BOYOLALI,TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggandeng Kodim 0724/Boyolali menggelar pelatihan pembinaan karakter bagi penyandang disabilitas. Program ini tak sekadar melatih kedisiplinan, tetapi juga membangun mental, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Pelatihan berlangsung di Gedung Graha Pustaka Hamiluhur, Kecamatan Mojosongo, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyandang disabilitas agar lebih siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Ketua Tim Pelatih Kodim 0724/Boyolali, Serka Sunarno, mengatakan pembinaan difokuskan pada penguatan karakter agar peserta mampu mengenali sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami ingin mereka berani menunjukkan kemampuan, tidak lagi merasa minder atau menutup diri. Selain itu, kami membekali peserta dengan kemampuan mengendalikan emosi dan mengelola stres sehingga lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” kata Sunarno.
Menurut dia, disiplin menjadi salah satu materi utama karena merupakan nilai dasar yang dibutuhkan hampir di setiap lingkungan kerja. Sikap disiplin dinilai menjadi modal penting bagi penyandang disabilitas untuk membangun profesionalisme dan tanggung jawab saat bekerja.
Pelatihan dikemas secara interaktif. Selain menerima materi pembinaan karakter, peserta mengikuti berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih komunikasi, kemampuan berpikir cepat, kepemimpinan, hingga kerja sama tim.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Gelak tawa dan semangat peserta mewarnai setiap sesi, menciptakan ruang belajar yang lebih terbuka sekaligus mendorong mereka berani tampil dan berinteraksi.
Salah seorang peserta, Puput (21), mengaku pelatihan tersebut memberinya pengalaman baru yang mengubah cara pandangnya terhadap diri sendiri.
“Saya dulu sering minder dan sulit menerima keadaan. Sekarang saya lebih percaya diri. Saya yakin juga bisa bekerja, berkarya, dan memiliki masa depan seperti orang lain,” ujarnya.
Disnaker Boyolali berharap pembinaan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja. Tak hanya meningkatkan kompetensi, program tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang kerja yang lebih inklusif, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
(Agus Kemplu)



