan dicanangkan oleh PWNU Jatim lima tahun ke depan.
“Apa saja program yang lalu bisa dilanjutkan, kemudian program PBNU akan diadopsi menjadi program PWNU untuk PCNU se-Jatim,” terangnya.
Judi Online Bakal Dibahas dalam Bahtsul Masail
Berkaitan dengan komisi bahtsul masail, agenda ini dalam Konferwil NU Jatim terbagi dalam tiga bagian, yakni Waqi’iyah, Qanuniyah, dan Maudhu’iyah. Sejumlah isu utama akan dibahas dalam komisi bahtsul masail, salah satunya adalah judi online.
Katib PWNU Jatim KH Romadlon Chotib mengatakan, judi online menjadi salah satu pembahasan dalam bahtsul masail karena dianggap relevan dengan fenomena yang terjadi pada masyarakat akhir-akhir ini. Meskipun hukum dari judi itu sudah jelas, namun pembahasan pada konferwil kali diharapkan dapat menambah wawasan yang bermanfaat dari segi sosial maupun yang lainnya.
“Meskipun secara hukum judi itu hukumnya sudah pasti. Tapi pandangan apa yang kita bicarakan akan dibahas pada sidang komisi bahsul Masail yang tematik,” ungkapnya.
Disebutkan, Konferwil sebagai musyawarah tertinggi NU tingkat wilayah tidak hanya membicarakan kontestasi pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah, akan tetapi juga membahas persoalan umat. PWNU Jatim telah mengundang berbagai pondok pesantren di Jawa Timur untuk membahas tema-tema krusial yang marak terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Rata-rata pondok pesantren besar yang ada di Jawa Timur mendapatkan keistimewaan untuk aktif di acara bahtsul masail, dan itu yang menjadi harapan kita,” pungkasnya.
Diketahui, Konferwil NU Jatim ini mengusung tema ‘Merajut Ukhuwah dan Mengokohkan Jamiyah dalam Pendampingan Umat’.
JOMBANG, TelusuR.ID – Pesta demokrasi di lingkup kabupaten/walikota yang di gelar serentak pada 27 November 2024 di seluruh Indonesia atau yang lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia adalah Pilkada (Pemilihan kepala daerah).
Sebagaimana lazimnya kontestasi Pilkada banyak di temukan adanya baliho, banner atau spanduk di beberapa titik atau spot yang di anggap strategis oleh calon maupun tim sukses dan relawan calon kepala daerah yang akan maju nantinya.
Salah satu staf di Dinas PUPR yang membidangi reklame dan RUMIJA ( Ruang Milik Jalan ) Hendro mengaku bahwa sejauh ini para pihak terkait belum ada yang melakukan komunikasi untuk kontrak atau sewa.
baliho calon pilkada yang ada di sisi ruas jalan jombang
“Begini mas mengenai baliho,banner dan spanduk calon kepala daerah Jombang yang banyak bertebaran di pinggir jalan dan atau di bahu jalan itu sejauh data yang kami miliki belum ada pihak atau perwakilan dari calon yang melakukan kontrak atau sewa kepada Dinas PUPR Kabupaten Jombang,” ungkap Hendro, Selasa (30/07/2024) kepada TelusuR.id.
Ia menjelaskan jika sesuai alur seharusnya para pihak atau perwakilan dari yang mau memanfaatkan ruang untuk pemasangan banner, baliho atau spanduk di pinggir jalan maupun bahu jalan itu meminta izin ke dinas perizinan dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
“Lalu ketika sudah dapat izin berkasnya akan di kirim ke kita (PUPR red) kemudian kita lakukan verifikasi titik lokasinya dimana, berapa ukuranya dan bagaimana bentuk rangkanya,” imbuhnya.
Sementara terkait besaran tarif, Hendro merinci tarif sewa atau kontrak mengenai hal tersebut sesuai dengan SK Bupati yaitu sebesar Rp 12 ribu per meter per bulan. Dan itupun sama penggunaan tarifnya baik dibahu jalan.
“Ya mas semua kategori sama baik itu iklan komersil maupun tidak tarifnya sama, cuma yang membedakan itu kalau untuk seperti pilkada ini aturannya rangka baliho atau bannernya tidak permanen, ya biasanya rangkanya terbuat dari kayu atau bambu karena ini kita anggap insidentil jadi tidak permanen,” terangnya.
Menjamurnya baliho dan banner, Aktifis Gaek Jombang M Djali juga turut bicara. Ia merasa sangat prihatin tidak adanya kontribusi dalam hal pemasangan baliho, banner maupun spanduk yang menjamur di pinggir jalan maupun bahu jalan tersebut.
baliho calon pilkada yang ada di sisi ruas jalan jombang
“Saya sangat sedih dan prihatin dengan hal ini, coba pikir dari semua calon yang akan maju dalam pilkada Jombang semuanya mengklaim cinta dan peduli kabupaten jombang, dan akan membangun serta memajukan kabupaten Jombang ke depan,” ujarnya.
Tapi nyatanya apa?,” tanya Djali menegaskan.
Dalam hal sekecil dan seremeh urusan banner dan baliho saja, lanjut dia menegaskan bahwa mereka tidak ada kepedulian perihal itu. Padahal kalau peduli dan cinta kabupaten jombang seharusnya bisa memberikan kontribusi kecil melalui sewa atau kontrak penggunaan pinggir jalan maupun bahu jalan tersebut.
“Kan uang sewa atau kontrak yang kecil itu bisa masuk ke PAD Kabupaten Jombang,” terang Bung Djali, sapaan akrabnya.
Ia membeberkan sebagaimana orang cinta itu respect atau peduli yakni memberikan lebih perhatian dalam segala perilaku kepada orang yang di cintai dan pedulikan.
“Suruh cinta dan peduli gimana ibarat cewek yang mau di pinang untuk membelikan bedak viva no 5 yang paling murah aja gak dilakukan, trus tingkat peduli dan cinta seperti apakah itu guru? kalau minta gratisan terus,” keluh M Djali dalam menggambarkan kepedulian dan ke cintaan calon kontestan, tim sukses dan relawan dalam pembangunan di Kabupaten Jombang.
Sebagai tambahan informasi Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting yang digunakan untuk perlintasan kendaraan atau akses pejalan kaki. Namun pemanfaatan jalan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena semuanya telah dituangkan dalam peraturan. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2010 tentang pedoman pemanfaatan bagian jalan, bagian jalan dibagi atas tiga bagian.
baliho calon pilkada yang ada di sisi ruas jalan jombang
Pertama, ruang manfaat jalan (rumaja), merupakan ruang jalan yang meliputi badan jalan, median jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Yang dimaksud dengan ambang pengaman jalan adalah bahu jalan. Bahu jalan sendiri adalah tepi jalan yang berfungsi melindungi perkerasaan dan posisinya berdampingan dengan badan jalan. Namun konstruksi bahu jalan yang dibuat tidak boleh berbeda ketinggian dari badan jalan untuk mengurangsi risiko kecelakaan.
Kedua, ruang Milik jalan (Rumija) adalah sebidang tanah di kanan dan kiri jalan atau ruang tertentu yang nantinya dapat digunakan untuk pelebaran jalan, penambahan lajur lalu lintas, atau untuk ruang pengaman jalan.
Ketiga, ruang pengawasan jalan (Ruwasja), merupakan ruang yang berada di luar rumija. Fungsinya untuk pandangan bebas pengemudi, pengamanan konstruksi jalan, dan pengamanan fungsi jalan. Biasanya bagian-bagian jalan ini bisa dimanfaatkan masyarakat asalkan mendapatkan izin dari dinas terkait di daerah tersebut. Pengajuan izin bisa dilakukan secara perorangan atau kelompok. Misalnya untuk pembangunan atau penempatan iklan dan media informasi, jalan keluar masuk, jaringan utilitas, serta bangunan. seperti di kutip dari Kompas.com
JOMBANG, TelusuR.id – Duet Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah (Murah) melaju kembali pada Pilkada 2024. Setelah rekomendasi PDIP jatuh ke pasangan yang pernah memimpin Kabupaten Jombang periode 2018-2023 tersebut.
Surat rekomendasi itu diberikan langsung oleh Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi ‘Kanang’ Sulistyono, pada hari Selasa 30 Juli 2024, di Surabaya.
Kabar pemberian surat rekomendasi pada pasangan Mundjidah Wahab Sumrambah jilid dua ini, dibenarkan oleh ketua DPC PPP Kabupaten Jombang, Ema Umiyyatul Chusna.
“Iya, hari ini surat rekomendasi diserahkan langsung di kantor DPD PDIP Jawa Timur,” katanya.
Lebih lanjut Ema menjelaskan bahwa turunnya surat, rekomendasi kepada pasangan Murah jilid dua itu, sudah melalui pembahasan yang cukup panjang. Salah satu pertimbangannya karena kemajuan pembangunan di Jombang.
“Minggu lalu, Ibu (Mundjidah) bersama mas rambah (Sumrambah) telah dipanggil ke DPD PDI Jatim, kita komunikasi terkait pertimbangan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Jombang, Donny Anggun mengatakan bahwa hari ini telah diturunkan surat rekomendasi dari DPP PDIP, untuk maju dan mendaftar ke KPU.
“Iya sampun-sampun (sudah-sudah) hari ini. Bentuknya sudah rekomendasi bukan surat tugas. Jadi rekomendasi berpasangan dan sudah bisa mendaftar ke KPU,” tuturnya.
Dengan turunnya surat rekomendasi dari DPP PDIP itu, Donny mengaku pasangan Mundjidah Wahab dan Sumrambah sudah memiliki 14 kursi di DPRD Jombang, dan jumlah ini sudah memenuhi persyaratan pendaftaran di KPU.
“Kita berharap partai lain bisa bergabung dengan Bu Mund dan Mas Rambah, karena Bu Mund dan Mas Rambah sudah punya tiket dari PPP, dan PDIP, kalau Demokrat kan masih surat tugas, nah nanti kalau sudah turun surat dari Demokrat dalam bentuk rekom, berarti nanti ada Demokrat juga, yang jelas kita tunggu saja,” katanya.
Perlu diketahui, pasangan ‘Murah’ merupakan calon pertahana Bupati dan Wakil Bupati Jombang, dan menang dalam pilbup Jombang 2018-2023.
Dan berdasarkan hasil pada Pemilihan Legislatif Februari lalu PDI Perjuangan yang merupakan partai asal Sumrambah meraih 10 kursi di DPRD Jombang. Jumlah kursi itu adalah batas minimal partai di Kabupaten Jombang bisa mengajukan pasangan kepala daerah sendiri pada Pilkada Serentak.
Ditambah dengan kursi PPP pengusung Mundjidah yang mendulang 4 kursi di Jombang, jumlah 14 kursi tersebut sudah cukup untuk Mundjidah-Sumrambah maju di Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 nanti.
Selain itu, dari sekian banyak nama yang bermunculan mulai, ketua AKD Jombang, Warsubi dan mantan Pj Bupati Jombang, Sugiat, hanya pasangan Murah yang sudah resmi mendapatkan rekomendasi untuk mendaftar di KPU pada tanggal 27 Agustus 2024.
DPC Partai Demokrat Jember mendeklarasikan dukungan kepada Gus Muhammad Fawait sebagai Calon Bupati Jember pada Pilkada 2024. foto: istimewa.
JEMBER, TelusuR.id – Partai Demokrat Jember memberikan dukungan Kepada Gus Muhammad Fawait dalam kontestasi pilkada Jember 2024. Deklarasi dukungan pemenangan itu disampaikan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Jember, Mahathir Muhammad, belum lama ini.
Mahathir mengungkapkan, pihaknya punya alasan khusus mendukung Gus Fawait dalam pilkada Jember. Sebab, Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) itu punya potensi besar untuk memajukan Jember. Ia punya akses yang baik ke pemerintah pusat, sehingga bisa melakukan percepatan pembangunan di Jember. Seperti diketahui Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Partai Gerindra, partai yang menjadi wadah politik Gus Fawait.
“Akses ke pemerintah pusat sangat penting untuk bisa melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Jember, dan Gus Fawait punya kelebihan tersebut,” kata Mahathir dalam keterangannya, Selasa (30/7/2024).
Eksponen aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini memberi contoh Kabupaten Banyuwangi bisa melakukan percepatan pembangunan karena sosok Bupati Abdullah Azwar Anas. Demikian pula Kabupaten Lumajang, karena sosok Bupati Thoriqul Haq.
DPC Partai Demokrat Jember mendeklarasikan dukungan kepada Gus Muhammad Fawait sebagai Calon Bupati Jember pada Pilkada 2024. foto: istimewa.
Mahathir mengungkapkan, baik Azwar Anas mau pun Thoriqul Haq adalah sosok kepala daerah yang mempunyai akses bagus ke pemerintah pusat. Dengan akses ke pusat itu tentunya ada dukungan kebijakan mau pun pendanaan yang signifikan untuk menstimulus pembangunan di daerah.
“Kita bisa berkaca pada dua kabupaten tetangga Jember, yakni Banyuwangi dan Lumajang. Kedua daerah itu bisa melakukan percepatan pembangunan karena akses ke pusat yang dimiliki Mas Anas dan Cak Thoriq,” terang Mahathir.
Bendahara Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) ini menilai Gus Fawait juga mempunyai banyak kelebihan sebagai calon pemimpin daerah. Mahathir menyebut meski tergolong muda tapi Gus Fawait kaya pengalaman dan membumi di masyarakat Jember.
Ia mencontohkan, Gus Fawait berpengalaman di parlemen. Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis nahdliyin itu bahkan dipercaya sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jatim.
“Gus Fawait tiga kali berturut dipercaya masyarakat Jember menjadi wakil mereka di parlemen, ini bukti ia mengakar di masyarakat. Dari segi pendidikan juga bagus, beliau menempuh pendidikan S1,S2 dan S3 di perguruan tinggi negeri berkualitas, Unair dan UGM. Ini sosok harapan baru masyatakat Jember,” pungkas Mahathir.
JOMBANG, TelusuR.id – Satlantas Polres Jombang memasang marka garis kejut atau Speed Trap di sejumlah titik di jalur arteri, Perak, Jombang untuk mencegah aksi balap liar yang kerap dilakukan di ruas jalan itu, Senin (29/7/2024).
Berdasarkan pantauan, marka garis kejut dipasang sepanjang 2 kilometer mulai dari SPBU Jatipelem Kecamatan Diwek sampai simpang tiga Desa Glagahan Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Adapun pekerjaannya dilakukan oleh petugas balai pengelola transportasi darat ( BPTD ) Jawa Timur.
“Speed trap dipasang zig-zag sepanjang 2 kilometer. Untuk 1 lokasi empat baris dengan jarak per 50 meter,” kata Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Iptu Syamsul Arifin di lokasi pemasangan garis kejut, Senin (29/7/2024).
Pemasangan Marka garis kejut itu berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas, meningkatkan kesadaran pengemudi yang mengantuk serta meningkatkan konsentrasi dalam mengemudi.
Tidak hanya itu, menurut Iptu Arifin, tujuan pemasangan marka garis kejut adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur arteri Jombang-Madiun itu.
“Adapun tujuan utama pemasangan marka jalan ini untuk mencegah aktivitas balap liar yang kerap terjadi di ruas jalan ini,” ujarnya.
Diketahui, jalan nasional tersebut memang kerap digunakan anak-anak muda untuk melakukan aksi balap liar pada malam hari. Meski lokasi itu kerap dirazia oleh petugas, namun para pelaku balap liar tetap membandel.
Aktivitas mereka pun meresahkan warga. Selain mengganggu keamanan dan ketertiban, tentunya juga membahayakan keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Iptu Arifin menambahkan, selain memasang marka garis kejut, pihaknya juga akan mengintensifkan patroli di lokasi tersebut. Tujuannya, untuk mencegah balapan liar dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalur tersebut.
“Semoga pemasangan Marka garis kejut ini dapat bermanfaat bagi keselamatan pengguna jalan dan mencegah aksi balap liar,” tandasnya.
Polisi juga mengakui, sepanjang jalan raya ini, sering digunakan ajang balap liar oleh sejumlah anak muda. Polisi mengatakan, akan menindak tegas para pelaku balap liar yang sering meresahkan pengguna jalan.
“Kami imbau agar para pemuda tidak lagi melakukan aksi balap liar, karena kami pasti akan menindak tegas jika menemukan aksi balap liar di manapun di Kabupaten Jombang ini,” pungkasnya
H. Deni Prasetya, SE Anggota DPRD Jatim Fraksi NasDem mempelopori pertemuan antar organisasi perguruan silat se Kabupaten Jember. foto: istimewa.
JEMBER, TelusuR.id – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi NasDem, Deni Prasetya mempelopori silaturahmi yang dikemas lewat sosialisasi dalam rangka menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat antar organisasi pencak silat di Kabupaten Jember.
Acara ini bertujuan menjaga kerukunan dan perdamaian sekaligus memberikan empati pasca insiden yang melibatkan salah satu organisasi pencak silat di Jember, belum lama ini.
Pada acara sosialisasi yang dihadiri 14 organisasi seni pencak silat se Kabupaten Jember itu, Deni Prasetya menegaskan tentang makna pentingnya hidup bersosial.
“Kita tahu bersama kerukunan antar masyarakat itu tidak boleh ada batasnya, termasuk antar organisasi pencak silat. Kita terus menyuarakan tentang keberagaman dan kerukunan, karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri,” kata pria yang akrab disapa Haji Deni Prasetya atau HDP, dalam keterangannya kepada TelusuR.id Senin (29/7/2024).
Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu menjelaskan narasi hidup bersosial ini bahwa dari banyaknya organisasi pencak silat pastinya memiliki banyak perbedaan. Namun mereka memiliki satu kesamaan yakni sama-sama hidup berdampingan dengan masyarakat.
Karena itu, lanjut Deni, masing-masing organisasi atau pun perguruan pencak silat bertanggungjawab ikut serta dalam menjamin keamanan dan ketertiban untuk melindungi masyarakat. Tentu komitmen itu harus dilalui dengan rasa saling tolong menolong antar satu sama lain.
“Potensi sumberdaya manusia yang dimiliki oleh masing-masing organisasi perguruan pencak silat juga harus menjadi perhatian khusus yang harus difasilitasi oleh pemerintah,” tutur HDP.
Acara sosialisasi ini juga turut mengundang pihak kepolisian, yakni Kasat Intelkam Polres Jember, AKP Bambang Sugiharto. Kasat Intelkam sekaligus menjadi narasumber dalam acara tersebut.
“Saya mengapresiasi kepada Haji Deni Prasetya karena telah mempelopori acara semacam ini. Sosialisasi ini bagus untuk membangun kesadaran dan rasa persaudaraan antar perguruan silat,” ujar AKP Bambang.
Bambang mengatakan, Haji Deni adalah anggota dewan pertama yang punya inisiatif menyatukan berbagai perguruan pencak silat di Jember.
“Pasca kejadian yang melibatkan salah satu perguruan pencak silat di Jember, ini adalah wadah pertama untuk bisa saling tatap muka dengan berbagai perguruan pencak silat,” imbuh perwira pertama Polri tersebut.
Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi Deni Prasetya ini di hadiri oleh ratusan pendekar yang berasal dari belasan organisasi perguruan silat di Jember. Mereka banyak menyampaikan harapan tentang keamanan dan ketertiban yang diutarakan langsung kepada Haji Deni, serta Kasat Intelkam Polres jember.
Satu diantara sejumlah harapan itu adalah meminta kepada Polres untuk difasilitasi segera dan sesering mungkin mengadakan forum pertemuan antar perguruan seni pencak silat. Mereka juga berharap kepada Deni Prasetya turut memperhatikan keberlangsungan dan pemberdayaan organisasi silat di Jember.
Khofifah memberi tausiyah di forum pengajian Ikatan Haji Muslimat NU Cabang Bojonegoro. foto: istimewa.
BOJONEGORO, TelusuR.id – Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menjadi magnet dihadapan 12.000 jamaah Muslimat NU dalam forum pengajian Ikatan Haji Muslimat NU Cabang Bojonegoro.
Khofifah memberi tausiyah di Lapangan Dusun Pengkok Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, pada 27 Juli 2024.
Dalam pengajian tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Muslimat NU menjadi organisasi yang selalu aktif menyelenggarakan pengajian, manaqib, khataman, dan juga tahlilan di banyak tempat dan waktu. Ini merupakan media untuk berdzikir, bersholawat sekaligus mencari ilmu melalui pengajian dengan menghadirkan guru yaitu para Kyai dan bu Nyai.
Sebagai Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah juga mengapresiasi bahwa jamaah Muslimat NU Bojonegoro yang sangat militan aktif mengikuti berbagai kegiatan khususnya pengajian Muslimat NU mulai ranting, anak cabang sampai tingkat cabang.
“Kita tentu memohon kepada Allah SWT bahwa nanti ketika kita dipundut semuanya dalam keadaan khusnul khatimah. Maka menghadiri forum pengajian ini adalah upaya kita untuk menambah ilmu supaya bisa mendapatkan ziyadarul khair, menambah kebaikan,” kata Khofifah dalam keterangannya, Ahad (28/7/2024).
Dalam riwayat hadis dikatakan Khofifah bahwa Rasulullah bersabda barang siapa yang berangkat dari rumahnya untuk menuntut ilmu, maka akan dimudahkan untuk menuju syurganya Allah.
“Pengajian, mendengarkan tausiah itu juga menuntut ilmu. Semoga kita semua menjadi golongan yang dimudahkan oleh Allah untuk masuk surga, allahumma amin,” tegas Khofifah.
Pun begitu dengan para jamaah Muslimat NU. Sejauh ini dikatakan Khofifah, jamaah Muslimat NU hampir selalu sibuk untuk mengikuti kegiatan. Tak hanya disibukkan dalam forum forum pengajian, tapi juga kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya. Yang ditujukan bhakti untuk masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu berpesan, pada seluruh jamaah Muslimat NU Bojonegoro agar kegiatan dan kesibukan di Muslimat NU diharapkan disertai dengan niatan bhakti mencari ridhonya Allah. Ia mengajak mereka semua untuk ikhlas membangun peradaban dengan berlandaskan ahlussunnah wal jamaah.
“Dalam Quran Surat Az Zumar ayat 73 disebutkan ‘Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya,” kata Khofifah menukil ayat Alquran.
Dari ayat itu, Hadratusy Syech Kiai Hasyim Asyari sebagai pendiri NU pernah mengatakan bahwa siapapun yang berjuang di jalan NU maka akan diakui sebagai santrinya dan keluarganya. Ditegaskan Khofifah, dari sanad keilmuannya NU nyambung hingga Rasulullah, sehingga tidak ada yang perlu disanksikan lagi.
“Maka saya ajak yang Muslimat ikhlaskan berjuang, ikhlaskan berjuang melalui jalan NU,” tegas Khofifah.
Jika keikhlasan itu terbangun, maka Khofifah menegaskan bahwa Allah yang memiliki pasukan di bumi dan di langit akan memberikan penguatan pada kehidupan seluruh jamaah yang berjuang di jalan NU.
“Salam saya untuk para suami dan keluarga panjenengan semua. Terima kasih sudah diijinkan ibu-ibunya ikut pengajian serta ikut kegiatan Muslimat. Semoga semua barokah rizkinya, barakah umurnya, barakah keluarganya dan bismillah insya Allah menjadi pembuka pintu surganya Allah untuk kita semua. Amin ya Robbal Alamin,” pungkas Khofifah.
H. Irwan Setiawan, Ketua PKS Jawa Timur membuka Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai. foto: istimewa.
SURABAYA, TelusuR.id – Konsepsi dasar Partai bagian dari berjuang membangun Indonesia. Pemahaman itu diterapkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur melalui gelaran Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai pada 27 Juli 2024.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan menyebut bahwa kegiatan ini sangat penting dan strategis, yaitu sosialisasi konsepsi dasar partai.
Irwan menegaskan, sebagai partai politik yang berkomitmen memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, seluruh anggota PKS perlu terus memperdalam pemahaman dan implementasi dari konsepsi dasar yang telah disepakati bersama.
“Nilai-nilai ini bukan hanya menjadi pegangan dalam setiap langkah dan keputusan politik kita, tetapi juga menjadi panduan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Kang Irwan itu, Senin (29/07) dalam keterangannya yang dikutip TelusuR.id.
Irwan menjelaskan, sosialisasi konsepsi dasar partai adalah upaya memastikan seluruh kader, dari tingkat pusat hingga daerah, memiliki pemahaman yang sama tentang visi, misi, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
Alumnus FISIP Unair tersebut menambahkan, sosialisasi ini langkah penting untuk menjaga kesatuan dan kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil, setiap kebijakan yang kita buat, selalu berpijak pada landasan ideologis yang kuat dan konsisten,” kata pria 48 tahun itu.
Irwan mengungkapkan, dalam Pilkada kabupaten/kota, PKS mengusung calon-calon yang memiliki integritas, kapabilitas, dan visi yang jelas untuk membawa perubahan positif. Proses seleksi calon dilakukan dengan cermat dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Untuk Pilgub, lanjut Irwan, SK DPP PKS memutuskan untuk mengusung Khofifah – Emil. Bersama koalisi Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PSI, dan Perindo (total 62 kursi)
Terakhir, Irwan berpesan kepada kader PKS agar bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tugas dan amanah ini.
“Semoga segala usaha dan upaya kita diberkahi dan diridhoi oleh-Nya, sehingga kita dapat terus berkontribusi secara positif bagi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta,” harapnya.
Dalam kesempatan itu hadir juga TB Sumanjaya Rukmandis, Ketua Komisi dan Legislasi Majelis Pertimbangan Pusat PKS.