Serda Djoko Turun Langsung Dampingi Distribusi MBG untuk Balita dan Ibu Hamil di Serengan

Bagikan :

SURAKARTA, TelusuR.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Di Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Babinsa Koramil 03/Serengan, Serda Djoko Riyadi, turun langsung memantau sekaligus membantu pendistribusian makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Kelurahan Serengan, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Kehadiran Babinsa ditujukan untuk memastikan pembagian berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Bagi Serda Djoko, pendampingan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas kewilayahan. Ia ingin memastikan makanan yang diberikan benar-benar sampai kepada kelompok penerima manfaat yang menjadi sasaran program.

“Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. Kami membantu memastikan pelaksanaannya berjalan aman, tertib dan tepat sasaran,” ujar Djoko.

Balita dan ibu hamil menjadi kelompok penting dalam upaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Asupan gizi yang memadai sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus mencegah persoalan gizi.

Karena itu, kehadiran Babinsa di tengah kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan dan tenaga kesehatan.

TNI Pastikan Program Menyentuh Warga

Djoko mengatakan TNI melalui Babinsa akan terus mendukung program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tugas Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pembinaan teritorial. Kehadiran di tengah masyarakat juga menjadi ruang untuk membantu berbagai program yang menyangkut kesejahteraan warga.

“TNI melalui peran Babinsa selalu siap mendukung program-program pemerintah di wilayah binaan, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia menilai pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita perlu mendapat perhatian berkelanjutan. Bukan hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga dengan membangun kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola makan sehat dan pola hidup bersih.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko turut mengingatkan para orang tua agar memanfaatkan program MBG dengan sebaik-baiknya.

Ia juga mendorong keluarga tetap memperhatikan kebutuhan gizi anak di rumah serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Cegah Stunting Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Upaya tersebut membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.

Karena itu, pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Djoko berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada penerima, tetapi juga meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

“Pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil sangat penting sebagai langkah strategis untuk menekan persoalan stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan MBG di Kelurahan Serengan berlangsung lancar dan tertib. Para penerima manfaat terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat, pendampingan Babinsa menjadi bentuk kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan keluarga.

Sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan dan Babinsa diharapkan terus diperkuat agar berbagai program kesehatan masyarakat dapat berjalan secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Pada akhirnya, upaya membangun generasi yang sehat tidak hanya dimulai ketika anak tumbuh besar. Ia dimulai sejak masa kehamilan, dari makanan yang dikonsumsi ibu, hingga asupan yang diterima anak pada masa pertumbuhannya.

Di titik itulah kehadiran berbagai pihak menjadi penting. Pemerintah menyediakan program, tenaga kesehatan memberikan pendampingan, sementara Babinsa membantu memastikan program tersebut hadir lebih dekat dengan masyarakat.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *