JOMBANG, TELUSUR.ID – Kementerian Agama Kabupaten Jombang memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan jamaah haji asal Kota Santri yang saat ini berada di Tanah Suci. Mayoritas jamaah yang tergabung dalam kloter 60, 61, 62, dan 63 dilaporkan telah menuntaskan rangkaian ibadah umrah wajib dengan lancar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah pada kloter 60 sudah menyelesaikan kewajiban tersebut. Hal ini menandakan kesiapan fisik dan mental jamaah dalam mengawali rangkaian besar ibadah haji tahun ini.
Meski demikian, Ilham menjelaskan masih ada sebagian kecil jamaah yang terpaksa menunda pelaksanaan umrah wajib karena kendala kondisi biologis. Hal ini merupakan prosedur normal dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci bagi jamaah perempuan.
“Untuk kloter 60 semuanya sudah melaksanakan umrah wajib. Sementara pada kloter lainnya, beberapa jamaah perempuan belum menjalankan umrah wajib karena tengah mengalami masa menstruasi,” ujar Ilham saat dikonfirmasi di Kantor Kemenhaj Jombang, Senin (11/5/2026) dikutip Telusur.id.
Berdasarkan data terkini, pada kloter 61 terdapat tiga jamaah perempuan yang masih menunggu masa suci untuk bisa beribadah di Masjidil Haram. Kondisi serupa juga terjadi pada kloter 62 dengan satu jamaah, serta kloter 63 sebanyak dua jamaah perempuan.
Di tengah kabar kelancaran ibadah tersebut, duka mendalam menyelimuti rombongan haji asal Jombang. Seorang jamaah dari kloter 62 bernama Suyono bin Reso, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, dilaporkan meninggal dunia setibanya di Arab Saudi.
Ilham menjelaskan bahwa berdasarkan riwayat kesehatan yang tercatat, almarhum sebenarnya tidak masuk dalam kategori jamaah risiko tinggi (risti). Namun, takdir berkata lain saat almarhum dalam perjalanan menuju tempat penginapan.
Peristiwa pilu tersebut terjadi saat rombongan tiba di hotel setelah menempuh perjalanan dari bandara. Almarhum dilaporkan tiba-tiba jatuh pingsan ketika hendak turun dari bus, yang seketika membuat petugas dan jamaah lain terkejut.
Petugas medis segera membawa almarhum ke rumah sakit terdekat di Arab Saudi untuk mendapatkan pertolongan darurat. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter, Suyono dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung yang mendadak.
Jenazah almarhum Suyono rencananya akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi. Hal ini sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku bagi jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci selama musim penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.
Dengan adanya kabar duka ini, jumlah total jamaah haji asal Kabupaten Jombang yang kini berada di Arab Saudi tercatat sebanyak 1.261 orang. Angka ini berkurang satu orang dari total awal pemberangkatan yang mencapai 1.262 jamaah.
Kemenhaj Jombang mengimbau seluruh jamaah agar tetap waspada dan disiplin menjaga kondisi fisik di tengah cuaca Arab Saudi. Jamaah diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berat di luar rangkaian ibadah wajib.
“Kami berharap jamaah tetap menjaga kesehatan, mengatur pola makan, serta istirahat yang cukup. Jangan terlalu memaksakan aktivitas di luar hotel agar kondisi tetap bugar hingga puncak haji nanti,” tegas Ilham menambahkan.
Sebelumnya, momen mengharukan pelepasan kloter 62 dan 63 berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis (7/5/2026). Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, bersama jajaran Forkopimda Jombang.
Dalam sambutannya saat pelepasan, Gus Irfan menyebutkan bahwa secara nasional, proses pemberangkatan jamaah haji Indonesia berjalan sangat lancar. Hingga pekan pertama Mei, lebih dari 50 persen total jamaah haji Indonesia atau sekitar 250 kloter telah berhasil diterbangkan.
Adapun jadwal kepulangan jamaah haji asal Jombang ke tanah air diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Juni mendatang. Jika tidak ada perubahan jadwal, rombongan diperkirakan mulai tiba kembali di Indonesia antara tanggal 17 hingga 18 Juni 2026.



