Zulhas Lantik Pengurus PAN se-Jatim, Sebut Ning Ema sebagai Simbol “Brilliant Leader”

0
5 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, secara resmi melakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus PAN serentak se-Jawa Timur. Dalam agenda besar tersebut, pria yang akrab disapa Zulhas ini memberikan arahan strategis mengenai konsep kepemimpinan masa depan yang ia sebut sebagai Brilliant Leader.

Menurut Zulhas, seorang pemimpin yang brilian bukan sekadar mereka yang populer, melainkan sosok yang memiliki kecakapan dalam memilih orang. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam menempatkan sumber daya manusia (SDM) dan pengurus yang tangguh di posisi strategis.

Zulhas memberikan contoh nyata terkait konsep tersebut dengan menunjuk sosok Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema. Kader baru PAN tersebut dipuji Zulhas sebagai representasi politisi tangguh yang dipilih karena kapasitas dan rekam jejaknya yang sudah teruji di kancah nasional.

“Contoh dari brilliant leader adalah bisa memilih orang seperti Ning Ema. Beliau adalah kader baru PAN yang hebat, politisi yang sangat tangguh,” ujar Zulhas di hadapan ribuan kader yang hadir, Minggu (10/5/2026) malam dikutip Telusur.id

Zulhas, yang juga menjabat sebagai Menko Pangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, mengingatkan pentingnya akurasi dalam memilih figur. Ia berpendapat bahwa jika partai mampu menempatkan orang yang tepat, maka dukungan logistik dan kemenangan akan datang dengan sendirinya.

Sebaliknya, kesalahan dalam memilih kader atau figur pemimpin disebutnya hanya akan menghambat laju organisasi. Pesan ini ditekankan sebagai pengingat bagi seluruh jajaran pengurus PAN Jawa Timur yang baru dilantik agar mulai memetakan kekuatan untuk kontestasi politik ke depan.

Dalam arahannya, Zulhas secara eksplisit menegaskan target besar partai berlambang matahari putih tersebut. PAN membidik posisi tiga besar, baik dalam perolehan suara di tingkat nasional maupun untuk cakupan wilayah Jawa Timur pada Pemilu 2029 mendatang.

Ia mendorong seluruh kader untuk tidak ragu dan siap bertarung habis-habisan memperebutkan hati rakyat. “Kader PAN harus siap bertarung, siap memenangkan pertandingan. Target kita adalah tiga besar, dan semua pengurus baru harus berada di garda depan,” tegasnya.

Keputusan Ning Ema bergabung ke PAN memang menjadi sorotan publik. Ning Ema merupakan politikus perempuan berpengaruh yang sebelumnya bernaung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjabat sebagai Ketua DPC PPP Jombang.

Ning Ema bukan orang sembarangan di lingkaran Nahdlatul Ulama (NU). Ia merupakan putri dari Ketua DPW PPP Jawa Timur, Mundjidah Wahab, sekaligus cucu dari pahlawan nasional KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri utama organisasi NU.

Secara prestasi, Ning Ema adalah petahana Anggota DPR RI yang memiliki basis massa sangat kuat. Pada Pemilu 2024 lalu, ia sebenarnya berhasil meraup suara signifikan untuk kembali ke Senayan, namun gagal dilantik karena kendala ambang batas parlemen partainya terdahulu.

Langkah politik Ning Ema berpindah ke PAN diyakini akan memberikan energi baru bagi partai tersebut di Jawa Timur, khususnya di wilayah basis hijau. Kedekatan kultural Ning Ema dengan kalangan santri menjadi aset berharga bagi PAN untuk memperluas ceruk pemilih.

Saat dikonfirmasi mengenai keputusannya bergabung dengan barisan Zulhas, Ning Ema memberikan jawaban yang menunjukkan keteguhan sikap. Ia tampak siap mengemban amanah baru dan menjalankan mesin partai sesuai target yang telah ditetapkan pusat.

“Bismillah, insyaallah saya siap,” tutur Ning Ema singkat saat ditanya mengenai komitmennya memperkuat PAN menghadapi tantangan politik di masa depan.

Tinggalkan Balasan