Muhammadiyah Sinergi Sukseskan Muktamar ke-35 NU, dari Kokam hingga 10 Ribu Porsi Bakso Gratis

Bagikan :

JOMBANG,TelusuR.ID — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum konsolidasi warga Nahdliyin. Hajatan lima tahunan itu juga memperlihatkan wajah lain kehidupan beragama: ketika organisasi yang berbeda dapat saling membantu demi kepentingan bersama.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jombang menjadi salah satu elemen yang ikut mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan muktamar.

Dukungan itu hadir dalam bentuk yang cukup beragam. Mulai dari personel keamanan, konsumsi gratis untuk para penggembira muktamar, hingga dukungan layanan kesehatan.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh, menilai keterlibatan Muhammadiyah menjadi gambaran nyata tentang persaudaraan yang melampaui sekat organisasi.

Menurut dia, muktamar bukan hanya menjadi ruang bagi warga NU, tetapi juga momentum memperlihatkan bahwa kerja bersama dapat tumbuh di tengah keberagaman organisasi keagamaan.

Di sektor keamanan, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) mengerahkan sekitar 100 hingga 200 personel untuk membantu pengamanan kawasan sekitar pesantren.

Personel Kokam akan bersinergi dengan Banser, Pagar Nusa serta aparat TNI-Polri, terutama dalam membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga situasi tetap kondusif di luar kawasan utama muktamar.

“Alhamdulillah, ada bantuan dari Kokam Muhammadiyah. Sekitar 100 sampai 200 personel datang dan siap mendukung pengamanan,” kata Gus Rozaq, sapaan Abdurrozaq, Selasa (18/8/2026).

Namun dukungan Muhammadiyah tidak berhenti pada pengamanan.

Di tengah potensi membeludaknya kedatangan muhibbin dari berbagai daerah, Muhammadiyah juga menyiapkan posko kuliner bergerak. Sebanyak 10.000 porsi bakso disiapkan untuk dibagikan secara gratis.

Selain itu, tersedia 10.000 porsi kopi dan telur hangat bagi masyarakat yang datang mengikuti rangkaian kegiatan muktamar.

“Selain Kokam, alhamdulillah Muhammadiyah juga memberikan kontribusi menyediakan makanan. Ada bakso 10.000 porsi, kemudian kopi dan telur juga 10.000 porsi,” ujar Gus Rozaq.

Dukungan juga menyentuh aspek kesehatan. Sejumlah ambulans dan tenaga medis dari fasilitas kesehatan Muhammadiyah disiagakan untuk membantu mengantisipasi kebutuhan kesehatan selama muktamar berlangsung.

Layanan tersebut akan berjalan berdampingan dengan posko kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan rumah sakit rujukan setempat.

Bagi panitia, dukungan lintas organisasi seperti itu menjadi energi tambahan di tengah persiapan menyambut ribuan hingga ratusan ribu warga yang diperkirakan hadir di Jombang.

Gus Rozaq menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah Jombang yang ikut bergotong royong menyukseskan pelaksanaan muktamar.

“Ini menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi kami di panitia lokal,” katanya.

Persiapan Muktamar Tembus 80 Persen

Di sisi lain, persiapan Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU di Tambakberas kini diklaim telah mencapai sekitar 80 persen.

Sejumlah pekerjaan fisik utama telah diselesaikan. Panitia kini fokus pada tahap akhir, terutama penataan interior dan sejumlah fasilitas pendukung.

“Insyaallah kalau secara fisik sudah 80 persen. Tinggal sekitar 20 persen untuk finishing dan penataan interior,” kata Gus Rozaq.

Salah satu pekerjaan yang masih dirampungkan adalah pemasangan sistem pendingin udara atau AC di tenda berukuran besar yang akan digunakan untuk pembukaan dan sidang pleno.

Panitia lokal memastikan seluruh persiapan terus dikebut untuk menyambut para kiai, delegasi muktamirin serta muhibbin yang akan datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan itu, keterlibatan Muhammadiyah memberi pesan yang lebih sederhana. Muktamar NU di Tambakberas bukan hanya tentang siapa yang datang dan apa yang dibahas, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat duduk dalam satu semangat: menjaga persaudaraan dan membantu satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *