Babinsa Kalijambe Turun Tangan, Jalan Kampung di Tegalombo Diperbaiki Bersama Warga

Bagikan :

SRAGEN, TelusuR.ID – Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya terlihat saat menjalankan tugas pembinaan wilayah. Di Desa Tegalombo, Kecamatan Kalijambe, Sragen, personel Koramil 18/Kalijambe ikut turun tangan memperbaiki fasilitas umum yang setiap hari digunakan warga.

Serka Heriyanto bersama dua personel Koramil 18/Kalijambe melaksanakan karya bakti (karbak) pembereman jalan bersama warga di Dukuh Sumber, Desa Tegalombo, Kamis (3/9/2026).

Dengan peralatan sederhana, personel TNI dan warga bergotong royong memperbaiki bagian sisi jalan. Pembereman dilakukan untuk membantu menjaga kondisi badan jalan tetap rapi, kokoh, dan lebih nyaman dilalui masyarakat.

Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Mereka bekerja bersama, mengangkat material, merapikan sisi jalan, hingga memastikan bagian yang diperbaiki kembali tertata.

Bagi warga, kehadiran Babinsa menjadi tambahan tenaga sekaligus penguat semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.

Serka Heriyanto mengatakan karya bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi lingkungan di wilayah binaannya.

Menurutnya, jalan kampung merupakan fasilitas bersama yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga. Karena itu, pemeliharaannya perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Kami hadir membantu warga sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Jalan ini merupakan fasilitas bersama, sehingga perawatannya juga menjadi tanggung jawab bersama,” kata Heriyanto.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang memperbaiki sisi jalan. Lebih dari itu, karya bakti menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat.

Dengan interaksi langsung, Babinsa dapat mengetahui kondisi serta kebutuhan warga secara lebih dekat. Sebaliknya, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

“Yang paling penting bukan hanya hasil pekerjaannya, tetapi semangat gotong royong yang harus terus dipertahankan. TNI bersama rakyat harus selalu kompak dalam membangun dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Gotong royong di Dukuh Sumber pun menjadi gambaran sederhana bagaimana pembangunan lingkungan dapat dimulai dari kepedulian bersama.

Ketika warga dan aparat mau turun langsung bekerja, persoalan fasilitas umum tidak selalu harus menunggu menjadi besar untuk mendapatkan perhatian.

Karya bakti tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga untuk merawat fasilitas umum sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun lingkungannya.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *