SRAGEN, TelusuR.ID — Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru di tengah keberagaman masyarakat, sikap saling menghormati dan menjaga silaturahmi menjadi modal penting untuk merawat kerukunan.
Pesan itu disampaikan Babinsa Desa Somomorodukuh Koramil 20/Plupuh, Serda Eko Purnomo, saat menyambangi tokoh agama dan masyarakat di Masjid Miftahul Jannah, Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Selasa (1/9/2026).
Dalam suasana komunikasi sosial (Komsos) yang berlangsung santai, Serda Eko mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan. Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat seharusnya tidak berkembang menjadi sumber perpecahan.
“Perbedaan jangan sampai menjadi pemicu perpecahan. Justru dengan saling menghormati dan menjaga silaturahmi, persatuan di tengah masyarakat akan semakin kuat,” kata Serda Eko.
Tokoh Agama Punya Peran Menjaga Suasana Tetap Sejuk
Menurut Serda Eko, tokoh agama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selain menjadi rujukan dalam persoalan keagamaan, tokoh agama juga memiliki ruang untuk memberikan teladan dalam membangun hubungan yang harmonis antarsesama warga.
Karena itu, ia berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan para tokoh agama dapat terus memperkuat semangat persaudaraan, kepedulian dan sikap saling menghargai.
Bagi Serda Eko, menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab satu kelompok atau aparat semata. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama.
Kehidupan bermasyarakat akan terasa lebih kuat ketika perbedaan dapat diterima sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Keimanan Diterjemahkan dalam Kehidupan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Serda Eko juga mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Namun, menurutnya, nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan.
Nilai tersebut juga perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui sikap menghormati orang lain, membantu sesama dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
“Kalau kita saling menghormati dan menjaga silaturahmi, insyaallah suasana di masyarakat akan tetap baik,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
Melalui Komsos, Babinsa tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga mendengarkan berbagai situasi yang berkembang di lingkungan warga.
Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Sampah
Selain berbicara mengenai kerukunan, Serda Eko turut mengingatkan masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia meminta warga tidak sembarangan membakar sampah, terutama jika api kemudian ditinggalkan tanpa memastikan benar-benar padam.
“Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi kemudian ditinggal. Pastikan api benar-benar padam. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi musibah kebakaran,” tegasnya.
Menurutnya, kehati-hatian menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan sekitar.
Imbauan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perhatian Babinsa terhadap warga tidak hanya menyangkut keamanan dan ketertiban, tetapi juga persoalan sehari-hari yang dapat berdampak terhadap lingkungan masyarakat.
Komsos Jadi Ruang Mendekatkan Babinsa dengan Warga
Serda Eko menilai komunikasi sosial menjadi salah satu cara Babinsa menjaga kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Pertemuan secara langsung memungkinkan komunikasi berlangsung dua arah. Babinsa dapat mengetahui situasi yang berkembang, sementara masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi maupun persoalan yang mereka hadapi.
Dari komunikasi sederhana seperti itu, berbagai pesan tentang keamanan, kerukunan dan kepedulian lingkungan dapat disampaikan secara lebih dekat.
Pada akhirnya, menjaga wilayah tetap aman dan kondusif tidak hanya bergantung pada aparat.
Ada peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga untuk menciptakan suasana yang saling menghormati.
Sebab, kerukunan tidak lahir karena semua orang memiliki pandangan yang sama. Kerukunan tumbuh ketika perbedaan dapat diterima, silaturahmi tetap dijaga, dan setiap orang memilih untuk saling menghormati.
Pesan itulah yang dibawa Serda Eko dalam Komsos bersama tokoh agama dan masyarakat di Somomorodukuh.
(Agus Kemplu)